Mengapa Narapidana Tertentu Kerap Jadi Sasaran Tudingan?

MEDAN, SUMATERA UTARA — Mengapa narapidana tertentu sering kali menjadi sasaran empuk tudingan miring seperti mengendalikan narkoba, meskipun mereka sudah berada di dalam pengawasan super ketat penjara? Kasus terbaru yang menimpa seorang warga binaan menjadi contoh nyata bagaimana status rentan seorang narapidana kerap dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk melancarkan serangan isu liar.

Secara sosiologis, seseorang yang berstatus sebagai narapidana memiliki posisi tawar yang lemah di mata publik. Opini masyarakat cenderung mudah percaya pada hal-hal negatif yang disematkan kepada mereka, meskipun hal tersebut sama sekali tidak didukung oleh bukti. Celah psikologis massa inilah yang dimanfaatkan oleh sekelompok oknum untuk melempar isu transaksi narkoba tanpa rasa takut akan sanksi hukum.

“Narapidana sering dijadikan sasaran karena mereka dianggap tidak bisa membela diri dengan bebas di luar. Kelompok penuduh merasa aman melempar fitnah karena korban terkurung di dalam sel. Ini adalah tindakan yang tidak adil dan pengecut,” jelas seorang sosiolog kriminalitas dalam wawancaranya.

Dalam kasus yang sedang hangat ini, tuduhan bahwa narapidana tersebut bertransaksi narkoba di dalam Lapas terbukti patah setelah serangkaian pemeriksaan internal menyatakan tidak ada bukti apa pun. Hal ini menunjukkan bahwa isu liar tersebut sengaja diproduksi bukan berdasarkan realitas di dalam sel, melainkan murni desain opini dari luar untuk tujuan menyudutkan figur tertentu.

Serangan isu liar semacam ini tidak hanya merugikan sang narapidana secara personal, tetapi juga mengaburkan fokus pembinaan yang sedang berjalan di dalam Lapas. Narapidana yang seharusnya fokus memperbaiki diri dan bertobat justru energinya terkuras untuk memikirkan fitnah eksternal yang menyerang nama baiknya dan keluarganya.

Oleh karena itu, penting bagi media massa untuk menyajikan pemberitaan yang berimbang dan tidak ikut serta menggoreng isu liar yang tidak jelas sumber faktanya. Perlindungan terhadap hak asasi warga binaan, termasuk perlindungan dari fitnah yang tidak terbukti, harus tetap ditegakkan demi menjaga marwah sistem peradilan yang adil.

Ketua BMI Kota Medan Ucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118.

SUMATERA UTARA, kabarbangsa.my.ud –– Ketua PD Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan, Amir Husin, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang diperingati pada 20 Mei 2026.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap semangat persatuan, perjuangan, dan kebangkitan bangsa Indonesia dalam membangun masa depan yang lebih maju dan sejahtera, (20/5/2026)

Dalam penyampaiannya, Amir Husin mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga semangat nasionalisme dan kebersamaan demi kemajuan bangsa.
“Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Bilal Mayyit Indonesia Kota Medan siap terus berkontribusi di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pelayanan umat.

Peringatan Harkitnas ke-118 tahun 2026 mengusung semangat bangkit bersama demi mewujudkan Indonesia yang maju, kuat, dan berdaulat. (Amir Hhsin).

Wakapolres Labusel Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Tegaskan Semangat Kebangkitan Nasional Harus Dimulai dari Daerah.

LABUSEL, kabarbangsa.my.id – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan berlangsung khidmat di halaman apel Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, Jalan Lintas Sumatera Kotapinang–Gunung Tua, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Rabu (20/5/2026).

Dalam upacara tersebut, Wakapolres Polres Labuhanbatu Selatan KOMPOL Moch Guntur Pryantoko, S.H, M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan Syahdian Purba Siboro, S.H. Danramil 11/Kotapinang MAYOR Inf Hendra Gunawan, perwakilan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan Adi Kuangga, S.H, M.H. Kepala Kantor Kementerian Agama Labuhanbatu Selatan H. Muhammad Fery, S.Sos.I, M.AP. Sekdakab M. Reza Pahlevi Nasution, S.S.T.P, M.AP. para pimpinan OPD, pejabat utama Polres Labuhanbatu Selatan, personel TNI-Polri serta peserta upacara lainnya.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan, semangat gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman.

Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. melalui Wakapolres KOMPOL Moch Guntur Pryantoko menyampaikan bahwa semangat kebangkitan nasional tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai ajakan untuk terus membangun daerah dengan kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat dan aparatur negara untuk terus bekerja, melayani dan menjaga persatuan bangsa. Kebangkitan itu dimulai dari hal-hal kecil, dari disiplin, kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar KOMPOL Guntur.

Ia juga menegaskan bahwa sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme. Para peserta tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa yang telah menanamkan semangat persatuan dan kebangkitan nasional.

(Irpan Has)

Antara Tagline “BAHAGIA” dan Realita: Publik Pertanyakan Akuntabilitas Pemkab Batu Bara.

Batu Bara, kabarbangsa.my.id — Pemerintah Kabupaten Batu Bara dikenal dengan visi kepemimpinan yang dituangkan dalam tagline “BAHAGIA”, sebuah akronim dari Berorientasi Pelayanan, Amanah, Harmonis, Akuntabel, Giat, Inovatif, dan Adil. Slogan tersebut seharusnya menjadi pedoman moral sekaligus semangat pelayanan bagi seluruh aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugas kepada masyarakat.

Namun di tengah indahnya jargon tersebut, realitas di lapangan justru memunculkan ironi yang dinilai bertolak belakang dengan semangat “BAHAGIA” itu sendiri. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI Nomor: 66.A/LHP/XVIII.MDN/05/2025 tanggal 23 Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Batu Bara kembali memperoleh opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) atas LKPD Tahun Anggaran 2024.

Dalam laporan tersebut, tercatat sedikitnya 12 temuan penting beserta 12 rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti. Permasalahan yang ditemukan antara lain menyangkut kebijakan akuntansi properti investasi yang belum teridentifikasi secara memadai, pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum tertib, hingga dugaan kelebihan pembayaran belanja pada Dinas PUTR yang nilainya mencapai lebih dari Rp7 miliar. Selain itu, terdapat pula persoalan dalam penganggaran belanja modal di lingkungan Dinas Pendidikan.

Sorotan tajam juga mengarah pada pengelolaan BUMD strategis, PT Pembangunan Bahtera Berjaya. Nilai investasi jangka panjang daerah sebesar Rp19,8 miliar lebih disebut dalam kondisi “tidak dapat diuji”, sementara laporan keuangan perusahaan memperoleh status disclaimer dan operasional perusahaan dikabarkan telah berhenti total.

Menyikapi persoalan tersebut, awak media dari Adyaksa bersama SumutBrantas.id melakukan upaya konfirmasi resmi kepada Rusian Heri yang baru dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara. Sejumlah pertanyaan strategis disampaikan secara tertulis melalui pesan WhatsApp dengan bahasa yang disebut santun dan profesional.

Namun hingga lebih dari 36 jam sejak pesan dikirimkan, tidak ada tanggapan maupun jawaban yang diberikan. Sikap diam tersebut memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat, terutama terkait komitmen keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas birokrasi.

Beberapa pertanyaan yang diajukan media di antaranya terkait langkah konkret penyelamatan aset daerah senilai Rp19,8 miliar, kemungkinan audit investigatif terhadap pengelolaan BUMD, evaluasi terhadap pejabat sebelumnya, hingga strategi masa depan perusahaan apakah akan dibenahi, dilikuidasi, atau tetap dipertahankan.

Selain itu, media juga mempertanyakan komitmen keterbukaan informasi publik, mengingat poin “Akuntabel” dan “Berorientasi Pelayanan” dalam tagline “BAHAGIA” dinilai menuntut pejabat publik untuk responsif, terbuka, dan siap memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Sikap tidak merespons tersebut menuai kritik dari sejumlah elemen masyarakat. Mereka menilai bahwa slogan pemerintahan akan kehilangan makna apabila tidak diwujudkan dalam praktik pelayanan dan keterbukaan terhadap publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pj Sekda Kabupaten Batu Bara belum memberikan klarifikasi ataupun jawaban resmi terkait sejumlah pertanyaan yang telah diajukan awak media.

( IR4ONE).

Hardiknas Sinunukan: Dari Ajang Kecamatan, Prestasi Tembus Kabupaten hingga Provinsi.

Madina/Sinunukan, kabarbangsa.my.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kecamatan Sinunukan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan antar sekolah, (2/5/2026).

Lebih dari itu, momentum ini telah menjelma menjadi panggung prestasi yang mampu menembus tingkat kabupaten bahkan provinsi.Berdasarkan catatan dan pantauan awak media dalam beberapa tahun terakhir, kualitas pendidikan di Kecamatan Sinunukan menunjukkan peningkatan signifikan.

Hal ini dibuktikan dengan berbagai capaian prestasi yang diraih para pelajar dalam beragam ajang perlombaan, baik di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Mandailing Natal.

Salah satu penampilan yang menyita perhatian dalam peringatan Hardiknas tahun 2026 adalah vokal grup atau paduan suara dari SMP Negeri 2 Sinunukan. Membawakan lagu wajib nasional serta Hymne Guru, penampilan mereka berlangsung khidmat sekaligus memukau.

Camat Sinunukan Abdi Pulungan SH MH selaku Inspektur upacara dan Mhd Rizki Nasution SPd Komandan Upacara Paskibra dari SMA NEGERI I Sinunukan.

Riswan Harahap, S.Pd., saat berbincang dengan awak media, menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia Hardiknas yang telah memberikan kepercayaan kepada SMP Negeri 2 Sinunukan untuk tampil sebagai paduan suara. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi besar bagi siswa dan guru untuk terus meningkatkan kualitas.

Kemeriahan acara juga semakin terasa dengan penampilan marching band dari SD Negeri 327 Sinunukan III. Atraksi tersebut berhasil menghidupkan suasana dan mendapat apresiasi dari para peserta dan masyarakat yang hadir.

Tak hanya itu, sejumlah sekolah lainnya seperti SD Negeri 329, SD Negeri Suka Dame, SMP Negeri 1 Sinunukan, serta SMP Negeri 2 Sinunukan turut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Hardiknas tahun ini.

LDi sisi lain, Ihsan Nasution, S.Pd., mengungkapkan bahwa SMA Negeri 1 Sinunukan juga mencatatkan prestasi gemilang di tingkat kabupaten dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FIS3N). Adapun capaian yang diraih meliputi juara I gitar solo, juara I cipta lagu, juara I vokal solo putra, juara II vokal solo putri, serta juara III baca puisi.

Tak berhenti di situ, para siswa juga menunjukkan kemampuan di berbagai event lainnya, termasuk olimpiade sains tingkat provinsi hingga keterlibatan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra).“Kami sebagai dewan pendidik akan terus berbenah untuk mencapai hasil yang lebih maksimal,” ujar Ihsan.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan di Sinunukan turut tercermin dari para alumni yang telah berhasil meraih cita-cita, baik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), camat, anggota TNI/Polri, pengusaha, hingga anggota legislatif.

Dengan semangat Hardiknas, dunia pendidikan di Kecamatan Sinunukan diharapkan terus berkembang dan mampu melahirkan generasi unggul yang berdaya saing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional (MO)

Kepala Desa Bagelen Dorong Percepatan KDMP, Usaha Sudah Jalan Meski Modal Minim.

Pesawaran, kabarbangsa.my.id –Kamis 16-04-2026- Komitmen membangun kemandirian ekonomi desa terus ditunjukkan Kepala Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Merdi. Di tengah keterbatasan modal, ia tetap tancap gas mengembangkan Koperasi Desa Multi Pihak (KDMP) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat

.Langkah nyata tersebut ditandai dengan dimulainya aktivitas usaha koperasi melalui pemesanan barang oleh jajaran pengurus dan pengawas KDMP Desa Bagelen, yang dilaksanakan pada Rabu (15/4/2026).Kegiatan ini menjadi simbol resmi berjalannya operasional awal koperasi.

Pada tahap perdana, KDMP Desa Bagelen mulai mengembangkan usaha dengan menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako hingga barang elektronik. Inisiatif ini diharapkan menjadi pijakan awal menuju pengembangan usaha yang lebih luas dan melibatkan seluruh anggota koperasi secara aktif.

Kepala Desa Bagelen, Merdi, menegaskan bahwa koperasi ini dibangun dari kekuatan swadaya anggota, melalui simpanan pokok dan simpanan wajib, yang diharapkan mampu meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat desa.

“Dengan modal awal dari anggota, kami berharap KDMP ini bisa tumbuh, berkembang, dan membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski pembangunan gerai koperasi belum rampung sepenuhnya, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda pergerakan. Aktivitas usaha tetap berjalan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

“Gerai memang belum selesai, tapi usaha sudah mulai berjalan. Kami optimis bisa terus berkembang,” tegasnya.

Upaya ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah hambatan, melainkan tantangan yang mendorong inovasi dan semangat gotong royong dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. (Feri)