Kepsek di Tulungagung Meninggal Dunia di Hotel Trenggalek, Guru Pendamping Dinonaktifkan Sementara.

TRENGGALEK, kabarbangsa.my.id – Seorang kepala sekolah dasar berinisial S (50) dilaporkan meninggal dunia di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Selasa pagi.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat setelah diketahui korban datang bersama seorang guru perempuan berinisial MSR (39) yang bertugas di sekolah yang sama.

Menurut informasi yang dihimpun, korban dan MSR diketahui menginap di hotel tersebut sejak malam sebelumnya. Pada Selasa sekitar pukul 08.30 WIB, korban disebut mengalami sesak napas saat berada di dalam kamar hotel. MSR yang berada di lokasi sempat berusaha meminta pertolongan setelah korban tidak sadarkan diri.

Petugas medis yang datang ke lokasi berupaya memberikan penanganan awal terhadap korban. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dari keterangan sementara yang disampaikan kepada petugas, MSR mengaku korban tidak mengonsumsi obat kuat sebelum kejadian. Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti meninggalnya korban sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan saksi-saksi lainnya.

Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena korban dan perempuan yang menemaninya diketahui sama-sama berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) serta telah memiliki keluarga masing-masing. Informasi itu cepat menyebar di tengah masyarakat dan memicu berbagai tanggapan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung disebut telah mengambil langkah awal dengan memberhentikan sementara MSR dari tugas mengajar. Kebijakan itu dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan resmi terkait sanksi yang akan dijatuhkan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Proses penyelidikan masih berlangsung dan aparat meminta semua pihak menghormati privasi keluarga korban yang tengah berduka. –

(MOU)

Kepsek di Tulungagung Meninggal Dunia di Hotel Trenggalek, Guru Pendamping Dinonaktifkan Sementara.

TRENGGALEK, kabarbangsa.my.id– Seorang kepala sekolah dasar berinisial S (50) dilaporkan meninggal dunia di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Selasa pagi.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat setelah diketahui korban datang bersama seorang guru perempuan berinisial MSR (39) yang bertugas di sekolah yang sama.

Menurut informasi yang dihimpun, korban dan MSR diketahui menginap di hotel tersebut sejak malam sebelumnya. Pada Selasa sekitar pukul 08.30 WIB, korban disebut mengalami sesak napas saat berada di dalam kamar hotel. MSR yang berada di lokasi sempat berusaha meminta pertolongan setelah korban tidak sadarkan diri.

Petugas medis yang datang ke lokasi berupaya memberikan penanganan awal terhadap korban. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dari keterangan sementara yang disampaikan kepada petugas, MSR mengaku korban tidak mengonsumsi obat kuat sebelum kejadian. Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti meninggalnya korban sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan saksi-saksi lainnya.

Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena korban dan perempuan yang menemaninya diketahui sama-sama berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) serta telah memiliki keluarga masing-masing. Informasi itu cepat menyebar di tengah masyarakat dan memicu berbagai tanggapan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung disebut telah mengambil langkah awal dengan memberhentikan sementara MSR dari tugas mengajar. Kebijakan itu dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan resmi terkait sanksi yang akan dijatuhkan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Proses penyelidikan masih berlangsung dan aparat meminta semua pihak menghormati privasi keluarga korban yang tengah berduka.

(MOU)

Polsek Torgamba Sigap Bantu Warga Terdampak Listrik Padam, Sediakan Genset untuk Cas HP dan Penerangan.

LABUSEL. kabarbangsa.my.id – Kepedulian jajaran Polsek Torgamba terhadap masyarakat kembali terlihat saat terjadi pemadaman listrik di sejumlah desa di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu malam (23/5/2026).

Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. melalui Kapolsek Torgamba, AKP Sunipan Gurusinga S.H. turun langsung bersama personel melaksanakan patroli dan sambang ke pemukiman warga yang terdampak listrik padam di Dusun Asahan, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 21.45 WIB itu dilakukan sebagai bentuk respon cepat Polri dalam membantu masyarakat yang kesulitan akibat padamnya aliran listrik PLN di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Torgamba bersama personel menyiapkan genset untuk membantu warga melakukan pengisian daya telepon genggam serta penerangan sementara bagi masyarakat yang membutuhkan. Sedikitnya sekitar 18 unit HP milik warga berhasil dibantu pengisian dayanya menggunakan genset yang disediakan pihak kepolisian.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan kami kepada masyarakat. Saat listrik padam, tentu masyarakat mengalami kesulitan, terutama untuk komunikasi. Karena itu kami hadir membantu semampu kami dengan menyediakan genset untuk cas HP dan penerangan sementara,” ujar AKP Sunipan Gurusinga mewakili Kapolres Labuhanbatu Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut IPTU Rajo Lubis S.H, M.H. AIPTU Karyanto, AIPTU PF Tanjung, AIPTU F Sunuhaji, AIPDA R Gultom, BRIPKA MF Sihombing, BRIPDA Jio Pasaribu, BRIPDA Torop Manurung, tokoh pemuda Samsul, serta masyarakat Dusun Asahan Desa Aek Batu.

Aksi humanis yang dilakukan jajaran Polsek Torgamba mendapat apresiasi dari warga. Masyarakat mengaku terbantu dan merasa puas atas kehadiran polisi di tengah situasi pemadaman listrik yang masih berlangsung di beberapa desa.

Salah seorang warga Dusun Asahan, Samsul, mengaku terharu atas kepedulian pihak kepolisian yang datang langsung membantu masyarakat pada malam hari. Menurutnya, bantuan genset tersebut sangat berarti karena banyak warga kesulitan mengisi daya telepon genggam akibat listrik padam cukup lama.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolsek dan anggota yang sudah datang membantu warga. Dengan adanya genset ini, kami bisa cas HP untuk komunikasi keluarga dan keperluan penting lainnya. Polisi benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ungkap Samsul.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya yang menyebut kehadiran personel Polsek Torgamba membuat masyarakat merasa lebih tenang dan diperhatikan. Warga memberikan apresiasi dan acungan jempol kepada jajaran kepolisian atas respon cepat dan kepedulian sosial tersebut.

Hingga saat ini situasi di wilayah terdampak pemadaman listrik masih aman dan kondusif. Adapun beberapa desa yang masih mengalami pemadaman listrik PLN antara lain sebagian Desa Aek Batu, Desa Aek Raso, Desa Pinang Damai, dan Desa Bukit Tujuh.

(Irpan Has)

Siswa MAN 1 Mandailing Natal Raih Gold Award di Malaysia..

MANDAILING NATAL,kabarbangsa.my.id – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Mandailing Natal. Salah satu siswi terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Mandailing Natal, Ummi Kalsum Hanafi Sopyan, berhasil meraih Gold Award dalam ajang Internasional World Young Inventors Exhibition (WYIE) bidang Riset dan Inovasi yang digelar di Malaysia, (22/5/2026)

Dalam ajang bergengsi yang diikuti peserta dari 27 negara tersebut, MAN 1 Mandailing Natal mengirimkan 14 siswa terbaiknya untuk berkompetisi membawa nama sekolah, daerah, bahkan Indonesia di tingkat internasional.

Adapun siswa yang mengikuti ajang tersebut yakni:

1. Alif Pratama (XI I)

2. Ummi Kalsum Hanafi Sopyan kls XI L

3.Intan Ramadani kls (XI F)

4.Riana Sari Lubis kls (X F)

5. Rasti Setiawan Lubiskldb (X F)

6. Arisah Nabila kls (X F)

7. Natasya Ramadhani Maharani Nasution kls X D

8. Rizqi Aliyah Rangkuti kls X F

9. Wafa Azzahro kls X G

10. Asnah Aulia Urohmah kls X F

11.Aisah kls X F

12. Rafa Ibrahim Kamal Siregar kls X G

13.Izzatul Zinan (X B)

14.Niswatul Mufidah Lubis kls X F

Ummi Kalsum Hanafi Sopyan merupakan putri bungsu pasangan Sopyan S.Ag dan Sri Handayani. Ia adalah putri asli Kecamatan Batahan yang saat ini menempuh pendidikan di MAN 1 Mandailing Natal.

Keikut sertaan dan meraih 1 buah medali emas dalam ajang ini dalam lomba riset dan inovasi internasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Mandailing Natal.

Dengan semangat dan persiapan yang matang, para siswa berangkat dari Mandailing Natal menuju Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengikuti kompetisi yang berlangsung pada 18 hingga 21 Mei 2026.

Sopyan S.Ag saat berbincang dengan awak media melalui WhatsApp menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih putrinya bersama tim.

“Alhamdulillah, seluruh siswa yang dikirim merupakan siswa terbaik. Ummi Kalsum Hanafi Sopyan telah memberikan hasil terbaik dan berhasil mengharumkan nama sekolah serta Kabupaten Mandailing Natal di tingkat internasional,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan para guru pembimbing, pihak sekolah, serta doa dan dukungan orang tua.

Dengan penuh haru dan rasa syukur, Ummi Kalsum juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru-guru dan kedua orang tuanya yang terus menerus memberikan semangat selama mengikuti perlombaan.

Orang tua Ummi Kalsum Hanafi Sopyan turut mengucapkan terima kasih kepada Kepala MAN 1 Mandailing Natal, guru pembimbing, rekan-rekan siswa, serta seluruh keluarga besar yang telah memberikan dukungan penuh selama proses perlombaan berlangsung.

Prestasi gemilang ini diharapkan menjadi memotivasi bagi generasi muda Mandailing Natal agar terus berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Semoga ke depan semakin banyak putra-putri Mandailing Natal yang lahir sebagai generasi emas dan mampu membawa harum nama daerah di berbagai ajang dunia.

(MO)

Polsek Kampung Rakyat Anjangsana ke Rumah Bhayangkari yang Sakit Menahun, Wujud Kepedulian dan Solidaritas Keluarga Besar Polri.

LABUSEL,kabarbangsa.my.id – Personel Polsek Kampung Rakyat, Polres Labuhanbatu Selatan melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah Bhayangkari yang mengalami sakit menahun, Jumat (22/5/2026) di Dusun Aek Korsit, Desa Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Kegiatan sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian sesama keluarga besar Polri terhadap Ny. Nilawati Ernalom Sutrisno Napitupulu, Bhayangkari Polsek Kampung Rakyat yang tengah menjalani sakit menahun. Dalam suasana penuh kekeluargaan, personel hadir memberikan dukungan moril sekaligus mempererat tali persaudaraan antar anggota dan keluarga besar kepolisian.

Kegiatan anjangsana dipimpin oleh IPDA R. Nainggolan, S.H. bersama AIPTU Yusri, AIPTU BSP Sinambela, AIPTU Ngatiman, dan BRIPKA Sutrisno. Kehadiran personel disambut hangat pihak keluarga dan menjadi penyemangat tersendiri bagi Ny. Nilawati yang sedang menjalani masa pemulihan.

Kapolres Polres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. melalui Kapolsek Polsek Kampung Rakyat AKP Muhammad Ilham Lubis, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah tersebut merupakan bentuk nyata rasa empati dan kepedulian institusi Polri terhadap personel maupun keluarga besar Bhayangkari.

“Melalui kegiatan anjangsana ini, kami ingin menunjukkan bahwa keluarga besar Polri selalu hadir dan saling menguatkan, terutama kepada anggota maupun Bhayangkari yang sedang menghadapi ujian sakit. Kepedulian dan kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun solidaritas di lingkungan Polri,” ujar AKP Muhammad Ilham Lubis.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai upaya mempererat hubungan kekeluargaan serta menumbuhkan semangat saling membantu di tengah masyarakat maupun internal kepolisian.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar, dan penuh keakraban.

(Irpan Has)

Polantas Menyapa di Sosopan, Satlantas Polres Labusel Ajak Sopir Utamakan Keselamatan Berkendara.

LABUSEL – SUMATERA UTARA ,kabarbangsa..Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Labuhanbatu Selatan menggelar kegiatan “Polantas Menyapa” di Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan personel Unit Kamsel Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan tersebut menyasar para sopir dan pengguna jalan dengan memberikan pembinaan, penyuluhan serta edukasi tentang tertib berlalu lintas di wilayah hukum Polres Labuhanbatu Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan himbauan kepada para sopir agar selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, tidak ugal-ugalan di jalan raya, serta menjaga kenyamanan pengguna jalan lainnya. Selain itu, pengendara juga diingatkan untuk melengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK serta menggunakan helm berstandar SNI demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas).

Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. melalui Kasat Lantas AKP Yustina, S.H, M.H. mengatakan bahwa kegiatan Polantas Menyapa merupakan bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, khususnya para pengemudi yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.

“Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan masyarakat, khususnya para sopir, agar selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Yustina.

Ia menambahkan, edukasi secara langsung di lapangan dinilai lebih efektif karena dapat menyentuh kesadaran masyarakat dengan pendekatan yang persuasif dan humanis.

“Kami berharap budaya tertib berlalu lintas dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir,” tambahnya.

Dari hasil kegiatan tersebut, himbauan dan penyuluhan tentang pentingnya tertib berlalu lintas berhasil tersampaikan kepada para sopir di wilayah hukum Polres Labuhanbatu Selatan.

(Irpan Has)

Camat dan Kapolsek Batahan Himbau Warga Kurangi Aktivitas di Sungai Batang Bangko.

MANDAILING NATAL, kabarbangsa.my.id
Pemerintah Kecamatan Batahan bersama pihak kepolisian kembali menghimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di sepanjang aliran Sungai Batang Bangko, khususnya warga Desa Airapa dan Desa Banjar Aur Utara. (21/5/2026).

Himbauan tersebut disampaikan menyusul kembali terjadinya korban jiwa yang diduga diterkam buaya di sungai tersebut.
Camat Batahan, Abdi Putra Negara Pulungan SH MH, meminta masyarakat lebih berhati-hati dan tidak lagi melakukan aktivitas mandi, mencuci maupun kegiatan lainnya di sungai demi menghindari jatuhnya korban berikutnya.

Menurutnya, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sudah beberapa kejadian serangan buaya terjadi di Sungai Batang Bangko. Tercatat satu orang meninggal dunia, satu korban mengalami luka-luka, dan terbaru seorang warga Desa Airapa berusia 65 tahun meninggal dunia diduga akibat diterkam buaya saat mandi di sungai tersebut.

Pemerintah sebenarnya telah lama melakukan upaya pencegahan dengan memasang spanduk peringatan di sekitar lokasi sungai sejak sekitar satu tahun lalu. Namun, himbauan tersebut masih sering diabaikan oleh sebagian masyarakat sehingga kembali memakan korban jiwa.

Kepala Desa Airapa, Bambang Ardianto, juga berharap kejadian tragis ini menjadi yang terakhir dan masyarakat dapat lebih mematuhi himbauan pemerintah demi keselamatan bersama.

Senada dengan itu, Aipda Julpan Pulungan dari Polsek Batahan menegaskan bahwa sebagian besar warga saat ini sudah memiliki fasilitas kamar mandi dan MCK di rumah masing-masing. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak lagi mandi maupun mencuci pakaian di Sungai Batang Bangko yang diketahui merupakan lokasi habitat buaya.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan lagi melakukan aktivitas di sungai agar tidak ada korban berikutnya,” tegasnya

(MO).

Korban Hilang di Sungai Batang Bangko Ditemukan, Tim SAR Hadapi Ancaman Buaya, Arus deras Keruh dan berlumpur.

MANDAILING NATAL,kabarbangsa.my.id –
Setelah tiga hari pencarian penuh risiko dan tantangan, tim gabungan Basarnas dan BPBD Mandailing Natal akhirnya berhasil menemukan korban yang hilang di Sungai Batang Bangko, Kecamatan Sinunukan, pada Rabu (20/05/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, korban ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan. Jasad korban tidak lagi utuh, diduga akibat serangan predator jenis buaya yang memang diketahui menghuni sungai tersebut (20/5/2026).

Sejak hari pertama pencarian, tim SAR gabungan harus berjibaku melawan derasnya arus sungai yang keruh dan berlumpur, ancaman keselamatan juga datang dari kemunculan beberapa ekor buaya yang teridentifikasi di lokasi pencarian pada hari kedua operasi.
Meski berada dalam situasi berbahaya, tim gabungan Basarnas Madina dan BPBD tetap melanjutkan pencarian tanpa henti demi menemukan korban yang dilaporkan hilang sejak Minggu (17/05/2026).

Danpos Basarnas Madina, Rizal Rangkuti, terus memberikan arahan kepada personel yang turun langsung menyisir aliran Sungai Batang Bangko. Tim tetap bergerak menyusuri sungai hingga pukul 12.00 WIB untuk memastikan pencarian dilakukan secara maksimal, termasuk mencari sisa tubuh korban.

Setelah korban berhasil ditemukan, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh personel gabungan kemudian kembali ke markas masing-masing usai melaksanakan apel penutupan pada pukul 13.00 WIB.

Dalam sambutannya, Camat Sinunukan, Abdi Putra Pulungan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim kemanusiaan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR Basarnas, BPBD Madina, TNI, Polri, serta masyarakat yang selama tiga hari berturut-turut tanpa lelah membantu proses pencarian korban di Sungai Batang Bangko,” ujarnya.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Warga diimbau lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar Sungai Batang Bangko yang dikenal memiliki arus deras serta habitat buaya liar.

Masyarakat berharap kepada pihak pemerintah untuk dapat lakukan evakuasi binatang yang dilindungi untuk dapat di evakuasi dan pindahkan ke lokasi yang mungkin sudah disiapkan.

(MOU)

Ibadah Rohani Kedua IKBA Kristen SMAN 15 Medan Berlangsung Meriah.

MEDAN, kabarbangsa.my.id – Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Kristen SMAN 15 Medan kembali menggelar Ibadah Rohani Kedua yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah Nurdin Pasaribu, Jalan Bunga Raya 2 No.62, Asam Kumbang, Medan, dan dihadiri para alumni Kristen SMAN 15 Medan.

Humas Alumni SMAN 15 Medan, Willyam Pasaribu, mengatakan ibadah rohani ini bertujuan mempererat hubungan serta menjaga kekompakan antaralumni Kristen SMAN 15 Medan.

“Puji Tuhan, ibadah rohani kedua IKBA SMAN 15 Medan dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih atas partisipasi teman-teman alumni Kristen,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menarik lebih banyak alumni Kristen untuk bergabung dan tetap solid dalam wadah IKBA SMAN 15 Medan.

Sementara itu, Ketua IKBA SMAN 15 Medan, Drs. Sugiarto, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan para alumni.

“Kami dari pengurus IKBA sangat mendukung kegiatan keagamaan alumni. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar keberadaan ikatan alumni semakin dirasakan di tengah masyarakat,” katanya.

Ibadah rohani tersebut dipimpin oleh Pdt. Timothy Simatupang yang menyampaikan khotbah dari Galatia 1:6-10 tentang pentingnya tetap teguh pada ajaran Injil kasih karunia Kristus dan menolak ajaran yang menyesatkan.

Kegiatan ini diketahui rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali sebagai sarana mempererat persaudaraan, kebersamaan, serta menjaga toleransi antaralumni yang berbeda agama, suku, dan budaya.

(Willyam Pasaribu).

Berjibaku Lawan Arus Deras Sungai Batang Bangko, Pencarian Korban Hilang Belum Membuahkan Hasil.

MANDAILING NATAL, kabarbangsa.my.id –,
Tim gabungan Basarnas, TNI/Polri, BPBD dan masyarakat kembali melanjutkan pencarian korban hilang di aliran Sungai Batang Bangko, Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan,Selasa (19/05/2026), memasuki hari kedua pencarian, kondisi sungai yang semakin keruh, berlumpur dan debit air yang naik sekitar satu meter dari hari sebelumnya menjadi tantangan berat bagi seluruh personel di lapangan.

Tim rescue Basarnas Madina yang dipimpin Danpos Basarnas Rizal Rangkuti bersama personel gabungan terus berjibaku menyisir aliran sungai demi menemukan korban yang dilaporkan hilang sejak hari Minggu lalu.

Meski cuaca dan kondisi arus sungai tidak bersahabat, semangat petugas dan warga tidak surut sedikit pun.
BPBD Kabupaten Mandailing Natal turut turun langsung membantu proses pencarian bersama Satpol Airud Polres Madina, Polsek Batahan, Pos TNI AL Natal dan Koramil 20 Batahan.

Personel yang terlibat di antaranya Aiptu S. Pinem, Briptu Hasmar Nasution, Aipda Julpan Pulungan, KLS Bah Meiman Lase hingga Sertu Mahmud Ritonga.
Dukungan juga datang dari pihak kesehatan. Kepala Puskesmas Sinunukan, Dr. Isa Ansori, M.K.M., menurunkan tenaga medis Fuad dan Arsidi serta menyiagakan ambulans guna mengantisipasi kondisi darurat selama operasi berlangsung.

Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan yang dipimpin Camat Sinunukan, Abdi Putra Negara Pulungan, SH., MH. Dalam arahannya, camat memberikan motivasi dan dukungan moril kepada seluruh anggota tim agar tetap fokus dan menjaga keselamatan selama bertugas di medan yang berisiko tinggi.

Upaya pencarian dilakukan secara maksimal sesuai standar operasional prosedur (SOP). Tim menggunakan dua unit perahu karet dan teknologi drone pendeteksi untuk membantu penyisiran area sungai. Pada hari kedua, tim menyisir sekitar 15 kilometer ke arah hilir dan sekitar 1 kilometer ke arah hulu sungai.

Namun derasnya arus, air berlumpur serta minimnya jarak pandang di dalam air menjadi hambatan utama. Tidak hanya itu, tim pencarian juga beberapa kali melihat kemunculan reptil jenis buaya di sekitar lokasi pencarian. Pada hari pertama terlihat buaya berukuran sekitar 1,5 hingga 2,5 meter, sementara pada hari kedua tim kembali melihat seekor buaya dengan ukuran diperkirakan mencapai 3 meter.

Meski dihadapkan pada ancaman alam yang cukup berbahaya, tim gabungan tetap melanjutkan pencarian hingga pukul 18.00 WIB. Operasi pencarian direncanakan kembali dilanjutkan pada esok hari dengan harapan korban segera ditemukan.

Perjuangan tanpa lelah para petugas dan warga ini menjadi gambaran kuat solidaritas kemanusiaan di tengah kondisi medan yang ekstrem. Warga pun terus berharap agar korban segera ditemukan dan dapat kembali ke pihak keluarga.

( MO).