Tim INAFIS Polres Simalungun Gerak Cepat Olah TKP Penemuan Mayat Perempuan Tak Dikenal di Pinggiran Sungai Bah Bolon.

SIMALUNGUN,kabarbangsa.my.id – Penemuan sesosok mayat perempuan tak dikenal menggegerkan warga di kawasan pinggiran Sungai Bah Bolon, tepatnya di Huta III Nagori Bah Lias, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, pada Minggu, 17 Mei 2026. Merespons temuan tersebut, Tim INAFIS Sat Reskrim Polres Simalungun bersama personel Polsek Bandar Huluan bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.

Kejadian bermula ketika dua orang warga, Heri Susanto (41) dan Nuriadi (35), tengah menjaring ikan di sepanjang aliran Sungai Bah Bolon pada Minggu sore. Sekira pukul 15.00 WIB, keduanya bertolak dari kawasan Kampung Simponi Perdagangan menelusuri pinggiran sungai menuju hilir Nagori Sugarang Bayu. Satu jam berselang, tepatnya pukul 16.00 WIB, sesampainya di Huta III Nagori Bah Lias, keduanya terkejut melihat sesuatu yang mengapung dan tersangkut pada ranting pohon waru di tepi sungai.

“Setelah kami dekati, ternyata benar itu adalah sesosok mayat,” ujar Heri Susanto dalam keterangannya kepada petugas. Tanpa membuang waktu, kedua saksi segera memberitahukan peristiwa tersebut kepada petugas keamanan kebun Bah Lias yang berada di sekitar lokasi.

Informasi tersebut dengan cepat sampai ke Kapolsek Bandar Huluan, IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H., pada pukul 16.30 WIB. Kapolsek langsung memimpin pergerakan ke TKP bersama Kanit Reskrim, Pawas, serta personel piket SPKT. Setelah memastikan kebenaran laporan dan mengamankan lokasi, Kapolsek segera mendatangkan Tim INAFIS Polres Simalungun untuk melakukan olah TKP secara profesional.

Tim INAFIS yang terdiri dari AIPDA Owen Saragih dan AIPDA Sujid Saputra tiba di lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh. Dari hasil olah TKP, mayat yang kemudian disebut Mrs. X tersebut ditemukan dalam kondisi mengapung dan tersangkut pada ranting pohon di tepi sungai. Kondisi jenazah telah mengalami pembusukan dengan bagian tangan, kepala, dan kaki yang sudah rusak, sehingga identitasnya belum dapat dikenali secara langsung. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, dapat dipastikan korban berjenis kelamin perempuan.

Pukul 20.30 WIB, mayat berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke RSUD Dr. Djasamen Saragih, Kota Pematang Siantar, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim INAFIS juga menyarankan agar pihak berwenang segera melakukan visum dan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu potong celana panjang berwarna hitam bergaris merah dan satu helai kaos lengan panjang berwarna merah muda.

Laporan resmi atas penemuan mayat tersebut tercatat dengan nomor L/GANGGUAN/A/1/V/2026/SPKT/POLSEK BANDAR HULUAN/POLRES SIMALUNGUN/POLDA SUMATERA UTARA, dengan pelapor atas nama Mohd. Ilhamsyah, anggota Polri yang beralamat di Aspolsek Perdagangan.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 18.37 WIB, menegaskan bahwa penanganan kasus ini merupakan cerminan nyata komitmen Polri dalam melayani masyarakat secara profesional, berintegritas, dan humanis.

“Polres Simalungun bersama jajaran Polda Sumatera Utara senantiasa hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penanganan cepat dan terukur oleh Tim INAFIS dalam kasus penemuan mayat ini adalah wujud nyata dedikasi kami,” ucap AKP Verry Purba.

Saat ini korban masih berada di kamar mayat RSUD Dr. Djasamen Saragih, dan pada Senin, 18 Mei 2026, dijadwalkan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri sesuai temuan untuk segera menghubungi Polsek Bandar Huluan atau Polres Simalungun. Situasi di lokasi kejadian dinyatakan dalam keadaan aman dan kondusif.

(EB)

Pencarian Warga Hilang di Sungai Batang Bangko Memasuki Hari Kedua, Danpos Basarnas dan Tim Gabungan Apresiasi Kepedulian Warga.

MANDAILING NATAL,kabarbangsa.my.id –
Upaya pencarian terhadap seorang warga Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, yang diduga hilang di aliran Sungai Batang Bangko terus dilakukan hingga hari kedua,(19/5/2026).

Tim gabungan dari Basarnas, TNI AD, TNI AL, Polair Polres Madina, BPBD serta masyarakat setempat masih berjibaku melakukan pencarian korban yang diketahui berinisial “A”.
Korban dilaporkan hilang pada Minggu petang sekitar pukul 18.00 WIB saat melakukan aktivitas di sekitar Sungai Batang Bangko, Desa Airapa.

Hingga Selasa hari ini, pencarian telah berlangsung selama kurang lebih 54 jam, namun korban masih belum ditemukan.

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan antusiasme warga dalam membantu proses pencarian sangat tinggi. Sejak hari pertama, masyarakat dari Desa Airapa maupun desa-desa tetangga turut menyisir aliran sungai, melakukan penyelaman secara manual, hingga menggunakan bantuan orang pintar dengan harapan korban segera ditemukan.

Namun kondisi sungai yang semakin berbahaya akibat hujan pada malam hari tadi sebelumnya membuat debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. Situasi tersebut membuat tim gabungan mengambil langkah tegas demi keselamatan warga.

Pada hari kedua pencarian, sejumlah warga diketahui berniat kembali turun ke sungai untuk melakukan penyelaman menggunakan alat seadanya.
Melihat kondisi yang berisiko tinggi, Danpos Basarnas Mandailing Natal bersama personel TNI/Polri, Camat Sinunukan, serta Kepala Desa Airapa memberikan arahan agar masyarakat menghentikan aktivitas penyelaman mandiri.

Danpos Basarnas Mandailing Natal, Rizal Rangkuti, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh warga yang ikut membantu proses pencarian korban.
Menurutnya, kepedulian masyarakat sangat luar biasa dan menjadi bukti kuatnya solidaritas warga dalam menghadapi musibah.

Namun ia juga mengingatkan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
“Terima kasih dan applaus kami kepada seluruh masyarakat yang terus membantu pencarian. Namun kondisi sungai saat ini cukup deras dan mengalami kenaikan debit air akibat hujan semalam. Selain itu, terdapat predator di sungai yang bahkan sudah dilihat langsung oleh tim Basarnas, karena itu kami berharap masyarakat tidak lagi turun ke sungai demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sinunukan, Abdi Putra Negara Pulungan, juga mengimbau masyarakat agar bisa mempercayakan proses pencarian kepada tim gabungan yang telah dilengkapi kemampuan dan peralatan khusus.

Ia menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh unsur terkait tidak ingin proses pencarian justru menimbulkan korban baru akibat tingginya risiko di lokasi kejadian.
“Kita berharap masyarakat dapat memahami situasi ini dan mempercayakan pencarian kepada tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri.

Jangan sampai niat membantu malah menimbulkan korban tambahan,” ungkapnya.
Imbauan tersebut mendapat respons positif dari tokoh pemuda Desa Airapa, termasuk Ketua Karang Taruna Airapa Buyung Palala bersama Aswiro, Warman, M.Faisar Hasibuan dan sejumlah pemuda lainnya yang turut membantu mengondisikan masyarakat di lokasi pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan

(MO)

Team Reaksi Cepat (TRC) Kota Medan Beri Ucapan Terimakasih Kepada Kapolrestabes Medan Melalui Karangan Bunga.

MEDAN,kabarbangsa.my.id – Sekjend TRC Kota Medan Willyam Pasaribu Mengatakan Dukungan masyarakat adalah api semangat bersama Kapolrestabes Medan, Kasat Reskrim, dan Kanit Resmob untuk memberantas tindak pidana serta kejahatan 3C/begal tak akan diberi ruang, Senin (18/5/2026).

Di tangan pemimpin yang berani, kejahatan tidak diberi ruang. Teruslah berdiri di garis terdepan, Kapolrestabes Medan memberantas tindak pidana dan kejahatan 3C maupun begal tanpa ragu. Ketegasan adalah keadilan bagi masyarakat.

Tegas, cepat, dan tak kenal takut demi keamanan kota Medan !, Kami masyarakat kota Medan sepenuhnya mendukung Kinerja Kapolrestabes Medan dan menaruh harapan besar agar tercipta nya situasi kota Medan yang aman dan damai.

Kami doakan Bapak Kapolrestabes Medan beserta Kasat Reskrim dan Kanit Resmob selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam menegakkan keadilan.

Tampak beberapa karangan bunga berjejer dihalaman Polrestabes Medan, terlihat diantaranya karangan bunga dari Team Reaksi Cepat (TRC) kota Medan yang juga mengucapkakan terimakasih atas kerja nyata kepada Kapolrestabes Medan beserta jajaran.

Team Reaksi Cepat (TRC) Kota Medan ini sendiri adalah Mitra dari Polri, yang dalam kegiatannya adalah memberantas Begal, Tindak Kejahatan Jalanan terkhusus di Kota Medan.

Dalam paparannya, Reza Wahyu selaku Katim Team Reaksi Cepat kota Medan mengatakan terimakasih kepada Kapolrestabes Medan beserta jajaran atas kerja nyata dalam memberantas 3C/Begal tanpa pandang bulu. Semoga bapak Kapolrestabes Medan beserta jajarannya diberikan kesehatan & kelancaran dalam tugasnya. Teruslah mengabdi untuk Bangsa & Negara & jangan takut akan Kebenaran.

(Willyam Pasaribu )

KUA Sinunukan Berikan Bimbingan Pra Nikah untuk 15 Pasang Calon Pengantin.

MANDAILING NATAL, kabarbangsa.my.id –
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, terus berkomitmen memberikan pembinaan kepada calon pengantin (catin) melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) sebagai bekal menghadapi kehidupan rumah tangga. (15/5/2026).

Kegiatan yang digelar pada Senin (11/05/2026) di Kantor KUA Kecamatan Sinunukan itu diikuti oleh 15 pasang calon pengantin yang telah menyelesaikan proses administrasi pernikahan.

Ka. KUA Kecamatan Sinunukan, Ali Mora Siagian, S.Sos.I menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mempersiapkan para catin agar lebih matang dalam menjalani kehidupan berumah tangga serta mampu menghadapi berbagai persoalan keluarga dengan bijak.
“Bulan ini ada 15 pasang calon pengantin yang mengikuti bimbingan. Insyaallah pencatatan nikah keempat akan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei nanti di Desa Sinunukan I,” ujar Ali Mora Siagian.

Ia juga menjelaskan, saat ini KUA Kecamatan Sinunukan memiliki sembilan pegawai aktif yang terdiri dari satu penghulu, satu CPNS penghulu, satu PPPK penyuluh, satu CPNS penyuluh, serta tenaga administrasi lainnya.
Menurutnya, pembekalan kepada calon pengantin sangat penting agar pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan mental, spiritual, dan kemampuan menyelesaikan persoalan rumah tangga secara baik.

“Kegiatan ini kita adakan untuk mempersiapkan calon pengantin agar lebih siap menghadapi problematika berumah tangga. Bagaimana mereka menghadapi persoalan dan menyelesaikannya dengan komunikasi serta pemahaman yang baik,” tambahnya.

Dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin), para peserta mendapatkan materi dan pembahasan penting yang meliputi sembilan poin utama, yakni:
Visi, misi, dan tujuan pernikahan
Hak dan kewajiban suami istri
Manajemen keluarga
Kesehatan reproduksi dan keluarga
Pendidikan serta pengasuhan anak
Manajemen konflik dan komunikasi
Hubungan sosial dan keluarga
Kesesuaian data dokumen
Persiapan kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Selain itu, para calon pengantin juga diwajibkan melengkapi berbagai persiapan penting, di antaranya administrasi dan dokumen pernikahan di KUA, kesiapan mental dan spiritual, serta pemeriksaan kesehatan calon pengantin.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Sinunukan berharap para pasangan yang akan menikah dapat membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah, dan mampu menjadi contoh baik di tengah masyarakat

(MO).

Kapolsek Tanah Jawa Pimpin Langsung Apel Korve Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2026, Polri Hadir Nyata di Tengah Masyarakat Tani.

SIMALUNGUM, kabarbangsa.my.id – Semangat kebersamaan antara institusi Polri dan masyarakat petani kembali ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Polsek Tanah Jawa, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara. Personel Polsek Tanah Jawa turun langsung ke ladang untuk ikut serta dalam kegiatan korve mendukung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di wilayah hukumnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Banuara Manurung, S.H., sebagai wujud nyata Polri yang hadir, humanis, dan berintegritas di tengah kehidupan masyarakat.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi pada Jumat, 15 Mei 2026, sekira pukul 14.44 WIB, menjelaskan bahwa keterlibatan personel Polsek Tanah Jawa dalam kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari bentuk nyata kehadiran Polri untuk masyarakat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Kegiatan korve dalam rangka Panen Raya Jagung Serentak ini adalah cerminan Polri yang tidak hanya hadir dalam urusan keamanan, tetapi juga peduli dan berdampingan langsung dengan kehidupan masyarakat, termasuk para petani di wilayah Tanah Jawa,” ujar AKP Verry Purba kepada awak media.

Kegiatan korve tersebut dilaksanakan pada Jumat, 15 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di perladangan milik Pak Siallagan, Nagori Muara Mulia, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Cuaca cerah pada pagi hari turut mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dengan aman dan kondusif.

Sebelum kegiatan korve dimulai, Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Banuara Manurung, S.H., terlebih dahulu memimpin apel persiapan dan memberikan arahan langsung kepada seluruh personel yang terlibat. Dalam arahannya, KOMPOL Banuara Manurung menyampaikan apresiasi sekaligus menekankan pentingnya pelaksanaan tugas yang penuh tanggung jawab.

“Terima kasih kepada seluruh personel yang telah hadir dalam apel persiapan korve dalam rangka Panen Raya Jagung Kuartal II ini. Kehadiran kita di sini adalah bentuk nyata pengabdian kita kepada masyarakat,” ucap KOMPOL Banuara Manurung di hadapan seluruh personel.

Lebih lanjut, Kapolsek Tanah Jawa juga menegaskan bahwa setiap personel yang terlibat dalam kegiatan ini harus melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati dan penuh rasa tanggung jawab. Tidak hanya itu, KOMPOL Banuara Manurung juga mengingatkan seluruh personel agar hadir tepat waktu di Polsek Tanah Jawa pada pelaksanaan kegiatan berikutnya, serta memastikan setiap anggota memahami dengan baik tugas dan perannya masing-masing.

“Agar pada pelaksanaan korve ini dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Seluruh personel harus hadir tepat waktu dan memahami tugas yang akan dilaksanakan. Ini bukan sekadar rutinitas, ini adalah wujud pengabdian kita kepada masyarakat dan bangsa,” ungkap KOMPOL Banuara Manurung.

AKP Verry Purba menambahkan bahwa keikutsertaan Polri dalam kegiatan panen raya jagung serentak ini juga merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan yang tengah digalakkan oleh pemerintah pusat. Dengan terjunnya personel kepolisian langsung ke ladang bersama masyarakat petani, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kepercayaan yang semakin kuat antara institusi Polri dan masyarakat di akar rumput.

“Polri bukan hanya hadir saat ada masalah. Polri hadir dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan melalui kegiatan panen raya seperti ini. Inilah wajah Polri yang humanis dan berintegritas,” pungkas AKP Verry Purba.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan korve Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa masih berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif di bawah cuaca yang cerah.

(EB)

Kapolsek Torgamba Bersama Personel Melayat dan Berikan Trauma Healing kepada Keluarga Korban Pengeroyokan di Aek Batu.

LABUSEL, corongrakyat.my.if – Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Wahyu Kurniawan, korban penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang terjadi di wilayah Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Kapolsek Torgamba bersama para Kanit melayat sekaligus memberikan trauma healing kepada keluarga korban, Jumat (15/5/2026) di Kampung Lalang, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga, S.H. didampingi Ps. Kanit Intel AIPTU Jhoni, Ps. Kanit Binmas AIPTU B. Sinaga, Ps. Kanit Lantas AIPTU Kariyanto, serta Ps. Kanit Sabhara AIPTU PF Tanjung.

Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. melalui Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga, S.H. menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya korban akibat tindakan pengeroyokan tersebut.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga korban. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada orang tua serta keluarga almarhum agar tetap tabah menghadapi cobaan ini,” ujar AKP S Gurusinga di sela kegiatan.

Selain melayat, personel Polsek Torgamba juga memberikan trauma healing kepada keluarga korban guna membantu mengurangi rasa duka dan tekanan psikologis yang dialami pascakejadian tragis tersebut.

Kapolsek menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menangani perkara tersebut secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami memastikan proses hukum berjalan secara adil dan transparan. Siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Suasana haru tampak menyelimuti rumah duka saat personel kepolisian berbincang dan memberikan penguatan kepada keluarga korban. Kehadiran aparat kepolisian di tengah keluarga yang berduka dinilai memberi ketenangan sekaligus harapan agar kasus tersebut segera terungkap secara tuntas.

(Irpan Has)

Kepala SPPG Panyabungan Penggorengan Minta Maaf, Akui Adanya Ulat pada MBG di SMKN 3 Panyabungan.

MANDAILING NATAL kabarbangsa.my.id –
Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Panyabungan Penggorengan, Ahmad Fahrur Rozi Rangkuti, akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas terdapat ulat dalam makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke SMKN 3 Panyabungan, (14/5/2026).

Permintaan maaf tersebut tertuang dalam berita acara resmi yang disampaikan pihak satuan MBG Kabupaten Mandailing Natal. Dalam dokumen itu, Kepala SPPG Panyabungan Penggorengan, Ahmad Fahrur Rozi Rangkuti, secara tegas mengakui adanya ulat di dalam ompreng makanan yang dibagikan kepada para siswa.

Peristiwa tersebut sebelumnya sempat menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah serta para wali murid. Menyikapi hal itu, pihak SPPG disebut telah mendatangi sejumlah sekolah untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas kelalaian yang terjadi dalam proses penyediaan makanan MBG.

“Pihak SPPG sudah meminta maaf kepada sekolah-sekolah dan wali murid atas kejadian ini,” ungkap sumber yang diterima.

Meski demikian, masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Program MBG yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi pelajar dinilai harus tetap mengedepankan standar kebersihan

(tim/MO)

Diduga Ada Tarikan Pungli di Pasar Sumber Agung, Pedagang Keluhkan Setoran Tidak Jelas.

PRINGSEWU, LAMPUNG ,kabarbangsa.my.id ‘Jumat. 15-05-2026- Aktivitas penarikan retribusi di Pasar Pekon Sumber Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, menuai sorotan dan keluhan dari warga serta para pedagang. Pungutan tersebut diduga dilakukan oleh oknum yang dinilai tidak jelas legalitas maupun dasar pengelolaannya.

Para pedagang mengaku diminta membayar sejumlah uang retribusi setiap kali berjualan. Namun, mereka mempertanyakan kejelasan setoran uang tersebut karena dinilai tidak dilakukan sesuai prosedur resmi sebagaimana mestinya.

Berdasarkan pantauan dan keterangan sejumlah warga, petugas penarik retribusi disebut tidak mengenakan atribut atau seragam resmi. Selain itu, karcis yang diberikan kepada pedagang juga dinilai tidak memenuhi standar administrasi karena tidak terdapat cap atau stempel resmi, serta tidak mencantumkan tanggal, bulan, maupun tahun penerbitan.

Di dalam karcis hanya tertulis:

“Retribusi Pasar Sumber Agung Kec. Ambarawa Kabupaten Pringsewu Rp2.000. Ketua Mujiono, Bendahara Slamet.”

Salah satu pedagang mengaku keberatan karena selain membayar retribusi harian, pedagang juga diminta membayar biaya meja dan lokasi berjualan.

“Iya bang, kami kalau mau berdagang harus bayar meja dan lokasi, tapi kami tidak tahu uang itu mereka setor ke siapa,” ungkap salah satu pedagang kepada awak media.

Keluhan pedagang semakin memanas setelah salah satu petugas penarik retribusi berinisial S disebut sempat mengeluarkan pernyataan bernada menantang saat ditanya terkait aliran dana hasil pungutan tersebut.

Menurut keterangan pedagang, ketika ditanya setoran retribusi tersebut diserahkan ke mana, S justru menjawab dengan nada tinggi.

“Ya sudah, laporkan aja ke kejaksaan atau ke polres, saya tidak takut,” ujar S, sebagaimana disampaikan pedagang kepada awak media.

Pernyataan tersebut sontak memicu keresahan di kalangan pedagang dan warga karena dinilai tidak memberikan penjelasan yang transparan terkait pengelolaan uang pungutan.

Untuk memperoleh informasi yang berimbang, awak media kemudian menghubungi Kepala Pekon Sumber Agung melalui sambungan telepon. Dalam keterangannya, kepala pekon menyampaikan bahwa pihaknya telah mengagendakan pertemuan bersama pengurus pasar guna membahas persoalan tersebut.

Saat ditanya apakah lokasi pasar merupakan aset desa, kepala pekon menjelaskan bahwa pasar tersebut bukan milik pemerintah pekon, melainkan milik perorangan dan disebut tidak memberikan kontribusi kepada pemerintah desa.

Warga dan para pedagang berharap dinas terkait dapat turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan mengenai legalitas pengelolaan pasar maupun dasar penarikan retribusi yang dilakukan terhadap pedagang.

Masyarakat juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan penyelidikan apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum atau praktik pungutan liar yang merugikan pedagang maupun pengunjung pasar.

“Kalau memang terbukti tidak memiliki izin atau ada dugaan pungli, kami berharap APH turun tangan membersihkan oknum-oknum yang meresahkan pedagang dan pengunjung pasar,” ujar salah satu warga.

Praktik pungutan di lokasi pasar tersebut diduga dapat bertentangan dengan ketentuan hukum apabila ditemukan unsur pemaksaan maupun pungutan tanpa dasar aturan yang jelas. Dugaan tersebut dapat mengarah pada Pasal 368 KUHP tentang pemerasan apabila terdapat unsur paksaan terhadap pedagang, serta Pasal 378 KUHP apabila pungutan dilakukan dengan keterangan atau dalih yang diduga tidak sesuai fakta.

Selain itu, apabila pungutan dilakukan dengan mengatasnamakan retribusi resmi tanpa dasar aturan yang sah, praktik tersebut juga berpotensi masuk dalam kategori pungutan liar yang dapat ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar terkait legalitas pengelolaan pasar maupun kejelasan aliran dana hasil pungutan retribusi tersebut.

(Kaperwil Lampung)

Kapolsek Torgamba dan Kasat Lantas Polres Labusel Sambangi Konten Kreator Bukit Kodok, Pererat Silaturahmi dan Edukasi Kamtibmas.

LABUSEL,kabarbangsa.my.id – Dalam upaya mempererat hubungan humanis antara Polri dan masyarakat, Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga, S.H. bersama Kasat Lantas Polres Labuhanbatu Selatan AKP Yustina, S.H, M.H. melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi dengan konten kreator Bukit Kodok di Desa Torgamba, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut turut dihadiri Kanit Reskrim Polsek Torgamba IPTU Rajo Hamonangan Lubis, S.H, M.H. KBO Lantas IPTU PL Tobing, S.H. Kanit Propam AIPTU Erwin Lubis, Kasium AIPDA Hayali Rambe, Bripda Arifin, serta Jumanto Bintang selaku konten kreator Bukit Kodok.

Dalam kegiatan itu, rombongan melakukan tatap muka dan silaturahmi sekaligus memberikan bingkisan berupa roti dan air mineral kepada konten kreator Bukit Kodok. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat selama kegiatan berlangsung, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. melalui Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan sambang tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk para kreator konten yang memiliki pengaruh positif di tengah masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat. Kehadiran para konten kreator diharapkan dapat menjadi mitra dalam menyampaikan pesan-pesan positif, edukasi, serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar AKP S Gurusinga.

Ia juga menambahkan bahwa silaturahmi tersebut menjadi sarana memperkuat sinergitas dan membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat di wilayah hukum Polsek Torgamba.

Sementara itu, konten kreator Bukit Kodok, Jumanto Bintang, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi kepedulian serta perhatian jajaran kepolisian terhadap masyarakat dan pelaku kreatif lokal.

Kegiatan sambang dan silaturahmi berakhir dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.
Polres Labuhanbatu Selatan yang Presisi siap mengamankan agenda Kamtibmas dengan terus berbuat baik, kerja cepat, cerdas dan tuntas serta ikhlas.

(Irpan Has)

Satlantas Polres Labusel Pasang Spanduk Himbauan di Titik Rawan Laka Lantas Jalinsum.

LABUSEL, kabarbangsa.my.id – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, Personel Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan melaksanakan pemasangan spanduk himbauan di sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah Jalinsum, Minggu (10/05/2026) sore.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi strategis, yakni di kawasan Simaninggir Jalinsum Kotapinang–Gunung Tua serta di depan Kantor Bupati pada jalur Jalinsum Sosopan–Gunung Tua.

Pemasangan spanduk dilakukan oleh personel Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan, BRIGPOL Julhamadi Munthe dan BRIPDA Tondi Harahap, sebagai bentuk langkah preventif kepolisian dalam mengingatkan para pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di daerah yang dinilai rawan kecelakaan.

Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. melalui Kasat Lantas Polres Labuhanbatu Selatan, AKP Yustina, S.H, M.H. menyampaikan bahwa pemasangan spanduk himbauan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat. Dengan adanya spanduk himbauan ini, kami berharap pengguna jalan lebih waspada, mematuhi aturan lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan saat berkendara,” ujar AKP Yustina.

Ia juga menambahkan bahwa jalur lintas Sumatera di wilayah hukum Polres Labuhanbatu Selatan memiliki mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, sehingga diperlukan langkah-langkah edukatif dan humanis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar. Hingga selesai, seluruh spanduk himbauan berhasil terpasang dengan baik di titik-titik yang telah ditentukan sebagai daerah rawan laka lantas.

(Irpan Has)