Guna Menjaga Keamanan Wilayah, Polsek Padang Tualang Rutin Melaksanakan Patroli Obyek Vital Pada SPBU

Langkat-KabarBangsa.My.id
Dalam upaya menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM), Polsek Padang Tualang
Melaksanakan patroli dialogis ke beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina yang ada di wilayah Kecamatan Padang Tualang. Pada Kamis (09/07/2026)

PS. Kapolsek Padang Tualang IPTU M. Yassir Parinduri M.H mengatakan Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa distribusi BBM berjalan sesuai aturan serta mengantisipasi adanya kecurangan yang dapat merugikan masyarakat dan merupakan bagian dari langkah preventif untuk mengawasi peredaran BBM di wilayah Kecamatan Padang Tualang.

Selain memantau situasi kamtibmas, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, menjaga barang berharga saat berada di tempat umum, segera melaporkan kepada pihak kepolisian serta Bisa menghubungi call center 110 Polres langkat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kehadiran personel Polri di lokasi diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah munculnya niat pelaku kejahatan.

Aipda JH. Togatorop mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu strategi kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat melalui kehadiran personel secara langsung di lapangan.

“SPBU merupakan salah satu objek vital yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi setiap harinya. Oleh karena itu, kehadiran anggota Polri melalui patroli dialogis sangat penting untuk memberikan rasa aman, mencegah potensi gangguan kamtibmas, sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, ” ujar Aipda JH. Togatorop.

Masyarakat dan petugas SPBU Karang Sari mengapresiasi kehadiran personel Polsek Padang Tualang yang secara rutin melaksanakan patroli di lokasi tersebut.

Menurut mereka, keberadaan anggota kepolisian membuat masyarakat merasa lebih tenang, nyaman, dan terlindungi saat beraktivitas, serta meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan Polri dalam menjaga keamanan di lingkungan sekitar.
(B.Panjaitan)

Kecelakaan Maut di Jalinsum Labusel, Pelajar SMP Tewas; Warga Soroti Lambannya Respons Satlantas

Labusel, KabarBangsa.My.id

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah PT. Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 17.31 WIB. Tabrakan antara sepeda motor Honda Supra dan Honda Verza merah itu merenggut nyawa seorang pelajar, sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Revan, pelajar SMP Negeri 1 Kotapinang yang akan memasuki kelas VIII. Korban diduga mengalami luka berat akibat benturan keras dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

Namun di balik tragedi tersebut, sorotan tajam justru mengarah pada lambannya respons petugas di lokasi. Sejumlah warga dan keluarga korban mengaku kecewa karena petugas dinilai tidak segera tiba untuk melakukan evakuasi maupun pengaturan arus lalu lintas.

Menurut keterangan keluarga korban, karena ambulans maupun kendaraan dari Satlantas tak kunjung datang, mereka akhirnya memutuskan membawa sendiri jenazah korban menggunakan kendaraan milik keluarga.

“Kalau lama kali datang ambulans atau mobil dari Satlantas, ya sudah biar kami bawa sendiri,” ujar salah seorang anggota keluarga dengan nada kecewa.

Akibat kecelakaan itu, arus kendaraan di Jalinsum sempat mengalami kemacetan cukup panjang. Warga sekitar yang berada di lokasi akhirnya turun tangan mengevakuasi korban ke tepi jalan agar tidak menghambat lalu lintas sekaligus memberikan pertolongan awal sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.

Seorang warga berinisial H.HR (52) mengaku masyarakat terpaksa bergerak cepat karena khawatir kondisi korban semakin memburuk.

“Kenapa lama sekali petugas Satlantas datang. Kalau kami tidak segera mengangkat para korban ke mobil, kami tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya.

Warga juga menyebut jenazah korban akhirnya dibawa menggunakan kendaraan pribadi karena belum ada kendaraan evakuasi yang tiba saat itu.

Saat dikonfirmasi, pihak Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan melalui Kasat Lantas AKP Yustina S.H., Menyampaikan bahwa petugas sedang menuju lokasi.
Namun berdasarkan keterangan sejumlah warga, petugas baru tiba beberapa waktu kemudian. Sementara Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga belum memberikan tanggapan saat dihubungi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi pasti kecelakaan, identitas lengkap seluruh korban, maupun penyebab tabrakan.
Polisi masih diharapkan segera menyampaikan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Peristiwa ini menjadi catatan serius bagi jajaran Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan. Dalam kecelakaan yang melibatkan korban jiwa, kecepatan respons petugas merupakan faktor penting untuk penyelamatan korban, pengamanan lokasi, dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Apabila benar terjadi keterlambatan sebagaimana disampaikan warga dan keluarga korban, maka evaluasi menyeluruh terhadap sistem respons darurat perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kekecewaan masyarakat.(Irpan Has)

Polsek Sungai Kanan Sisir Hutan Cari Titik Hotspot, Warga Diajak Cegah Karhutla Sejak Dini

Labusel, KabarBangsa.My.id

Komitmen mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Labuhanbatu Selatan. Personel Polsek Sungai Kanan bersama TNI, Manggala Agni, perangkat desa, dan masyarakat melakukan pengecekan titik hotspot yang terpantau melalui satelit di Dusun Tanjung Makmur, Desa Huta Godang, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas AIPDA Rojab Dalimunthe bersama Babinsa SERTU Datuk, petugas Manggala Agni Ahmad Yasir Dalimunthe, serta para kepala dusun dan masyarakat setempat.

Tim gabungan bergerak menuju lokasi berdasarkan koordinat titik hotspot kategori medium yang terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning pada Selasa (7/7/2026) pukul 18.30 WIB. Namun, hingga proses pencarian selesai, titik api tidak ditemukan karena lokasi berada di kawasan dengan akses yang sangat sulit, jalan terjal, serta dipenuhi semak belukar.

Selain melakukan pencarian, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, baik untuk keperluan pertanian maupun perkebunan. Langkah preventif tersebut dilakukan sebagai upaya meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. melalui Kapolsek Sungai Kanan IPTU Apri S. Damanik S.H. M.H. menegaskan bahwa pengecekan setiap laporan hotspot merupakan bentuk kesigapan aparat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak karhutla.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi. Sinergi antara Polri, TNI, Manggala Agni, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga wilayah tetap aman dari ancaman karhutla,” ujar IPTU Apri.

Ia menambahkan, meskipun titik api tidak ditemukan di lokasi yang terpantau satelit, patroli dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila melihat adanya asap atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah Desa Huta Godang terpantau aman, kondusif, dan tidak ditemukan adanya kebakaran hutan maupun lahan.(Irpan Has)

PT Palmaris Raya Realisasikan Permohonan Warga Desa Airapa, Salurkan Bantuan Air Bersih.

Teks Foto : Pembangunan sumur bor bantuan PT Palmaris Raya di Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan.

Mandailing Natal,kabarbangsa.my.id – Kamis,9 Juli 2026.

Bantuan Air Bersih Direalisasikan.

Permohonan masyarakat Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, terkait kebutuhan air bersih akhirnya mendapat respons dari pihak perusahaan swasta PT Palmaris Raya. Sekitar dua bulan yang lalu, PT Palmaris Raya telah menyerahkan bantuan tersebut kepada masyarakat berupa pembangunan satu unit sumur bor sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Warga Selama Ini Bergantung Pada Sungai Batang Bangko.

Selama ini, sebagian besar masyarakat Desa Airapa masih mengandalkan aliran Sungai Batang Bangko sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi sungai tersebut dinilai sudah tidak lagi layak dimanfaatkan sebagaimana sebelumnya karena airnya sering keruh dan berlumpur. Selain itu, masyarakat juga mengaku khawatir terhadap keberadaan predator jenis buaya di sungai tersebut yang pernah menyebabkan jatuhnya korban warga.

Sumur Bor Berkapasitas 5.000 Liter Per Jam..

Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, PT Palmaris Raya merealisasikan bantuan berupa satu unit sumur bor dengan kapasitas sekitar 5.000 liter per jam, yang dilengkapi dengan tandon (water tank) sebagai penampung air serta jaringan pipa induk sesuai dengan kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya.

Humas PT. Palmaris Raya Wujud Kepedulian Perusahaan.

Humas PT Palmaris Raya, Kohzein, kepada awak media menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami dari PT Palmaris Raya telah merealisasikan bantuan air bersih berupa sumur bor berkapasitas 5.000 liter per jam, lengkap dengan tandon penampung air dan pipa induk sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Tokoh Masyarakat Apresiasi Bantian.

Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga anggota BPD Desa Airapa, Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Palmaris Raya atas terealisasinya permohonan masyarakat tersebut.

“Alhamdulillah, kebutuhan air bersih yang selama ini kami harapkan akhirnya dapat direalisasikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Palmaris Raya atas kepeduliannya terhadap masyarakat Desa Airapa. Kami juga berharap pemerintah desa segera membangun dudukan atau tempat pemasangan tandon agar fasilitas ini dapat segera difungsikan dan dinikmati seluruh warga,” ungkapnya.

Harapan Masyarakat.

Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat berharap persoalan ketersediaan air bersih di Desa Airapa dapat teratasi, sehingga warga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Sungai Batang Bangko sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

(MO)

(Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia Menyatukan Asa, Menguatkan Solidaritas, Membangun Kesejahteraan)


DI BALIK Setiap berita yang dibaca masyarakat, terdapat kerja panjang para insan pers yang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan demi menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang. Mereka menjadi saksi perjalanan bangsa, merekam denyut kehidupan masyarakat, sekaligus mengawal demokrasi melalui karya jurnalistik. Namun, di balik dedikasi itu, tidak sedikit insan pers yang masih menghadapi tantangan ekonomi, ketidakpastian usaha media, hingga terbatasnya akses terhadap penguatan kesejahteraan keluarga.

Realitas inilah yang melahirkan sebuah kesadaran kolektif: sudah saatnya insan pers tidak hanya kuat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga kuat secara ekonomi.

Kesadaran tersebut menjelma menjadi sebuah gerakan pada 29 Oktober 2023 di Kota Medan. Hari itu bukan sekadar tanggal berdirinya sebuah koperasi. Hari itu menjadi penanda lahirnya sebuah ikhtiar bersama yang diberi nama Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia (Koperasi Pers Indonesia) —sebuah rumah besar yang dibangun di atas fondasi kebersamaan, gotong royong, dan cita-cita untuk menghadirkan kehidupan yang lebih sejahtera bagi keluarga besar pers Indonesia.

Dalam momentum Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tanggal 12 Juli 2026, perjalanan Koperasi Pers Indonesia menjadi pengingat bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha. Ia adalah gerakan sosial-ekonomi yang bertumpu pada nilai kemanusiaan, saling percaya, dan semangat untuk tumbuh bersama.

Di balik perjalanan itu, terdapat satu keyakinan yang terus dijaga: Solidaritas, Kemitraan, dan Kesejahteraan. Tiga kata sederhana yang kemudian menjadi moto sekaligus arah perjuangan koperasi.

“Kami mendirikan koperasi bukan karena ingin memiliki sebuah lembaga semata. Kami ingin membangun harapan. Harapan bahwa setiap insan pers memiliki ruang untuk bertumbuh, memiliki akses terhadap peluang ekonomi, dan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih layak bersama keluarganya. Ketika ekonomi anggota kuat, maka martabat profesi pers pun akan semakin kokoh,” ujar Devis Abuimau Karmoy, Ketua Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia.

Ketika Solidaritas Menjadi Modal Terbesar

Di tengah arus digitalisasi yang mengubah wajah industri media, banyak perusahaan pers dituntut melakukan efisiensi. Pola kerja berubah. Persaingan semakin ketat. Pendapatan media ikut mengalami pergeseran.

Namun, menurut Devis Abuimau Karmoy, tantangan sebesar apa pun tidak akan mampu melemahkan sebuah komunitas yang memiliki solidaritas.

Ia percaya bahwa sejarah koperasi di Indonesia selalu lahir dari kebutuhan masyarakat untuk saling menguatkan, bukan untuk saling bersaing. Nilai itu pula yang ingin dihidupkan kembali di lingkungan keluarga besar pers Indonesia.

“Kami percaya bahwa tidak ada kesejahteraan yang lahir dari individualisme. Kesejahteraan dibangun melalui kebersamaan. Karena itu kami memilih jalan koperasi, jalan gotong royong, jalan yang diwariskan para pendiri bangsa sebagai kekuatan ekonomi rakyat.”

Baginya, koperasi bukan sekadar tempat menyimpan simpanan pokok dan wajib. Lebih dari itu, koperasi adalah ruang bertemunya ide, pengalaman, jaringan, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan secara bersama-sama.

Lebih dari Sekadar Organisasi Ekonomi

Sejak awal berdiri, Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia dirancang bukan hanya sebagai lembaga simpan pinjam ataupun badan usaha biasa.

Visinya jauh lebih besar: menjadi pusat pemberdayaan keluarga pers Indonesia.

Melalui berbagai program usaha, pelatihan, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan literasi kewirausahaan, hingga kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan, koperasi diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi anggota secara berkelanjutan.

Di sinilah makna Kemitraan menemukan wujudnya.

Kemitraan dipandang bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan kolaborasi yang dilandasi rasa saling percaya untuk membangun manfaat bersama.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada pemerintah, BUMN, BUMD, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi yang sehat bagi insan pers Indonesia. Koperasi tidak bisa berjalan sendiri. Ia tumbuh melalui kolaborasi.”

Membangun Masa Depan, Bukan Sekadar Menjalankan Program

Bagi Devis Abuimau Karmoy, koperasi harus mampu menjawab kebutuhan zaman.

Karena itu, Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia diarahkan menjadi organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Digitalisasi tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota, pengembangan unit usaha produktif, hingga perluasan jaringan kemitraan menjadi bagian dari strategi jangka panjang koperasi.

Tujuannya sederhana namun mendasar: menghadirkan manfaat nyata bagi setiap anggota.

Mulai dari peningkatan pendapatan, akses pembiayaan yang sehat, pengembangan usaha mikro, pelatihan kewirausahaan, hingga terbentuknya jaringan ekonomi yang saling menguatkan.

Harapan yang Tumbuh Bersama

Memperingati Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026, Ketua Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia mengajak seluruh insan pers untuk melihat koperasi sebagai investasi sosial yang manfaatnya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap semakin banyak jurnalis, pekerja media, perusahaan pers, hingga keluarga besar insan pers yang mengambil bagian dalam gerakan koperasi.

“Saya bermimpi suatu hari nanti Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia menjadi koperasi yang hadir di setiap daerah, menjadi sahabat bagi para anggota, menjadi tempat orang saling membantu ketika mengalami kesulitan, dan menjadi bukti bahwa pers Indonesia mampu berdiri tegak karena memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Itulah makna sesungguhnya dari Solidaritas, Kemitraan, dan Kesejahteraan.”

Editorial: Koperasi sebagai Jalan Peradaban

Di tengah dunia yang bergerak semakin individualistis, koperasi mengingatkan bahwa kemajuan tidak selalu lahir dari kompetisi, tetapi juga dari kolaborasi.

Bangsa Indonesia memiliki warisan besar berupa semangat gotong royong. Nilai itu menemukan bentuk nyatanya dalam gerakan koperasi.

Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia hadir membawa pesan bahwa kesejahteraan insan pers bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan hasil dari kerja bersama yang dibangun atas dasar saling percaya, saling menjaga, dan saling menguatkan.

Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah momentum untuk menegaskan kembali bahwa koperasi tetap relevan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat.

Bagi keluarga besar pers Indonesia, koperasi adalah lebih dari sekadar organisasi ekonomi. Ia adalah rumah, tempat harapan dipelihara, tempat persaudaraan dirawat, dan tempat masa depan dibangun bersama.

Karena pada akhirnya, berita yang baik lahir dari insan pers yang kuat. Dan insan pers yang kuat membutuhkan fondasi ekonomi yang kokoh.

Di situlah Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia meneguhkan perannya—menghimpun kekuatan, merawat solidaritas, memperluas kemitraan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya.

Bagi Devis Abuimau Karmoy, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan gerakan sosial yang memperkuat persaudaraan, memperluas kolaborasi, dan menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi insan pers dan keluarganya.

Moto Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia

“SOLIDARITAS • KEMITRAAN • KESEJAHTERAAN”

Profil Narasumber:

Devis Abuimau Karmoy

(Ketua Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia)

Devis Abuimau Karmoy merupakan praktisi media sekaligus akademisi komunikasi yang memiliki pengalaman panjang di bidang jurnalistik, penyiaran, dan pengembangan organisasi.

Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S-1) Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar pada tahun 2011. Pada tahun yang sama, ia memperdalam kompetensi jurnalistik melalui Sekolah Jurnalis Indonesia (SJI) Makassar, sebuah program pendidikan yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI, Yayasan Sekolah Jurnalisme Indonesia dan PWI Pusat untuk memperkuat profesionalisme insan pers.

Karier jurnalistiknya dimulai sejak tahun 2003, hingga pernah sebagai Kontributor TVRI pada periode 2012–2017 dengan liputan yang mencakup berbagai isu sosial, pemerintahan, dan pembangunan. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut sebagai Kontributor iNews TV Biro Medan pada tahun 2019, memperkuat kiprahnya dalam dunia penyiaran televisi nasional.

Komitmennya terhadap pengembangan ilmu komunikasi terus berlanjut melalui pendidikan Magister (S-2) Ilmu Komunikasi di Universitas Darma Agung Medan, yang diselesaikannya pada tahun 2018.

Pada tahun 2021, Devis Abuimau Karmoy terpilih sebagai Penerima Fellowship Jurnalisme dan Trauma, sebuah program penguatan kapasitas jurnalis yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, bekerja sama dengan Deutsche Welle (DW TV) Jerman dan didukung oleh Kementerian Luar Negeri Jerman di Jakarta. Fellowship tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan jurnalis dalam meliput peristiwa yang berkaitan dengan trauma, konflik, dan isu-isu kemanusiaan dengan pendekatan yang beretika dan berperspektif korban.

Berbekal pengalaman akademik dan profesional tersebut, Devis Abuimau Karmoy dipercaya memimpin Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia, yang resmi berdiri di Medan pada 29 Oktober 2023. Di bawah kepemimpinannya, koperasi mengusung visi memperkuat kemandirian ekonomi keluarga besar pers Indonesia melalui semangat “Solidaritas, Kemitraan, Kesejahteraan.”
( Ida )