Di Secanggang Marak Praktik Perjudian dan Barak Narkoba ? Kanit Reskrim : Isu Tersebut Tidak Benar.

SECANGGANG, kabarbangsa.my.id – Team Unit Reskrim Polsek Secanggang cek kebenaran info Terkait adanya pemberitaan dari salah satu media online yang menyebutkan Bahwasanya di Desa Karang Anyar dan Desa Teluk, Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat marak praktik perjudian dan barak narkoba itu tidak benar alias Hoax.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Secanggang AKP Pamilu H Hutagaul melalui Kanit Reskrim IPDA Zen D. Sembiring, SH, mengatakan bahwasanya lokasi yang disebutkan dalam pemberitaan bandar narkotika berinisal AG beroperasi bukan di wilayah hukum Polsek Secanggang melainkan wilayah Polres Pelabuhan Belawan.

“Lokasi barak milik AG yang dimaksud dalam pemberitaan berada wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan bukan Polsek Secanggang” ucapnya kepada media, Kamis (28/5/2026).

Perwira yang dikenal akrab dengan awak media ini juga mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan penggrebekan disetiap lokasi-lokasi yang diisukan sebagai tempat perjudian dan barak narkoba.

Dan selama tahun 2026, Polsek Secanggang telah melakukan penggrebekan diberbagai tempat :

  1. Karang anyar
  2. Hinai kiri
  3. Pantai gading
  4. Karang gading

“Kami selalu melakukan sosialisasi tentang bahayanya narkoba dari dusun ke dusun dan selalu melakukan penggrebekan disetiap lokasi yang dicurigai sebagai tempat-tempat yang mencurigakan” pungkasnya.

Redaksi

Di Tengah Sulitnya Ekonomi Masyarakat, Hj. Bunda Indah Kurban 7 Ekor Sapi dan 20 Kambing, Kaum Duafa hingga Fakir Miskin Ikut Rasakan Kebahagiaan IDUL ADHA 1447 H.

MEDAN,kabarbangsa.my.id -Saat banyak masyarakat kecil masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Hj. Bunda Indah kembali hadir membawa kepedulian nyata bagi kaum duafa dan fakir miskin. Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 H, Hj. Bunda Indah bersama keluarga besar melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 7 ekor sapi dan 22 ekor kambing yang dibagikan kepada masyarakat pakir miskin kaum duapa yg membutuhkan.

Aksi sosial tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Hj. Bunda Indah namun beliau menunjukkan bahwa makna kurban sejati bukan hanya membagikan daging, tetapi memastikan masyarakat kecil benar-benar dapat menikmati kebahagiaan bersama keluarga mereka.

Tak hanya memberikan daging kurban, Hj. Bunda Indah juga membagikan bantuan beras 5 kg kepada para penerima manfaat. Bahkan, sebagian masyarakat turut menerima bantuan uang tunai sebesar Rp50 ribu untuk membeli kebutuhan memasak.

Langkah tersebut menuai apresiasi luas dari masyarakat dan ketua umum LSM TKN Kompas Nusantara sekaligus ketua umum pagar unri prabowo gibram untuk negara Republik Indonesia dan pimpinan umum media GeberNews.com Adi lubis karena dinilai sangat memahami kondisi rakyat kecil yang sering kali tidak memiliki biaya tambahan untuk mengolah daging kurban.

“Kalau masyarakat hanya menerima daging, tetapi tidak punya uang membeli bumbu dan kebutuhan memasak lainnya, tentu mereka tidak bisa menikmatinya dengan baik. Begitu juga kalau ada daging, tetapi tidak ada beras, bagaimana mereka bisa makan bersama keluarga dengan bahagia,” tegas Hj. Bunda Indah.

Menurutnya, semangat berkurban harus dibarengi rasa kepedulian dan empati terhadap sesama manusia, terutama masyarakat yang jarang menikmati makanan layak.

“Kita harus berkurban dan membahagiakan orang lain. Belum tentu mereka bisa makan daging satu kali dalam sebulan. Jadi ketika memberikan daging kurban, kita juga harus membantu kebutuhan lainnya agar mereka benar-benar bisa menikmatinya bersama keluarga,” ujarnya penuh haru.

Hj. Bunda Indah dikenal sebagai sosok wanita dermawan, rendah hati, dan aktif membantu masyarakat tanpa membedakan agama, suku, warna kulit, maupun status sosial. Di tengah kesibukannya dalam kegiatan sosial dan keagamaan, ia tetap menjadikan keluarga sebagai prioritas utama.

Sebagai seorang istri dan ibu, Hj. Bunda Indah tetap memberikan perhatian penuh kepada suami serta anak-anaknya. Sosoknya dikenal sederhana, penuh kasih sayang, dan tidak pernah lelah membantu masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.

Selain aktif di bidang sosial, Hj. Bunda Indah juga dikenal sebagai tokoh nasional yang aktif membina pengajian ibu-ibu melalui Majelis Taklim Halimah. Pengajian rutin tersebut digelar di kediamannya maupun di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dakwah serta kepedulian terhadap umat.

Sementara itu, Ketua Umum TKN Kompas Nusantara; Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo-Gibran untuk Negara Republik Indonesia; sekaligus Pimpinan Umum GeberNews.com, Adi Warman Lubis, menyebut Hj. Bunda Indah sebagai sosok panutan yang layak dijadikan teladan.

Pernyataan tersebut disampaikan Adi Warman Lubis dari Aceh pada Kamis, 28 Mei 2026.

“Hj. Bunda Indah bukan hanya sekadar tokoh masyarakat. Beliau adalah sosok panutan yang luar biasa. Kebaikannya tidak pernah memandang agama, suku, warna kulit, maupun golongan. Siapa pun yang membutuhkan bantuan, pasti akan beliau bantu,” ujar Adi Warman Lubis.

Adi Warman Lubis juga mengaku banyak mendapatkan pelajaran hidup dan nasihat berharga dari Hj. Bunda Indah yang hingga kini terus membekas dalam dirinya.

“Jujur, saya pribadi sudah menganggap Hj. Bunda Indah seperti orang tua sendiri. Saya banyak belajar dan menerima nasihat kehidupan dari beliau. Bunda selalu mengingatkan agar jangan pernah sombong karena semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT,” ungkapnya.

Menurut Adi Warman Lubis, salah satu nasihat yang paling membekas adalah pesan agar selalu berbuat baik tanpa memandang status sosial seseorang.

“Bunda pernah berkata kepada saya, ‘Adi, jangan pernah sombong, Nak. Apa yang perlu disombongkan? Bahkan daki di tubuh kita pun bukan milik kita. Semua hanyalah titipan Allah dan semuanya akan kembali kepada Allah. Jadi berbuat baiklah tanpa melihat status orang lain,’” tutur Adi Warman Lubis dengan suara bergetar.

Di akhir keterangannya, Adi Warman Lubis berharap Hj. Bunda Indah selalu diberikan kesehatan, umur panjang, serta rezeki yang berlimpah agar terus dapat membantu masyarakat kecil yang membutuhkan.

“Semoga Hj. Bunda Indah selalu sehat, panjang umur, dimudahkan rezekinya, dan tidak pernah lelah berbuat baik untuk masyarakat. Terima kasih atas semua nasihat dan ketulusan yang telah diberikan kepada kami,” pungkasnya.

( Ida )

Pemerintah Madina hendaknya stop sinetron tak jelas perihal 3 di kecamatan Batahan.


MANDAILING NATAL,kabarbangsa.my.id – Konflik agraria antara masyarakat Kecamatan Batahan dengan pihak perusahaan BUMN PT PN IV Kebun Timur Mandailing Natal tetap menjadi sorotan publik. (28/5/2026)

Sengketa lahan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu dinilai belum menunjukkan penyelesaian nyata, meski telah melewati beberapa periode kepemimpinan Bupati Mandailing Natal.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai persoalan tersebut terkesan terus berulang tanpa kepastian hukum yang jelas bagi warga yang mengklaim memiliki hak atas lahan, baik yang bersertifikat maupun alas hak berupa TSM (Trans Swakarsa Mandiri), hentikan Sinetron jangan cuma janji Omon Omon dan Omdo.

Pada masa kepemimpinan Bupati Mandailing Natal ke-2. H. Dahlan Nasution, masyarakat mengaku pernah mendapat janji penyelesaian terhadap sejumlah lahan bermasalah, termasuk lahan masyarakat di Batahan IV Desa Kapas I yang telah bersertifikat serta lahan TSM Bukit Langit Desa Batahan I yang disebut-sebut akan diproses sertifikasinya Namun hingga kini, masyarakat menilai penyelesaian tersebut belum terealisasi.

Kekecewaan serupa juga diarahkan kepada pemerintahan berikutnya di bawah kepemimpinan HM. Jafar Sukhairi Nasution. Dalam beberapa Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Kantor Bupati maupun DPRD Mandailing Natal, masyarakat menilai berbagai pernyataan keras terhadap pihak perusahaan belum diikuti langkah konkret di lapangan.

Bahkan dalam sejumlah forum resmi yang turut dihadiri unsur Forkopimda, stakeholder terkait, hingga Ketua DPRD Madina saat itu, Erwin Efendi Lubis SH, masyarakat mengaku hanya menyaksikan polemik yang berulang tanpa hasil yang jelas.
Kini harapan masyarakat tertuju kepada Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution SH MH.

Namun sebagian warga menilai pemerintahan saat ini juga belum memperlihatkan langkah signifikan untuk menyelesaikan konflik agraria yang telah lama memicu ketegangan di tengah masyarakat Batahan.

Masyarakat mempertanyakan mengapa Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum mengambil langkah tegas berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pokok Agraria maupun Undang-Undang Perkebunan untuk mengurai persoalan tersebut.

Menurut sejumlah tokoh masyarakat, ada beberapa persoalan mendasar yang sebenarnya dapat segera diidentifikasi dan diverifikasi pemerintah daerah, di antaranya:

  1. Lahan masyarakat yang telah memiliki sertifikat resmi.
  2. Lahan TSM yang proses pengukuran, pemetaan, dan penetapan batasnya dilakukan menggunakan biaya masyarakat sendiri.Selain itu, masyarakat juga meminta dilakukan evaluasi terhadap izin usaha perkebunan (IUP) yang dimiliki PT PN IV Kebun Timur Mandailing Natal, termasuk menelusuri kembali peta izin lokasi awal yang diterbitkan pada masa Bupati pertama Mandailing Natal, Amru Daulay.

“Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi drama berkepanjangan tanpa penyelesaian. Persoalan ini sudah terlalu lama dan berulang-ulang menimbulkan konflik di lapangan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Batahan.
Masyarakat juga menilai sejumlah instansi sebenarnya telah memahami akar persoalan yang terjadi, mulai dari

  1. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Madina,
  2. Dinas Pertanahan, 3.Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja, hingga pemerintah kecamatan dan desa yang pernah terlibat dalam proses penunjukan maupun pengakuan lahan oleh pihak perusahaan dan stakeholder terkait.

Karena itu, publik mempertanyakan mengapa DPRD dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum mampu mengambil langkah penyelesaian yang lebih konkret dan terukur ada apa dibalik ini semua..?

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT PN IV Kebun Timur Mandailing Natal maupun Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal diharapkan dapat memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penyelesaian sengketa lahan di Kecamatan Batahan demi terciptanya kepastian hukum dan kondusivitas masyarakat Pemerintah dan DPR jangan hadir seperti “Damkar”

(MO)

Camat dan KUA Applaus Semangat Berqurban Masyarakat Sinunukan Tetap Tinggi.

MANDAILING NATAL,kabarbangsa.my.id – Camat dan KUA Applaus Semangat Berqurban Masyarakat Sinunukan Tetap Tinggi.
Semangat masyarakat Kecamatan Sinunukan dalam melaksanakan ibadah qurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M mendapat apresiasi dari berbagai pihak.(27/5/2026)

Tingginya kepedulian dan rasa berbagi antar sesama dinilai masih terus terjaga, bahkan Kecamatan Sinunukan disebut sebagai salah satu kecamatan dengan jumlah hewan qurban terbanyak di wilayah tersebut.

Berdasarkan data dari 14 desa di Kecamatan Sinunukan, total hewan qurban yang disembelih tahun ini mencapai 252 ekor, terdiri dari 230 ekor lembu dan 22 ekor kambing.
Adapun rincian jumlah hewan qurban di masing-masing desa yakni:
Desa Widodaren: 19 lembu dan 1 kambing, total 20 ekor
Desa Sukadamai: 16 lembu
Desa Wonosari: 15 lembu dan 3 kambing, total 18 ekor
Desa Sinunukan IV: 15 lembu dan 2 kambing, total 17 ekor
Desa Sinunukan III: 24 lembu dan 3 kambing, total 27 ekor
Desa Airapa: 9 lembu dan 6 kambing
Kerbau: total 17 hewan qurban
Desa Bintungan Bejangkar Baru: 14 lembu dan 3 kambing
Desa Kampung Kapas II: 9 lembu
Desa Pasput: 7 lembu
Desa Sinunukan II: 37 ekor lembu
Desa Sinunukan Central: 12 lembu
Desa Sinunukan I: 25 lembu dan 4 kambing
Desa Sidomakmur: 11 lembu
Camat Sinunukan, Abdi Negara Pulungan, melalui sambungan telepon seluler kepada awak media menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sinunukan.

Atas tingginya semangat berqurban tahun ini beliau juga sampaikan titip salam dari ketua TP. PKK Kecamatan Sinunukan atas kelompok pengajian ibu ibu Widodaren yang berpartisipasi jalannya pelaksanaan pemotongan hewan qurban.

“Ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan rasa kebersamaan masyarakat yang masih sangat tinggi. Saya memberikan applaus kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sinunukan atas jumlah hewan qurban sebanyak 252 ekor yang disembelih tahun ini,” ujarnya.
Sementara itu,

Kepala KUA Kecamatan Sinunukan, Ali Mora Siagian, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus melaksanakan ibadah qurban setiap tahunnya.

Ia berharap semangat berbagi dan nilai-nilai kebersamaan melalui ibadah qurban dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh positif bagi generasi muda maupun masyarakat luas.

Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di seluruh desa berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong masyarakat.

(MOU)

Kepsek di Tulungagung Meninggal Dunia di Hotel Trenggalek, Guru Pendamping Dinonaktifkan Sementara.

TRENGGALEK, kabarbangsa.my.id – Seorang kepala sekolah dasar berinisial S (50) dilaporkan meninggal dunia di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Selasa pagi.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat setelah diketahui korban datang bersama seorang guru perempuan berinisial MSR (39) yang bertugas di sekolah yang sama.

Menurut informasi yang dihimpun, korban dan MSR diketahui menginap di hotel tersebut sejak malam sebelumnya. Pada Selasa sekitar pukul 08.30 WIB, korban disebut mengalami sesak napas saat berada di dalam kamar hotel. MSR yang berada di lokasi sempat berusaha meminta pertolongan setelah korban tidak sadarkan diri.

Petugas medis yang datang ke lokasi berupaya memberikan penanganan awal terhadap korban. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dari keterangan sementara yang disampaikan kepada petugas, MSR mengaku korban tidak mengonsumsi obat kuat sebelum kejadian. Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti meninggalnya korban sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan saksi-saksi lainnya.

Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena korban dan perempuan yang menemaninya diketahui sama-sama berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) serta telah memiliki keluarga masing-masing. Informasi itu cepat menyebar di tengah masyarakat dan memicu berbagai tanggapan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung disebut telah mengambil langkah awal dengan memberhentikan sementara MSR dari tugas mengajar. Kebijakan itu dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan resmi terkait sanksi yang akan dijatuhkan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Proses penyelidikan masih berlangsung dan aparat meminta semua pihak menghormati privasi keluarga korban yang tengah berduka. –

(MOU)

Kepsek di Tulungagung Meninggal Dunia di Hotel Trenggalek, Guru Pendamping Dinonaktifkan Sementara.

TRENGGALEK, kabarbangsa.my.id– Seorang kepala sekolah dasar berinisial S (50) dilaporkan meninggal dunia di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Selasa pagi.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat setelah diketahui korban datang bersama seorang guru perempuan berinisial MSR (39) yang bertugas di sekolah yang sama.

Menurut informasi yang dihimpun, korban dan MSR diketahui menginap di hotel tersebut sejak malam sebelumnya. Pada Selasa sekitar pukul 08.30 WIB, korban disebut mengalami sesak napas saat berada di dalam kamar hotel. MSR yang berada di lokasi sempat berusaha meminta pertolongan setelah korban tidak sadarkan diri.

Petugas medis yang datang ke lokasi berupaya memberikan penanganan awal terhadap korban. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dari keterangan sementara yang disampaikan kepada petugas, MSR mengaku korban tidak mengonsumsi obat kuat sebelum kejadian. Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti meninggalnya korban sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan saksi-saksi lainnya.

Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena korban dan perempuan yang menemaninya diketahui sama-sama berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) serta telah memiliki keluarga masing-masing. Informasi itu cepat menyebar di tengah masyarakat dan memicu berbagai tanggapan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung disebut telah mengambil langkah awal dengan memberhentikan sementara MSR dari tugas mengajar. Kebijakan itu dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan resmi terkait sanksi yang akan dijatuhkan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Proses penyelidikan masih berlangsung dan aparat meminta semua pihak menghormati privasi keluarga korban yang tengah berduka.

(MOU)