Mengapa Narapidana Tertentu Kerap Jadi Sasaran Tudingan?

MEDAN, SUMATERA UTARA — Mengapa narapidana tertentu sering kali menjadi sasaran empuk tudingan miring seperti mengendalikan narkoba, meskipun mereka sudah berada di dalam pengawasan super ketat penjara? Kasus terbaru yang menimpa seorang warga binaan menjadi contoh nyata bagaimana status rentan seorang narapidana kerap dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk melancarkan serangan isu liar.

Secara sosiologis, seseorang yang berstatus sebagai narapidana memiliki posisi tawar yang lemah di mata publik. Opini masyarakat cenderung mudah percaya pada hal-hal negatif yang disematkan kepada mereka, meskipun hal tersebut sama sekali tidak didukung oleh bukti. Celah psikologis massa inilah yang dimanfaatkan oleh sekelompok oknum untuk melempar isu transaksi narkoba tanpa rasa takut akan sanksi hukum.

“Narapidana sering dijadikan sasaran karena mereka dianggap tidak bisa membela diri dengan bebas di luar. Kelompok penuduh merasa aman melempar fitnah karena korban terkurung di dalam sel. Ini adalah tindakan yang tidak adil dan pengecut,” jelas seorang sosiolog kriminalitas dalam wawancaranya.

Dalam kasus yang sedang hangat ini, tuduhan bahwa narapidana tersebut bertransaksi narkoba di dalam Lapas terbukti patah setelah serangkaian pemeriksaan internal menyatakan tidak ada bukti apa pun. Hal ini menunjukkan bahwa isu liar tersebut sengaja diproduksi bukan berdasarkan realitas di dalam sel, melainkan murni desain opini dari luar untuk tujuan menyudutkan figur tertentu.

Serangan isu liar semacam ini tidak hanya merugikan sang narapidana secara personal, tetapi juga mengaburkan fokus pembinaan yang sedang berjalan di dalam Lapas. Narapidana yang seharusnya fokus memperbaiki diri dan bertobat justru energinya terkuras untuk memikirkan fitnah eksternal yang menyerang nama baiknya dan keluarganya.

Oleh karena itu, penting bagi media massa untuk menyajikan pemberitaan yang berimbang dan tidak ikut serta menggoreng isu liar yang tidak jelas sumber faktanya. Perlindungan terhadap hak asasi warga binaan, termasuk perlindungan dari fitnah yang tidak terbukti, harus tetap ditegakkan demi menjaga marwah sistem peradilan yang adil.

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Media Pers dan Jurnalis sebagai Pilar Bangsa dalam di Menjaga Nilai-Nilai Kebangsaan.

SUMATERA UTARA, kabarbangsa.my.id – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam era digital yang berkembang pesat, peran media pers dan jurnalis semakin strategis sebagai pilar bangsa.

Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, kontrol sosial, dan penjaga demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya kepada masyarakat. Melalui karya jurnalistik yang profesional dan beretika, media pers turut membangun kesadaran nasional, memperkuat semangat persatuan, serta menangkal penyebaran berita hoaks yang dapat mengancam keharmonisan bangsa.

Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa seluruh insan pers harus terus menjunjung tinggi nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial dalam setiap aktivitas jurnalistik. Dengan demikian, media pers mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

Melalui semangat Hari Lahir Pancasila 2026, insan pers dan jurnalis diharapkan terus menjadi mitra masyarakat dan pemerintah dalam membangun bangsa, serta menjadi pilar yang kokoh dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Memperkokoh Ideologi Pancasila, Pers Berintegritas untuk Indonesia Maju.”

(Musal Fikri Tanjung).

Syah Syah Afandin Buka Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara, Tanamkan Semangat Pancasila dan Disiplin.

LANGKAT, kabarbangsa.my.id – Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH secara resmi membuka kegiatan Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Sesi II tingkat SMP, SMK, SMA, dan MA se-Sumatera Utara dan Aceh di Gedung Olahraga (GOR) Stabat, Senin (1/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Langkat (HIMALA) Kabupaten Langkat tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 serta diikuti oleh 910 peserta yang tergabung dalam 70 regu dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan Aceh.

Ketua Pengurus Besar HIMALA Kabupaten Langkat, Wahyu Hidayah, SH, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan jiwa disiplin, membangun karakter generasi muda, serta menjadi sarana positif dalam membentengi pelajar dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat tumbuh generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba di negara kita,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, tamu undangan, dan pendamping yang berasal dari berbagai daerah di luar Kabupaten Langkat. Menurutnya, kehadiran para peserta menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Langkat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Langkat, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah. Kehadiran saudara-saudara sekalian menjadi kebanggaan bagi kami dan semakin mempererat hubungan persaudaraan antardaerah,” ungkapnya.

Bupati Syah Afandin juga memberikan apresiasi kepada HIMALA Kabupaten Langkat atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sejalan dengan upaya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi muda.

Menurutnya, kegiatan Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara dan LKBB bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana pembinaan karakter bagi para pelajar sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kecintaan kita terhadap ideologi negara, yaitu Pancasila. Melalui kegiatan seperti ini, para pelajar dapat belajar memperkuat disiplin, membangun jiwa kebangsaan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, membina semangat juang, serta mengedepankan nilai gotong royong dan kebersamaan,” kata Syah Afandin.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan di kalangan pelajar lintas daerah, memperkuat solidaritas kebangsaan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan antarpelajar, mempererat solidaritas kebangsaan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus terus kita jaga demi keutuhan bangsa,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Langkat juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri, tim penilai, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, dewan juri, dan semua pihak yang telah bekerja keras demi suksesnya kegiatan ini. Semoga segala kebaikan yang dilakukan menjadi manfaat besar dan menjadi kontribusi nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian perlombaan yang mengedepankan kedisiplinan, kekompakan, ketangkasan, dan jiwa nasionalisme.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Langkat yang diwakili Kapolsek Stabat AKP Zukarnain, SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, S.Sos., M.AP, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Ketua KNPI Langkat M.A. Bahrum, ST, Ketua Kadin Langkat Zulkifli, ST, dewan juri, serta para peserta dan pendamping dari berbagai daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Langkat berharap lahir generasi muda yang disiplin, berkarakter, berjiwa Pancasila, serta memiliki semangat persatuan dan cinta tanah air sebagai bekal dalam menyongsong masa depan bangsa.

8(B.Panjaitan).,

MUSPIKA KECAMATAN SINUNUKAN PERINGATI HARI LAHIR PANCASILA KE-81″Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.


SINUNUKAN,kabarbangsa.my.id – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Sinunukan menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 Tahun 2026 di halaman SMA Negeri 1 Sinunukan, Senin (01/06/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Muspika, kepala desa, ASN, tenaga pendidik, pelajar, serta tokoh masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebagai pengingat akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan kehidupan yang damai di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pembacaan teks Pancasila dilakukan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Sinunukan, sementara Muhammad Rizky Nasution bertindak sebagai Komandan Upacara. Pembacaan teks Undang-Undang Dasar 1945 dibawakan oleh Rahmi Syafitri Riska.

Bertindak sebagai pembina upacara, Camat Sinunukan, Abdi Putra Negara Pulungan, SH, MH, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Momentum Hari Lahir Pancasila bukanlah hanya seremonial belaka. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus kita hidupkan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Camat Sinunukan dalam sambutannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Batahan AKP Jaresman Sitinjak, SH, MH, unsur Koramil 20 Batahan Serma Heru Yusrizal serta kepala desa se-Kecamatan Sinunukan, ASN, Korwil Pendidikan Wilayah XV Sinunukan Irpan Rangkuti Spdi, para guru, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Kepala SMA Negeri 1 Sinunukan, Ikhsan Nasution, S.Pd, dalam sambutannya mengajak para pelajar untuk memahami sejarah lahirnya Pancasila dan meneladani semangat para pendiri bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pada kesempatan itu juga disampaikan kembali sejarah lahirnya Pancasila yang digagas oleh Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Lima dasar negara yang disampaikan saat itu kemudian dikenal dengan nama Pancasila dan menjadi dasar negara Republik Indonesia hingga saat ini.

Antusiasme peserta upacara terlihat sangat tinggi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan bahwa Pancasila tetap menjadi perekat persatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan.

Di akhir kegiatan, Camat Sinunukan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh ASN, Korwil XV Sinunukan, para guru, kepala desa, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan menyukseskan peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 di Kecamatan Sinunukan.

Ahmad Syarif Nst, Spdi

“Pancasila harus terus menjadi pedoman dan pemersatu bangsa. Dengan mengamalkan nilai-nilainya, kita dapat menjaga persatuan serta mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan damai,” tutupnya.

Pembacaan do’a sebagai penutup oleh Ahmad Syarif Nst, Spdi staf KUA Kecamatan Sinunukan, acara peringatan hari lahir Pancasila berjalan dalam suasana cuaca yang sangat cerah penuh khidmat berjalan cukup lancar.

(MO).

Kapolres Kabupaten Labuhanbatu Selatan, AKBPKapolres Labusel Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, “Pancasila Fondasi Menjaga Kamtibmas”.

LABUSEL, kabarbangsa.my.id – Kapolres Kabupaten Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, Senin (1/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Upacara dipimpin oleh Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro S.H. selaku Inspektur Upacara. Turut hadir Sekdakab Labuhanbatu Selatan M Reza Pahlevi Nasution S.S.T.P, M.A.P. Danramil Kota Pinang Mayor Inf Hendra Gunawan, Wadanramil Kapten Kav Misdar, Dansub Denpom II Cikampak Lettu CPM Hasbih, perwakilan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan Retno Sri Wahyuni S.H. Kakan Kemenag Labuhanbatu Selatan H Muhammad Ferry S.Sos.I, M.Si. perwakilan Pengadilan Agama Rantau Prapat, mewakili Lapas Kelas III Kota Pinang Popo Arjuna S.H., para pimpinan OPD, serta tokoh masyarakat dan pemuda.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara, pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD 1945, hingga amanat peringatan Hari Lahir Pancasila.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan Syahdian Purba Siboro mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman moral dan arah pembangunan bangsa.

“Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan dan tindakan kita. Nilai keadilan sosial harus dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Kita juga harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu persatuan bangsa,” ujar Syahdian saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia dikenal dunia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemanusiaan, perdamaian, dan persatuan. Karena itu, semangat gotong royong dan kebersamaan harus terus dipelihara sebagai kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Suasana upacara semakin terasa khidmat ketika ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Korpri, BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, serta pelajar tingkat SMP dan SMA mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Di tengah keberagaman latar belakang peserta, nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila tampak nyata melalui kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan upacara.

Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pancasila merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa. Polres Labuhanbatu Selatan bersama seluruh unsur Forkopimda berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman,” ujar Kapolres.

Menurutnya, semangat Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari saling menghormati, menjaga toleransi, hingga meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tetap relevan dan menjadi perekat persatuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan masa kini maupun masa depan.

(Irpan Has)

Pemeriksaan Mata Gratis dan Edukasi Kesehatan Mata Digelar di Medan.

MEDAN, kabarbangsa.my.id – Yayasan Oysani Generasi Peduli berkolaborasi dengan Komunitas Pejabat (Persilaturahmian Jawa Bersahabat) menggelar kegiatan pemeriksaan mata gratis serta edukasi kesehatan mata dan kesehatan mental di Cafe Kebun, Jalan Kenanga, Setia Budi, Pasar 6 Tanjung Sari, Medan, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan sosial ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan gadget, khususnya di kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Acara tersebut dihadiri Ketua Alkah Dzikrullah Dr. H. Syeikh Ahmad Baqi Aripin, SH, MH, MBA, MM, Ketua Pembina Yayasan Oysani Generasi Peduli Hj. Sri Hayati, Irma Fatmawati, SH, Pendiri Komunitas Pejabat Agus Jawa, Ketua Umum Komunitas Pejabat Bambang Sucipto, ST, Ketua Yayasan Oysani Generasi Peduli Hadi Gunawan, Ketua DPW Gerakan Rakyat Sehat Sumatera Utara Ir. Suhiluddin Lubis, serta Elite Leader MGI Club Indonesia Triyanto dan Aditya Wiyanto.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Oysani Generasi Peduli, Hadi Gunawan, menegaskan bahwa kesehatan mata merupakan salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, penggunaan perangkat digital yang semakin tinggi dapat berdampak pada kesehatan mata apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mengedukasi pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini. Yayasan juga membuka peluang kerja sama dengan sekolah, kampus, pabrik, perusahaan, maupun komunitas yang ingin berpartisipasi dalam program kesehatan mata,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan mata secara gratis tanpa persyaratan khusus. Selain itu, Yayasan Oysani Generasi Peduli juga memberikan bantuan kacamata medis Ionspec Nano Technology senilai Rp1,2 juta secara gratis kepada remaja berusia maksimal 16 tahun yang memiliki gangguan mata minus di atas 5, dengan syarat melampirkan fotokopi Kartu Keluarga.

Bantuan serupa juga diberikan kepada penderita glaukoma dari berbagai usia. Untuk memperoleh bantuan tersebut, peserta diwajibkan membawa surat keterangan dokter yang menyatakan menderita glaukoma serta fotokopi Kartu Keluarga.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Oysani Generasi Peduli bersama Komunitas Pejabat berharap dapat membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan mata yang lebih mudah sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata dan kesehatan mental demi kualitas hidup yang lebih baik.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan peduli terhadap kesehatan diri maupun keluarga.Selain memberikan layanan pemeriksaan mata gratis, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata serta kesehatan mental di era digital. Tingginya penggunaan gawai dan paparan layar elektronik menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kualitas penglihatan apabila tidak disertai pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala.

Sebanyak 82 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari kalangan remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Seluruh peserta mendapatkan pemeriksaan mata serta edukasi langsung dari tim penyelenggara mengenai cara menjaga kesehatan mata dan mencegah gangguan penglihatan sejak dini.

Kesuksesan kegiatan ini tidak terlepas dari peran aktif berbagai pihak yang terlibat. Komunitas Pejabat (Persilaturahmian Jawa Bersahabat) berperan sebagai pelaksana dan eksekutor kegiatan di lapangan, mulai dari koordinasi peserta, pengaturan acara, hingga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Sementara itu, Yayasan Oysani Generasi Peduli menjadi penggagas utama program sosial kesehatan mata ini, termasuk dalam penyediaan layanan pemeriksaan mata gratis, edukasi kesehatan, serta bantuan kacamata medis bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Umum Komunitas Pejabat Bambang Sucipto, ST, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara organisasi sosial, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Kesehatan mata merupakan investasi penting untuk masa depan, sehingga perlu mendapatkan perhatian bersama,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Yayasan Oysani Generasi Peduli dan Komunitas Pejabat berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperluas akses layanan kesehatan, serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata dan kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.,

(Indra HSB)

Diisukan Adanya Dugaan Pungli, Karutan Labuhan Deli : Fitnah Tersebut Sangat Kejam.

MEDAN, kabarbangsa.my.id – Terkait pemberitaan di salah satu media online tentang adanya pungli di Rutan Kelas I Labuhan Deli, Karutan kelas I Labuhan Deli angkat bicara.

“Sehubungan dengan adanya pemberitaan miring itu kami menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar, berita itu merupakan tuduhan yang sangat keji terhadap kami” ucap Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Klas I Labuhan Deli Eddy Junaedy kepada Wartawan, Minggu (31/5/2026) siang.

Lanjut pria yang dikenal akrab dengan Awak Media itu menjelaskan, pihaknya selalu melakukan razia disetiap kamar warga binaan yang dicurigai sebagai tempat berlangsungnya tindak kejahatan.

“Saya selalu melakukan razia disetiap kamar warga Binaan maupun kegiatan lainnya dan terkait isu yang tidak sedap tersebut saya rasa itu adalah fitnah” jelasnya.

Ia berharap kepada kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dan tergiring dengan opini atau isu yang belum tentu kebenarannya.

“Apabila ada masyarakat yang menemukan atau menjadi korban dugaan pungli atau lainnya di Rutan Kelas I Labuhan Deli silahkan laporkan, Kita siap menindaklanjuti dan akan kita tindak tegas perbuatan tersebut apabila terbukti, dan sekali lagi saya katakan mengenai isu miring di Rutan Klas I Labuhan Deli adanya pungli maupun peredaran narkoba tidak benar adanya alias Hoax, kami tetap komit dalam pemberantasan narkoba dan pungli, beri kepercayaan sama kami” pungkasnya.

Redaksi

Masyarakat Pertanyakan Kinerja Tim Reforma Agraria Madina, Bermanfaat atau Tidak?

MANDAILING NATAL kabarrbangsa.my.id – Kinerja Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Mandailing Natal kembali menjadi sorotan publik. (31//2026).

Sejumlah masyarakat, khususnya warga Desa Kampung Kapas I, Kecamatan Batahan, mempertanyakan sejauh mana keberadaan tim tersebut memberikan manfaat dalam penyelesaian sengketa agraria yang telah berlangsung cukup lama.

Pertanyaan itu muncul karena hingga saat ini konflik lahan antara masyarakat dan pihak PT Perkebunan Nusantara IV belum menunjukkan titik terang, meskipun berbagai tahapan penyelesaian telah dilakukan, mulai dari Rapat Dengar Pendapat (RDP), identifikasi lahan, hingga penyampaian keterangan dari pihak perusahaan maupun masyarakat.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 Pasal 23 huruf i, Gugus Tugas Reforma Agraria memiliki tugas untuk mengoordinasikan dan memfasilitasi penyelesaian sengketa serta konflik agraria di tingkat kabupaten/kota.

Di Kabupaten Mandailing Natal, Tim GTRA dipimpin langsung oleh Bupati Madina H.Saipullah Nasution SH MH, sebagai ketua, dengan Wabup Atika Azmi Utammi sebagai sekretaris. Sementara unsur pertanahan turut melibatkan BPN Madina selaku ketua pelaksana harian.

Namun, menurut sejumlah warga, keberadaan tim tersebut belum memberikan hasil nyata terhadap penyelesaian konflik lahan yang mereka alami warga Desa Kampung Kapas I mengaku masih menunggu kepastian atas lahan yang mereka sebagai hak milik sah dan telah memiliki sertifikat.

Mereka menilai lambannya penyelesaian sengketa justru menambah ketidakpastian dan beban sosial ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada lahan tersebut.

Pendamping masyarakat, M. Faisar Hasibuan, menilai Tim GTRA Madina seharusnya lebih proaktif menjalankan mandat yang telah diberikan oleh Perpres Nomor 86 Tahun 2018.
“Jika memang serius menjalankan tugas, seharusnya penyelesaian sudah dapat dipercepat. Dasar hukumnya jelas. Perpres Nomor 86 Tahun 2018 Pasal 23 huruf i memberikan kewenangan untuk mengoordinasikan dan memfasilitasi penyelesaian sengketa agraria di daerah,” ujarnya.

Menurut Faisar, seluruh tahapan penting telah dilakukan. Identifikasi lahan telah berjalan, pernyataan dari masyarakat dan perusahaan telah dihimpun, serta pembahasan melalui RDP juga telah dilaksanakan.

Namun hingga kini masyarakat belum memperoleh kepastian mengenai langkah maupun keputusan yang akan diambil pemda ia menegaskan bahwa selain Perpres Reforma Agraria, berbagai regulasi di bidang agraria dan perkebunan juga memberikan landasan hukum yang cukup bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah fasilitasi dan koordinasi penyelesaian konflik.

“Kami mempertanyakan efektivitas kerja Tim GTRA Madina. Jangan sampai tim yang dibentuk negara hanya menjadi pelengkap administrasi tanpa mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang sedang mencari keadilan,” katanya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan amanat Reforma Agraria dengan mempercepat proses penyelesaian sengketa yang telah berlangsung cukup lama. Mereka menilai kehadiran GTRA seharusnya menjadi instrumen penyelesaian konflik, bukan sekadar forum yang menghasilkan pembahasan tanpa kepastian.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah dan keputusan resmi dari Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Mandailing Natal terkait penyelesaian sengketa lahan yang terjadi di Desa Kampung Kapas I, Kecamatan Batahan

(MO).