Wabup Langkat Tiorita Buka TMMD Ke-128 di Gebang, Wujudkan Akselerasi Pembangunan Desa.

Langkat, kabarbangsa.my.id – Semangat gotong royong mewarnai pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Pasar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, SH, yang hadir mewakili Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali sebagai simbol dimulainya program.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Medwin Sangkakala, serta unsur Forkopimda, perangkat daerah, dan masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa program TMMD bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.“

Mewakili Bupati Langkat, kami menyampaikan bahwa TMMD adalah jembatan emas untuk mendorong percepatan pembangunan di desa, baik dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat,” ujar Tiorita.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga membacakan sambutan tertulis Bupati Langkat yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0203/Langkat, atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah.“

Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Langkat, saya ucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada Kodim 0203 Langkat. Semoga sinergi ini mampu meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat desa,” demikian pesan Bupati yang dibacakan.

Selain pembangunan fisik, pembukaan TMMD ke-128 ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Di antaranya bakti sosial kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, layanan akupunktur, hingga pengobatan umum secara gratis.

Kegiatan lain yang turut dilaksanakan meliputi aksi penghijauan dengan penanaman 200 bibit pohon, penyaluran bantuan sembako, serta pemberian makanan bergizi bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Program TMMD ke-128 ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 360 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari unsur TNI tiga matra (AD, AL, AU), Polri, instansi pemerintah seperti BPBD dan Satpol PP, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga Pramuka.

Usai pelaksanaan upacara pembukaan, Wakil Bupati bersama Dansatgas TMMD ke-128 dan rombongan langsung meninjau lokasi sasaran program. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan teknis di lapangan, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan optimal dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat Desa Pasar dan sekitarnya.

Melalui program TMMD ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang merata, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Budi Panjaitan)

Surat Sanggahan PT Bangun Lampung Jaya Hambat Sertifikat Warga, BPN Pesawaran Siap Tindak Lanjut.

Pesawaran, Lampung, kabarbangsa.my.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Pesawaran menggelar rapat koordinasi terkait terhambatnya proses pembuatan sertifikat tanah milik warga Desa Lumbirejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, akibat adanya surat sanggahan dari PT Bangun Lampung Jaya yang mengklaim lahan tersebut sebagai aset perusahaan, Rabu (22/4/2026).

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Pesawaran dengan mengundang sejumlah pihak terkait, yakni Sufiyawan selaku kuasa dari Sri Haryani, pimpinan PT Bangun Lampung Jaya, serta Kepala Desa Lumbirejo, Ridho.

Pertemuan ini bertujuan untuk mempertemukan seluruh pihak guna mencari solusi atas polemik yang selama ini menghambat masyarakat dalam mengurus sertifikat hak atas tanah mereka.

Namun, dalam rapat tersebut, pihak PT Bangun Lampung Jaya tidak hadir. Ketidakhadiran itu disampaikan melalui surat resmi dengan alasan pimpinan perusahaan sedang berada di luar kota.

Sufiyawan yang memberikan kuasa kepada Legiman sebagai kuasa Sri Haryani menyampaikan rasa kecewanya terhadap sikap PT Bangun Lampung Jaya yang dinilai tidak kooperatif dalam menyelesaikan persoalan ini.“

Kami sangat kecewa karena PT Bangun Lampung Jaya tidak memenuhi undangan dari BPN Pesawaran untuk berkoordinasi menyelesaikan persoalan yang sudah berlarut-larut ini,” ujar Legiman.

Ia berharap Kantor Pertanahan Kabupaten Pesawaran dapat mengambil langkah terbaik agar warga Desa Lumbirejo, khususnya Sri Haryani, tidak terus terhambat dalam proses penerbitan sertifikat tanah.“

Kami berharap BPN Kabupaten Pesawaran bisa mengambil langkah terbaik agar warga Desa Lumbirejo tidak terhambat dan proses sertifikat bisa segera dilanjutkan,” tambahnya.

Selain itu, Legiman juga menduga adanya indikasi praktik mafia tanah yang sudah berlangsung sejak lama di Desa Lumbirejo. Menurutnya, persoalan sengketa lahan yang terus berulang serta munculnya klaim tanpa kejelasan menjadi alasan kuat untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.“

Kami menduga ada indikasi mafia tanah di Desa Lumbirejo yang sudah sejak lama bermain. Karena persoalan seperti ini terus berulang dan masyarakat selalu dirugikan. Ini harus menjadi perhatian serius agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban,” tegas Legiman.

Sementara itu, Kepala Desa Lumbirejo, Ridho, menegaskan bahwa di wilayah desanya tidak terdapat PT Bangun Lampung Jaya sebagaimana yang disebut dalam surat sanggahan tersebut.“

Di Desa Lumbirejo tidak ada PT Bangun Lampung Jaya. Jadi kalau mengirimkan surat sanggahan, harus dibuktikan dulu kebenarannya,” tegas Ridho.

Ia juga menyoroti bahwa keberadaan surat sanggahan tersebut telah menjadi hambatan serius bagi masyarakat dalam mengurus legalitas tanah mereka.“

Ini menjadi penghambat masyarakat saya untuk membuat sertifikat. Seharusnya kalau sudah sesuai prosedur, ya wajib diterbitkan. Masa surat sanggahan berlaku seumur hidup? Ini sudah lewat batas waktunya,” ujarnya.

Ridho juga mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa telah tiga kali melayangkan undangan resmi kepada PT Bangun Lampung Jaya untuk mediasi, namun tidak pernah dihadiri.“

Saya sebagai pemerintah desa sudah tiga kali mengundang resmi melalui surat kepada PT Bangun Lampung Jaya, tetapi tidak satu pun mereka hadir untuk dimediasikan,” katanya.

Lebih lanjut, Ridho meminta BPN segera menindaklanjuti persoalan tersebut, mengingat objek tanah yang diklaim PT Bangun Lampung Jaya dinilai berbeda lokasi dengan tanah milik Sri Haryani.“

Objek milik Bu Sri Haryani berada di Dusun Sangu Banyu, sedangkan yang diklaim PT Bangun Lampung Jaya berada di Dusun Komering. Lokasinya sangat jauh dan berbeda tempat. Jangan karena ada surat sanggahan yang tidak jelas justru menghambat semuanya,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Hasbi Alfarizi selaku perwakilan BPN Kabupaten Pesawaran menyatakan akan kembali mengirimkan surat panggilan kepada PT Bangun Lampung Jaya dan memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional.“

Kami akan kembali menyurati PT Bangun Lampung Jaya dan bekerja secara profesional. Hasil diskusi hari ini akan kami laporkan kepada pimpinan. Kita sama-sama berdoa mudah-mudahan permohonan Bu Sri Haryani bisa segera selesai,” ujar perwakilan BPN.

Masyarakat Desa Lumbirejo pun berharap persoalan ini segera menemukan titik terang agar proses sertifikasi tanah dapat berjalan lancar tanpa hambatan berkepanjangan.(Feri)

Syah Afandin Lepas 398 Jamaah Calon Haji Langkat, Titip Doa untuk Daerah dan Negeri.

Sy

Langkat, kabarbangsa.my.id – Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH secara resmi melepas keberangkatan jamaah calon haji Kabupaten Langkat dalam prosesi khidmat yang digelar pukul 04.00 WIB di Tribun Alun-alun T. Amir Hamzah, Rabu (22/04/2026).

Pelepasan jamaah haji tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, Wakil Ketua DPRD Langkat H. Ajai Ismail, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, S.I.K., M.Si, Sekdakab Langkat H. Amril, S.Sos, M.AP, Kakan Kementerian Agama Langkat H. Ainul Aswad, Ketua TP PKK Langkat Hj. Endang Kurniasih Syah Afandin, Kakan Kemenhaj Langkat H. Umar Saleh Maruhawa, M.Pd, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. H. Rudi Kinandung, M.AP, Ketua MUI Langkat H. Zulkifli Ahmad Dian, Lc., MA, Kadis Kominfo Wahyudiharto, S.STP, M.Si, Kabag Kesra Muhammad Suhaimi, S.STP, M.SP, serta Kabag Umum H. Mahardhika Sastra Nasution, S.STP, MAP.

Berdasarkan laporan Kakan Kemenhaj Langkat H. Umar Saleh Maruhawa, jumlah jamaah calon haji Kabupaten Langkat tahun 2026 sebanyak 398 orang. Jamaah tersebut terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 2 sebanyak 353 jamaah yang diberangkatkan pada hari ini dan Kloter 4 sebanyak 45 jamaah yang dijadwalkan berangkat pada Jumat (24/04/2026).

Untuk Kloter 2 yang dilepas hari ini terdiri dari 130 jamaah laki-laki dan 223 jamaah perempuan. Seluruh jamaah diberangkatkan dari Langkat pukul 06.00 WIB menuju Asrama Haji Embarkasi Medan dan dijadwalkan tiba pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, jamaah akan diberangkatkan menuju Madinah pada 23 April 2026 pukul 01.20 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Sementara itu, jamaah Kloter 4 akan dilepas secara terpisah di Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat pada Jumat, 24 April 2026 pukul 12.00 WIB.

Pemerintah Kabupaten Langkat juga memberikan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan jamaah, mulai dari konsumsi, transportasi hingga cendera mata. Selain itu, jamaah turut dibekali makanan khas berupa bumbu pecal dan sambal teri, sebagai tradisi tahunan guna menjaga stamina selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH berpesan agar seluruh jamaah mempersiapkan diri secara fisik dan mental serta menjaga niat selama menjalankan ibadah haji.“

Jaga niat selama di Tanah Suci. Gunakan kesempatan ini dengan penuh rasa syukur, karena tidak semua orang mendapat panggilan Allah. Jika ada kesempatan untuk menolong, maka tolonglah sesama jamaah, khususnya dari Kabupaten Langkat,” pesannya.

Bupati juga menitipkan doa kepada para jamaah agar mendoakan Kabupaten Langkat dan Indonesia agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT serta dijauhkan dari berbagai musibah.“

Kami titipkan doa untuk daerah dan negeri kita agar selalu dalam lindungan Allah dan dijauhkan dari segala musibah,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Langkat turut mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan simbolis berupa pemakaian kacu tanda haji serta pemberian bekal makanan kepada perwakilan jamaah, yakni H. Irfan Yusuf, S.Pd.I dan Anita.

Di tengah suasana haru yang penuh doa, Pemerintah Kabupaten Langkat berharap seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat, serta memperoleh predikat haji yang mabrur.

(Budi Panjaitan)

Sumber : Diskominfo Langkat)

Demo Di Pengadilan Negeri Medan, Ratusan Massa Pujakesuma Desak Bebaskan Toni Aji Anggoro.

MEDAN, kabarbangsa.my.id – Ratusan massa dari Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) menyampaikan tuntutan saat unjuk rasa di Pengadilan Negeri Medan, Senin 20/4/2026 pukul 10.00 WIB.

Mereka meminta supaya Toni Aji Anggoro dibebaskan dari hukuman setelah dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi pembuatan website dan video profil desa di Kabupaten Karo.

Toni dihukum pidana 1 tahun penjara dan denda Rp 50.000.000 dengan ketentuan, apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.“

Tony bukan korupsi, dia hanya pekerja kreatif pembuatan website yang diminta oleh pengguna anggaran, yaitu kepala desa,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pujakesuma, Eko Sopianto di sela-sela aksi.

Namun, Eko heran kenapa Toni dikorbankan dan dikriminalisasi oleh jaksa, hakim atas perkara korupsi sebesar Rp 5,7 juta. Melihat kondisi itu, pihaknya tidak bisa diam, karena ini wujud betapa buruknya penegakan hukum di negeri ini.“

Kita pun menuntut para hakim agar segera membebaskan Tony Aji Anggoro,” ungkap Eko Sopianto.

Menurut Eko Sopianto, kasus yang menimpa Toni sama dengan Amsal Christy Sitepu yang divonis bebas majelis hakim. Sehingga dia ingin perlakuan yang sama terhadap Toni.

Dalam tuntutannya, Eko Sopianto menilai adanya inkonsistensi putusan yang mencederai logika hukum. Putusan bebas Amsal Sitepu terang benderang membuktikan proyek profil desa murni kerja kreatif dan tidak mengandung unsur kerugian negara yang melawan hukum.”

Jika aktor utama dan penyedia jasa dinyatakan tidak bersalah maka secara otomatis landasan terhadap Toni yang dituduh terlibat dalam perkara, seharusnya gugur demi hukum,” ungkap Eko Sopianto.

Eko Sopianto juga menyebut ketiadaan niat jahat dan wewenang administratif. Perlu dipertegas bahwa posisi Toni dalam proyek ini murni sebagai pekerja teknis.

Bukan pengambil kebijakan, tidak berwenang dalam perencanaan anggaran, negosiasi kontrak, maupun pengelola dana perusahaan.”

Fokus hanya karya pembuatan video dan website. Tanpa niat jahat, tidak ada niat merugikan negara. Toni hanya bekerja mencari nafkah melalui keahliannya di bidang digital bahkan tidak menerima gaji sepantasnya,” ungkap Eko Sopianto

Dia menambahkan, jika Amsal Sitepu menghirup udara bebas karena kebenaran terungkap maka Toni Aji pun berhak kemerdekaan yang sama.

Pantauan di lokasi, peserta aksi datang membawa sejumlah spanduk dan poster. Awalnya mereka hanya berorasi menyuarakan tuntutan dan meminta perwakilan PN Medan untuk keluar menemui mereka, namun setelah hampir satu jam tidak mendapat respon.

Massa pun emosi dengan memblokir Jalan Pengadilan, sehingga menimbulkan kemacetan dan akhirnya jalan ditutup.

Tidak sampai di situ, sebagian dari peserta menggoyang-goyang pintu gerbang pengadilan dan beberapa kali menyiramkan air ke arah petugas keamanan yang berjaga.

Eko Sopianto bersama utusan lain sempat bertemu perwakilan PN Medan, namun mereka tidak puas dengan jawaban pengadilan, yang mengatakan hanya menerima aspirasi. Setelah itu, massa masih terus beroperasi secara bergantian, termasuk juga para ibu menyampaikan kemarahannya kepada pihak pengadilan. Hampir tiga jam beraksi, massa lalu meninggalkan PN Medan dan berpindah ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara(

Ida )

Hadiri Halal Bihalal di RSU Nuraini, Wakapolres Labusel Pererat Silaturahmi dan Sinergi Pelayanan Kesehatan.

Labusel, kabarbangsa.my.id – Wakapolres Labuhanbatu Selatan KOMPOL Moch. Guntur Pryantoko, S.H. M.H. menghadiri kegiatan silaturahmi dan halal bihalal Idul Fitri 1447 H yang digelar Keluarga Besar RSU Nuraini Bloksongo, Senin (20/4/2026) di Convention Hall Grandsuma Hotel Bloksongo, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini turut dihadiri Direktur RSU Nuraini Blok Songo Dr Dedi Irawan Nasution, M.Kes., M.Ked (Clint Plath)., Sp.PK, CH.CHt, C.P.C.C.P, Kapolsek Kotapinang AKP Maruli Tua Siregar, S.H. M.H. perwakilan Danramil 11 Kotapinang, SERTU Irwan Sinaga, Ketua PMI Kabupaten Labuhanbatu Selatan Fery Andika Dalimunthe, S.Kom. personel Binmas, pihak Perbankan, pihak Perusahaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para Staff dan tenaga medis RSU Nur Aini Blok Songo dan undangan lainnya yang berhadir.

Dalam sambutannya, Direktur RSU Nuraini, Dr. Dedi Irawan Nasution menyampaikan bahwa momentum halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan ruang untuk memperkuat kebersamaan dan mempererat hubungan antar elemen masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik.“

Melalui silaturahmi ini, kami ingin memperkuat sinergi antara tenaga medis, aparat keamanan, dan masyarakat. Kebersamaan adalah kunci dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya dengan penuh harap.

Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu Selatan Aditya S.P. Sembiring yang diwakili Wakapolres KOMPOL Moch. Guntur Pryantoko dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan pasca Idul Fitri sebagai fondasi stabilitas sosial.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi sarana efektif mempererat hubungan emosional antara institusi kepolisian dengan masyarakat dan tenaga kesehatan.“

Silaturahmi ini bukan hanya memperkuat hubungan personal, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Polri akan terus mendukung setiap upaya positif, termasuk di bidang kesehatan, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Wakapolres juga berpesan kepada masyarakat untuk jangan pernah ragu dalam melaporkan segala bentuk kejahatan ataupun tindak pidana kepada pihak kepolisian.”

Kami berharap apabila masyarakat melihat ataupun mengalami tindak pidana, segera laporkan melalui Call Center 110 Polres Labuhanbatu Selatan atau ke Polsek terdekat, Kepolisian akan segera merespon dengan cepat dan akurat. Layanan tersebut gratis tanpa biaya apapun”.pesan KOMPOl Guntur.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, pengundian lucky draw, serta hiburan yang semakin menambah suasana keakraban di antara para undangan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kuatnya sinergi antara aparat keamanan, tenaga medis, dan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. (Irpan Has)

Kebakaran Rumah di Medan Polonia, DPKP Kota Medan Kerahkan Tiga Armada.

Medan, kabarbangsa.my.id — Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (DPKP) Kota Medan menerima laporan kejadian kebakaran yang melanda sebuah rumah di kawasan Jalan Starban Gang Sawah, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (19/4/2026).

Informasi awal diterima pada pukul 11.18 WIB dari pelapor bernama Ichwan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat dan berangkat menuju lokasi pada pukul 11.20 WIB.

Dalam upaya penanganan kebakaran, DPKP Kota Medan mengerahkan sejumlah armada, yakni Regu 1 Mako 0.0, UPT 2.0, dan UPT 1.0. Objek yang terbakar dilaporkan merupakan sebuah rumah tinggal.

Hingga laporan awal ini disampaikan, proses pemadaman dan penanganan masih berlangsung di lokasi kejadian. Informasi lebih lanjut terkait penyebab kebakaran maupun dampak yang ditimbulkan masih dalam proses pendataan.

DPKP Kota Medan menyatakan akan memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan situasi di lapangan.

( Musal Fqri Tanjung ).

Kebakaran Rumah di Medan Polonia, DPKP Kota Medan Kerahkan Tiga Armada.

Medan, kabarbangsa.my.id — Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (DPKP) Kota Medan menerima laporan kejadian kebakaran yang melanda sebuah rumah di kawasan Jalan Starban Gang Sawah, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (19/4/2026).

Informasi awal diterima pada pukul 11.18 WIB dari pelapor bernama Ichwan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat dan berangkat menuju lokasi pada pukul 11.20 WIB.

Dalam upaya penanganan kebakaran, DPKP Kota Medan mengerahkan sejumlah armada, yakni Regu 1 Mako 0.0, UPT 2.0, dan UPT 1.0. Objek yang terbakar dilaporkan merupakan sebuah rumah tinggal.

Hingga laporan awal ini disampaikan, proses pemadaman dan penanganan masih berlangsung di lokasi kejadian. Informasi lebih lanjut terkait penyebab kebakaran maupun dampak yang ditimbulkan masih dalam proses pendataan.

DPKP Kota Medan menyatakan akan memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan situasi di lapangan.

( Musal Fqri Tanjung ).

Perusahaan Diduga Langgar Batas Tonase, Jembatan Langgune kembali Terancam Rusak Parah.

Mandailing Natal, kabarbangsa.my.id – Aktivitas angkutan material milik pihak perusahaan Bahana Krida Nusantara (BKN) kembali menuai sorotan warga setelah diduga melanggar batas tonase saat melintasi Jembatan Langgune, Kecamatan Batahan. (19/4/2026 ).

Peristiwa ini terjadi pada hari ini sekitar pukul 09.00 WIB, ketika dua unit truk jenis fuso milik perusahaan terlihat melintasi jembatan dengan membawa muatan pipa baja untuk proyek pembangunan jembatan di wilayah Aek Batahan.

Padahal, di lokasi telah terpasang rambu lalu lintas yang mencantumkan batas maksimal beban kendaraan sebesar 4 ton. Ironisnya, kendaraan yang melintas diduga memiliki bobot mencapai sekitar 40 ton, jauh melampaui kapasitas yang diizinkan.

Kronologi dan Kondisi Jembatan Sebelumnya, Jembatan Langgune dilaporkan mengalami kerusakan hingga patah, yang diduga akibat aktivitas kendaraan berat. Saat ini, kondisi jembatan hanya diperbaiki secara darurat menggunakan batang kelapa dan timbunan pasir, sehingga dinilai sangat rentan dan membahayakan pengguna.

Akibat kondisi tersebut, aktivitas masyarakat setempat menjadi terganggu, bahkan menimbulkan kekhawatiran akan potensi ambruknya jembatan jika terus dilalui kendaraan bertonase tinggi.Konfirmasi Pihak Perusahaan Saat dikonfirmasi oleh salah seorang rekan media, pihak pengamanan perusahaan (Papam) berinisial DG membenarkan bahwa kendaraan perusahaan memang melintasi jembatan tersebut.“

Iya betul pak, ada dua unit mobil kita lewat membawa material pancang Aek Batahan,” ujarnya melalui pesan singkat.

Namun, ketika disinggung terkait kekhawatiran masyarakat atas potensi kerusakan jembatan, tanggapan yang diberikan terkesan ringan.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan perusahaan lainnya menyatakan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab atas segala risiko yang terjadi.“Ke depan apapun yang terjadi, pihak perusahaan akan bertanggung jawab pak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Jembatan Langgune telah disurvei oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan direncanakan akan dibangun ulang melalui anggaran pemerintah.

Tanggapan dan Kekhawatiran WargaMasyarakat setempat menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai tidak konsisten, mengingat rambu batas tonase justru dipasang oleh pihak perusahaan sendiri, namun diabaikan dalam praktik di lapangan.

Warga khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, jembatan dapat mengalami kerusakan lebih parah bahkan ambruk, yang berpotensi menghambat akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.Selain itu, warga juga mempertanyakan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan infrastruktur publik sebelum proyek pembangunan jembatan baru benar-benar direalisasikan.

Aspek Teknis dan PerencanaanDiketahui, sebelum pelaksanaan proyek pembangunan jembatan Aek Batahan, pihak perusahaan bersama konsultan teknis telah melakukan survei terkait kapasitas infrastruktur, termasuk kemampuan jembatan yang dilalui kendaraan angkutan material.

Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian antara hasil kajian teknis dengan pelaksanaan operasional, perlu dipertanyakan keberadaan dinas PU Provinsi dan Kabupaten kapasitas mereka, kenapa terkesan diam seribu bahasa..?

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi teknis, guna mencegah kerusakan lebih lanjut serta memastikan keselamatan pengguna jalan. ( Muchtar 3273 ).

Dalam Rangka Jumat Barokah, Tim Reaksi Cepat Kota Medan Membagikkan 70 Nasi Bungkus Kepada Masyarakat Kota Medan.

Medan, kabarbangsa.my.id – Dalam Rangka Jumat Barokah, Tim Reaksi Cepat Kota Medan Membagikkan 70 Nasi Bungkus Kepada Masyarakat Kota Medan, Jumat (17/4/2026).

Demikian Dikatakan Katim TRC Kota Medan Reza Wahyudi Kegiatan ini Dilaksanakan Dalam Rangka Kegiatan Sosial Yaitu Jumat Barokah, Kami Dari TRC Kota Medan Mensisihkan Sedikit Rezeki Untuk Membantu Masyarakat Kota Medan.

Ada 70 Nasi Bungkus Yang Kami Bagikkan Ke 4 Titik Di Daerah Kota Medan Yang Tidak Mampu, Dengan Target Kami Yaitu Ojol, Angkot, Pemulung, Pengamen, Becak, Dan Lainnya.

Seorang Bapak Tukang Becak Berinisial “M” Mengucapkan “Terimakasih Banyak Kepada Tim Patroli TRC Kota Medan

Atas Nasinya, Kebetulan Hari ini Sewa Belum Ada Dapat Dari Pagi Bang, Dan Saya Belum Makan Dari Pagi Sampe Siang ini, Untung Ada TRC Kota Medan Bagi Bagi Nasi Bungkus, Jadi Saya Tidak Kelaparan Lagi, Katanya.

Sekjend TRC Kota Medan Willyam Pasaribu Mengatakan Kegiatan Jumat Barokah ini Akan Terus Kami Lakukan Setiap Hari Jumat, Dalam Rangka Kegiatan Sosial Dari Kami Tim Patroli TRC Kota Medan. Semoga Kegiatan Jumat Barokah Yang Kami Laksanakan Dapat Bermanfaat Bagi Seluruh Masyarakat Kota Medan, Mohon Doa Dan Dukungannya Ya, Dan Tetap Semangat Buat Rekan-rekan TRC Kota Medan, Ujarnya. Willyam Pasaribu

Halal Bihalal Dusun 3 Desa Bagelen Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan Warga.

Pesawaran, Lampung, kabarbangsa.my.id — Dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi antarwarga, masyarakat Lingkungan Dusun 3, Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung menggelar acara Halal Bihalal 1447 Hijriah pada Sabtu malam, 18 April 2026, bertempat di halaman Mushola Nurus Shofa.

Kegiatan yang dimulai usai ba’da Isya tersebut mengusung tema “Satu Rasa, Satu Kebersamaan”, sebagai bentuk komitmen masyarakat dalam mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta memperkuat hubungan sosial anta rwarga.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dengan diisi tausiyah agama serta doa bersama yang disampaikan oleh Ustaz Aminudin. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan, dan menjadikan momen Halal Bihalal sebagai sarana saling memaafkan serta memperbaiki hubungan antar sesama.

Ketua panitia, Agus Sutrisno, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta para donatur yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.“

Saya menghaturkan ribuan terima kasih kepada seluruh warga lingkungan dan para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk acara Halal Bihalal ini. Berkat partisipasi bapak dan ibu sekalian, acara ini dapat terselenggara dengan lancar,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, S.Kom., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Halal Bihalal menjadi kesempatan penting untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.“

Saya mewakili Pemerintah Desa mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, saling memaafkan, tetap guyub dan rukun, karena manusia adalah makhluk yang tidak memiliki kesempurnaan. Dengan kebersamaan, kita dapat membangun desa menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh anggota DPRD Herlan, S.E., Sekretaris Desa Lesmono, S.E., tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua TP-PKK Desa Bagelen, ibu-ibu jamaah pengajian, serta masyarakat lingkungan setempat.

Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan begitu terasa sepanjang acara berlangsung. Halal Bihalal ini diharapkan dapat menjadi tradisi positif yang terus dilestarikan guna memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat Desa Bagelen. (Feri)