Pelatihan Kerja Lapangan SMK Muhammadiyah titip titipkan 2 siswa di Desa Sinunukan III.

MANDAILING NATAL,kabarbangsa.my.id – Senin,13 Juli 2026.


Kasek SMA Muhammadiyah ibu Kuntarseh, Spd titip siswa kelas XII untuk Pelatihan Kerja lapangan di Desa Sinunukan Kecamatan Sinunukan Kab, Mandailing Natal.

SMA Muhammadiyah Sinunukan secara resmi menitipkan tiga orang siswanya untuk mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Desa Sinunukan III, Kecamatan Sinunukan.

Program ini diharapkan menjadi sarana bagi para siswa untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan di lingkungan pemerintahan desa.

Kepala SMA Muhammadiyah Sinunukan dalam kesempatan tersebut menitipkan para peserta didik agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PKL dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik sekolah, serta memanfaatkan kesempatan ini sebagai bekal menghadapi dunia kerja di masa mendatang, 2 siswa kelas XII tsb masing-masing 1. Putri Amelia

  1. Saidi Muntasyir Lubis.

Sementara itu, Kepala Desa Sinunukan III, Imam Afkiri, menyambut baik kehadiran para siswa PKL dan menyampaikan sejumlah arahan yang harus dipatuhi selama menjalani praktik kerja selama lima bulan di kantor desa.

Ia menegaskan bahwa para siswa wajib mengenakan pakaian yang rapi dan lengkap sesuai ketentuan, menjaga disiplin, serta menunjukkan sikap sopan dan bertanggung jawab selama berada di lingkungan kerja.

“Kami berharap adik-adik dapat belajar dengan baik, menjaga etika, dan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku. Selama mengikuti PKL di Kantor Desa Sinunukan III, para siswa juga dilarang merokok,” tegas Imam Afkiri.

Selain mendapatkan pengalaman mengenai administrasi pemerintahan desa, para peserta PKL juga akan dibimbing untuk meningkatkan kemampuan mengoperasikan komputer sebagai salah satu keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Program PKL ini diharapkan mampu membentuk karakter, kedisiplinan, serta menambah wawasan dan keterampilan siswa sehingga setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah, mereka memiliki bekal pengalaman yang bermanfaat untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

(MO).

PKBM Anak Sumatera Terima Bantuan Program Pelatihan Desain Grafis dan Dukungan Peralatan dari PT PLN UID Sumut.

MEDAN, Selasa, 16 Juni 2026 – kabarbangsa.my.id – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Sumatera menerima bantuan program pelatihan desain grafis dan dukungan peralatan untuk pemberdayaan masyarakat marginal Kota Medan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PKBM Anak Sumatera, Jalan Tritura No. 10, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Senin (15/6/2026).

Penyerahan bantuan ditandai dengan pemberian secara simbolis berbagai peralatan pendukung pemberdayaan masyarakat oleh General Manager PT PLN (Persero) UID Sumut yang diwakili Manager Aset Properti Umum, Surya Syahputra Sitepu, kepada Ketua PKBM Anak Sumatera, Togar Sirait, S.Sos., S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Surya Syahputra Sitepu menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PT PLN UID Sumut terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi peserta didik dan anak-anak binaan PKBM Anak Sumatera. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta sehingga memiliki bekal yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha.

Melalui program pelatihan desain grafis tersebut, para peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan di era digital.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang diwakili Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF), Ismail Marzuki Siregar, S.Pd., M.AP., mengapresiasi langkah PT PLN UID Sumut yang telah memberikan perhatian kepada sektor pendidikan, khususnya bagi peserta didik PKBM Anak Sumatera.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat melalui keterampilan yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan.

Ketua DPW Forum Komunikasi PKBM Sumatera Utara, Manahan Sitanggang, S.H., turut menyampaikan rasa bangganya terhadap PKBM Anak Sumatera yang terus aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan keterampilan bagi peserta didiknya.

Ia menilai program-program tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Pada kesempatan itu, Ketua PKBM Anak Sumatera, Togar Sirait, S.Sos., S.H., M.H., menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan PT PLN UID Sumut berupa 25 unit komputer all in one Lenovo, satu set proyektor Epson, serta program pelatihan komputer desain grafis bagi masyarakat marginal yang diikuti oleh 25 peserta dengan durasi pelatihan sebanyak 200 Jam Pelajaran (JPL).

Togar Sirait mengucapkan terima kasih kepada PT PLN UID Sumut atas dukungan yang diberikan. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan keterampilan peserta didik serta mendukung pemberdayaan masyarakat marginal di Kota Medan.

(Willyam Pasaribu)

Pelatihan Fardhu Kifayah di Masjid Al Muhajirin Helvetia Diikuti 37 Peserta, BMI Kota Medan Tekankan Pentingnya Peran Keluarga dalam Pengurusan Jenazah.

MEDAB, Selasa. 10 Juni 2026 – sumutbrantas.id – Sebanyak 37 peserta mengikuti kegiatan Pelatihan Fardhu Kifayah Praktik Memandikan dan Mengkafani Jenazah yang diselenggarakan oleh Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan bekerja sama dengan BKM Masjid Al Muhajirin Perumnas Helvetia, Selasa (9/6/2026), di Masjid Al Muhajirin, Jalan Kamboja 13 Blok 4, Perumnas Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 15.30 WIB ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ilmu Fardhu Kifayah dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, mewakili panitia sekaligus Bilal Kecamatan Helvetia, Ibu Srimawati Salamah berpesan kepada seluruh peserta agar terus meningkatkan dan memperbarui pengetahuan tentang Fardhu Kifayah.

“Sebagai Bilal, kita harus terus meng-upgrade ilmu dan wawasan tentang Fardhu Kifayah. Jika tidak dibekali ilmu yang memadai, maka pekerjaan yang kita lakukan tidak akan maksimal, bahkan bisa tidak sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” ujarnya.

Sementara itu, Trainer sekaligus Ketua Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan, Amir Husin, menegaskan bahwa mempelajari ilmu Fardhu Kifayah merupakan kewajiban yang sangat penting bagi umat Islam.

Menurutnya, apabila ada anggota keluarga yang meninggal dunia, maka pihak yang paling berhak dan lebih utama (afdhal) mengurus jenazah adalah keluarga sendiri, bukan Bilal.

“Fungsi Bilal sebenarnya adalah membantu dan membimbing. Keluargalah yang memegang peran utama dalam pengurusan jenazah. Karena itu, masyarakat perlu memahami dan memiliki kemampuan dasar dalam pelaksanaan Fardhu Kifayah,” jelas Amir Husin.

Ia menambahkan, BMI hadir untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tanggung jawab pengurusan jenazah pada dasarnya berada di tangan keluarga. Selama ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa seluruh proses Fardhu Kifayah merupakan tugas Bilal semata.

Amir Husin menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan teladan mengenai hal tersebut. Apabila keluarga mampu dan memiliki pengetahuan yang cukup, maka keluarga sendirilah yang lebih utama mengurus jenazah. Namun apabila tidak mampu karena berbagai alasan, barulah tugas tersebut dapat diserahkan kepada Bilal yang amanah dan memiliki kompetensi di bidang Fardhu Kifayah.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, BMI Kota Medan juga berupaya mencetak kader-kader baru dari kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai regenerasi Bilal di masa depan.

“Kami berharap dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Kota Medan khususnya dan Indonesia pada umumnya memiliki Bilal-Bilal yang tangguh, profesional, serta siap melayani masyarakat selama 24 jam, termasuk dalam kondisi darurat maupun penanganan jenazah dengan kondisi khusus,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, pengurus BMI Kota Medan juga berharap Pemerintah Kota Medan dapat memberikan dukungan dengan membuka ruang pelatihan Fardhu Kifayah di kantor-kantor kecamatan dan kelurahan.

Menurut mereka, kegiatan pelatihan seperti ini sudah cukup lama tidak dirasakan masyarakat sejak wafatnya almarhum Drs. H. Lahmuddin Ritonga, yang selama hidupnya aktif mengedukasi masyarakat tentang pengurusan jenazah.

Redaksi