Jalan Lintas Banda Aceh–Sumut di Tandam Hulu II hingga Tandam Hilir Dipenuhi Debu, Warga Keluhkan Aktivitas Pengerukan Jalan.
LANGKAT, kabarbangsa.my.id – Warga dan pengguna Jalan Lintas Banda Aceh–Sumatera Utara yang melintasi kawasan Tandam Hulu II hingga Tandam Hilir, Kabupaten Langkat, mengeluhkan kondisi jalan yang dipenuhi debu akibat aktivitas pengerukan jalan yang hingga kini belum mendapat penanganan maksimal. Jum”at, (29//5/2026).
Kondisi tersebut terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan semakin dirasakan setiap hari, terutama saat kendaraan bertonase besar melintas. Debu dan abu pasir yang beterbangan tidak hanya mengganggu jarak pandang pengendara, tetapi juga berdampak pada aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Salah seorang warga setempat mengatakan, debu yang berasal dari material pengerukan jalan semakin parah pada siang hari ketika arus lalu lintas sedang ramai. Pengendara sepeda motor menjadi pihak yang paling terdampak karena harus menghadapi debu tebal sepanjang perjalanan.
“Siang hari debunya sangat tebal, apalagi saat truk-truk besar lewat. Jarak pandang berkurang dan pengendara sepeda motor paling merasakan dampaknya,” ujar warga.
Menurut warga, kondisi tersebut terjadi karena material pasir dan tanah hasil pengerukan belum dibersihkan secara maksimal, sehingga saat dilintasi kendaraan debu langsung beterbangan ke udara. Selain mengotori rumah warga dan lingkungan sekitar, debu juga dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret, seperti melakukan penyiraman jalan secara rutin, membersihkan material yang berserakan, serta mempercepat proses perbaikan dan pengaspalan jalan agar permasalahan tersebut tidak terus berlarut-larut.
Selain mengganggu kenyamanan, warga menilai kondisi jalan yang berdebu tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan karena dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan. Mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung Banda Aceh–Sumatera Utara yang setiap hari dilalui kendaraan masyarakat maupun angkutan barang, warga meminta penanganan segera demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
(Joni Sanjaya)

