Di Tengah Sulitnya Ekonomi Masyarakat, Hj. Bunda Indah Kurban 7 Ekor Sapi dan 20 Kambing, Kaum Duafa hingga Fakir Miskin Ikut Rasakan Kebahagiaan IDUL ADHA 1447 H.

MEDAN,kabarbangsa.my.id -Saat banyak masyarakat kecil masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Hj. Bunda Indah kembali hadir membawa kepedulian nyata bagi kaum duafa dan fakir miskin. Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 H, Hj. Bunda Indah bersama keluarga besar melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 7 ekor sapi dan 22 ekor kambing yang dibagikan kepada masyarakat pakir miskin kaum duapa yg membutuhkan.

Aksi sosial tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Hj. Bunda Indah namun beliau menunjukkan bahwa makna kurban sejati bukan hanya membagikan daging, tetapi memastikan masyarakat kecil benar-benar dapat menikmati kebahagiaan bersama keluarga mereka.

Tak hanya memberikan daging kurban, Hj. Bunda Indah juga membagikan bantuan beras 5 kg kepada para penerima manfaat. Bahkan, sebagian masyarakat turut menerima bantuan uang tunai sebesar Rp50 ribu untuk membeli kebutuhan memasak.

Langkah tersebut menuai apresiasi luas dari masyarakat dan ketua umum LSM TKN Kompas Nusantara sekaligus ketua umum pagar unri prabowo gibram untuk negara Republik Indonesia dan pimpinan umum media GeberNews.com Adi lubis karena dinilai sangat memahami kondisi rakyat kecil yang sering kali tidak memiliki biaya tambahan untuk mengolah daging kurban.

“Kalau masyarakat hanya menerima daging, tetapi tidak punya uang membeli bumbu dan kebutuhan memasak lainnya, tentu mereka tidak bisa menikmatinya dengan baik. Begitu juga kalau ada daging, tetapi tidak ada beras, bagaimana mereka bisa makan bersama keluarga dengan bahagia,” tegas Hj. Bunda Indah.

Menurutnya, semangat berkurban harus dibarengi rasa kepedulian dan empati terhadap sesama manusia, terutama masyarakat yang jarang menikmati makanan layak.

“Kita harus berkurban dan membahagiakan orang lain. Belum tentu mereka bisa makan daging satu kali dalam sebulan. Jadi ketika memberikan daging kurban, kita juga harus membantu kebutuhan lainnya agar mereka benar-benar bisa menikmatinya bersama keluarga,” ujarnya penuh haru.

Hj. Bunda Indah dikenal sebagai sosok wanita dermawan, rendah hati, dan aktif membantu masyarakat tanpa membedakan agama, suku, warna kulit, maupun status sosial. Di tengah kesibukannya dalam kegiatan sosial dan keagamaan, ia tetap menjadikan keluarga sebagai prioritas utama.

Sebagai seorang istri dan ibu, Hj. Bunda Indah tetap memberikan perhatian penuh kepada suami serta anak-anaknya. Sosoknya dikenal sederhana, penuh kasih sayang, dan tidak pernah lelah membantu masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.

Selain aktif di bidang sosial, Hj. Bunda Indah juga dikenal sebagai tokoh nasional yang aktif membina pengajian ibu-ibu melalui Majelis Taklim Halimah. Pengajian rutin tersebut digelar di kediamannya maupun di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dakwah serta kepedulian terhadap umat.

Sementara itu, Ketua Umum TKN Kompas Nusantara; Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo-Gibran untuk Negara Republik Indonesia; sekaligus Pimpinan Umum GeberNews.com, Adi Warman Lubis, menyebut Hj. Bunda Indah sebagai sosok panutan yang layak dijadikan teladan.

Pernyataan tersebut disampaikan Adi Warman Lubis dari Aceh pada Kamis, 28 Mei 2026.

“Hj. Bunda Indah bukan hanya sekadar tokoh masyarakat. Beliau adalah sosok panutan yang luar biasa. Kebaikannya tidak pernah memandang agama, suku, warna kulit, maupun golongan. Siapa pun yang membutuhkan bantuan, pasti akan beliau bantu,” ujar Adi Warman Lubis.

Adi Warman Lubis juga mengaku banyak mendapatkan pelajaran hidup dan nasihat berharga dari Hj. Bunda Indah yang hingga kini terus membekas dalam dirinya.

“Jujur, saya pribadi sudah menganggap Hj. Bunda Indah seperti orang tua sendiri. Saya banyak belajar dan menerima nasihat kehidupan dari beliau. Bunda selalu mengingatkan agar jangan pernah sombong karena semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT,” ungkapnya.

Menurut Adi Warman Lubis, salah satu nasihat yang paling membekas adalah pesan agar selalu berbuat baik tanpa memandang status sosial seseorang.

“Bunda pernah berkata kepada saya, ‘Adi, jangan pernah sombong, Nak. Apa yang perlu disombongkan? Bahkan daki di tubuh kita pun bukan milik kita. Semua hanyalah titipan Allah dan semuanya akan kembali kepada Allah. Jadi berbuat baiklah tanpa melihat status orang lain,’” tutur Adi Warman Lubis dengan suara bergetar.

Di akhir keterangannya, Adi Warman Lubis berharap Hj. Bunda Indah selalu diberikan kesehatan, umur panjang, serta rezeki yang berlimpah agar terus dapat membantu masyarakat kecil yang membutuhkan.

“Semoga Hj. Bunda Indah selalu sehat, panjang umur, dimudahkan rezekinya, dan tidak pernah lelah berbuat baik untuk masyarakat. Terima kasih atas semua nasihat dan ketulusan yang telah diberikan kepada kami,” pungkasnya.

( Ida )

Desa Sinunukan III Sembelih 27 Hewan Qurban, Semangat Berbagi Masyarakat Tetap Tinggi.

MANDAILING NATAL,kabarbangsa.my.id -Masyarakat Desa Sinunukan III, Kecamatan Sinunukan, melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak 27 ekor pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. (27%5/2026).

Masing-masing jumlah hewan qurban tersebut terdiri dari 24 ekor sapi dan 3 ekor kambing.

Pelaksanaan penyembelihan dilakukan usai pelaksanaan Sholat Idul Adha yang digelar di dua masjid di Desa Sinunukan III, yakni Mesjid Al Ma’ruf dan Mesjid Taqwa. Kegiatan ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.

Di Mesjid Al Ma’ruf, pelaksanaan sholat Idul Adha dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat selaku imam dan khatib, H. Pulungan. Jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai.
Usai sholat Idul Adha, panitia qurban langsung melaksanakan penyembelihan hewan qurban di lapangan Desa Sinunukan III.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para peserta qurban serta Kepala Desa Sinunukan III, Imam Afkiri.
Ketua panitia qurban, Ikhsan M. Sadli Nasution, bersama sekretaris M. Nur Yasin, bendahara Wagino, serta seluruh anggota panitia melaksanakan proses penyembelihan sejak sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Adapun kepanitiaan qurban Desa Sinunukan III melibatkan unsur perangkat desa, BPD, LINMAS, para Ketua RT, hingga Kepala Dusun, sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.
Setelah proses penyembelihan selesai, daging qurban terlebih dahulu dibagikan kepada para peserta qurban, kemudian dilanjutkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Panitia qurban Desa Sinunukan III menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan para pelaku qurban yang telah menunaikan ibadah qurban sesuai ajaran agama Islam. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat diharapkan terus terjaga dan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang(MO).

Hari Raya Idul Adha 1447 H, Desa Widodaren Potong 20 Ekor Hewan Qurban.


MANDAILING NATAL. kabarbangsa.my.id ‘ Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Desa Widodaren berlangsung khidmat, aman, dan penuh kebersamaan. (27/5/2026)

Pelaksanaan Sholat Idul Adha yang digelar di Mesjid At Taqwa berjalan dengan baik dan kondusif.
Sholat Idul Adha dipimpin oleh imam Zubeir Matondang, sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ahmad Syarif. Masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah sejak pagi hari.

Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban yang dipusatkan di tanah lapang atau alun-alun Sinunukan Desa Widodaren. Pada Hari Raya Qurban tahun ini, panitia melaksanakan pemotongan sebanyak 20 ekor hewan qurban.

Ketua Panitia Qurban, Sunoto yang akrab dikenal dengan nama Sunoto Widodaren, bersama Kepala Desa Widodaren, Candra, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa jumlah hewan qurban tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk tahun ini memang sedikit berkurang dibanding tahun lalu, namun jumlah daging qurban yang akan dibagikan diperkirakan tetap cukup baik dan banyak bagi masyarakat penerima,” ujar Sunoto.
Pelaksanaan qurban tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Selain menjadi bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT, kegiatan qurban juga menjadi momen mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga Desa Widodaren.

Panitia berharap pembagian daging qurban dapat membantu masyarakat dan membawa keberkahan bagi seluruh warga di Hari Raya Idul Adha tahun ini.

(MO)

Makna Idul Adha dan Ibadah Kurban sebagai Wujud Ketakwaan dan Kepedulian Sosial.

MEDAN, kabarbangsa.my.id — Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, masyarakat melaksanakan Shalat Idul Adha,Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 H / 27 Mei 2026 M,Pukul 07.30 WIB,Di halaman Masjid Taqwa Shalat Idul Adha dipimpin oleh Imam dan Khatib, Al Ustadz Efnedi Arief.

Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan bahwa Idul Adha memiliki makna mendalam tentang keikhlasan, ketaatan kepada Allah SWT, serta pentingnya semangat berbagi melalui ibadah kurban.

Kurban merupakan simbol pengorbanan dan kepedulian sosial yang mengajarkan umat Islam untuk membantu sesama, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.

Melalui momentum Idul Adha 1447 H ini, diharapkan umat Islam dapat meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS serta mengimplementasikan nilai-nilai pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan bersama masyarakat sekitar Kecamatan Medan Timur.

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Taqwa Medan Timur.

(Musal Fiqri Tanjung)