Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Kapolsek Padang Tualang Patroli Jembatan Darurat Bukit Lawang Tangkahan.

Langkat, kabarbangsa.my.id – Senin 3 Agustus 2026.


Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolsek Padang Tualang IPTU M. Yassir Parinduri, M.H., bersama personel Polsek Padang Tualang melaksanakan kegiatan sambang, patroli, dan tatap muka dengan masyarakat di kawasan Jembatan Darurat yang menghubungkan Bukit Lawang–Tangkahan, Dusun Simpang Dua, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut diikuti oleh IPTU Didi Iskandar, S.H., M.H., IPDA Deni C. Sembiring, S.H., M.H., serta AIPTU Yuyun. Patroli difokuskan pada lokasi jembatan darurat yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat dan kendaraan umum sebagai jalur penghubung penting.

Dalam kesempatan itu, personel Polri menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, mematuhi aturan berlalu lintas, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun tindak pidana.

Kapolres Langkat AKBP Hannry PH. Tambunan, S.E., S.I.K., Melalui Kapolsek Padang Tualang IPTU M. Yassir Parinduri mengatakan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan dan langkah preventif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Hadirnya personel Polri di lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Hasil kegiatan menunjukkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Padang Tualang tetap aman dan kondusif. Selain itu, patroli juga berhasil mengantisipasi potensi penyimpangan maupun tindak pidana serta memastikan arus lalu lintas di sekitar jembatan darurat tetap berjalan aman, tertib, dan lancar.

Komitmen Polres Langkat dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan Presisi guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Langkat

Kegiatan ini merupakan implementasi dari program POLISI LANGKAT GARUDA KSATRIA, yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.

Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus menghadirkan Polri yang humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.


(B.Panjaitan)

FORAKAD Labusel dan Bupati Fery Siap Kolaborasi Bangun Kampung Halaman.

Medan, kabarbangsa.my.id – Senin,3 Agustus 2026.

Forum Dosen dan Akademisi Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersilaturahmi dengan Bupati Labuhanbatu Selatan sebagai bentuk komitmen membangun sinergi antara kalangan akademisi dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, di antaranya peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset dan penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Forum menilai kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah sangat penting untuk melahirkan kebijakan yang berbasis data dan hasil kajian ilmiah.

Dr. Iwan Nasution, M.H.I. menyampaikan bahwa kehadiran Forum Dosen dan Akademisi Labuhanbatu Selatan merupakan bentuk kepedulian para intelektual daerah terhadap kemajuan kampung halaman. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk turut berkontribusi dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan di daerah.

“Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara akademisi dan pemerintah daerah. Kami berharap forum ini dapat menjadi wadah kolaborasi yang produktif dalam memberikan masukan, gagasan, serta solusi ilmiah bagi pembangunan Labuhanbatu Selatan. Sinergi ini harus terus dibangun agar potensi daerah dapat berkembang secara optimal melalui pendekatan akademik yang terukur,” ujar Dr. Iwan Nasution, M.H.I.

Selanjutnya, Dr. Ahmad Sujai Tanjung, M.Si. mengatakan bahwa para dosen dan akademisi asal Labuhanbatu Selatan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan berbagai kajian ilmiah yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

“Prinsip dasarnya adalah Utamahon Huta, Labusel Na Modern. Kami ingin membangun kolaborasi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik yang dapat memberikan masukan berbasis riset untuk mendukung pembangunan daerah, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi masyarakat, hingga pengembangan potensi lokal.

Harapan kami, sinergi ini mampu mempercepat terwujudnya Labuhanbatu Selatan yang semakin maju dan berdaya saing,” ujar Dr. Ahmad Sujai Tanjung, M.Si.

Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, S.H., menyambut baik kehadiran Forum Dosen dan Akademisi Labusel. Menurutnya, pemerintah daerah sangat terbuka terhadap berbagai masukan, gagasan, dan hasil penelitian dari kalangan akademisi sebagai landasan dalam menyusun kebijakan pembangunan.

“Saya mengapresiasi inisiatif Forum Dosen dan Akademisi Labuhanbatu Selatan untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Kami berharap para akademisi dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Dengan dukungan kajian ilmiah dan inovasi dari perguruan tinggi, saya optimistis pembangunan daerah akan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” kata Bupati.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama yang berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Forum Dosen serta Akademisi Labusel dalam mendorong pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.

Redaksi

Polsek Medan Barat Gelar Program “Go To School” di SMK Negeri 14 Medan, Edukasi Pelajar Jauhi Narkoba, Judi Online, Tawuran, dan Geng Motor.

Medan. kabarbangsa.my.id -Senin,3 Agustus 2026.

Polsek Medan Barat terus menggencarkan upaya pencegahan kenakalan remaja melalui program “Go To School”. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 14 Medan, Jalan Karya Dalam No. 26, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Senin (3/8/2026), dengan Kapolsek Medan Barat Kompol Dr. Made Wira Suhendra, S.I.K., M.H., bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera.

Program ini bertujuan memberikan edukasi serta meningkatkan kesadaran hukum para pelajar agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, tawuran, dan keterlibatan dalam geng motor.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Waka Polsek Medan Barat AKP Bazaro Bulolo, Kepala SMK Negeri 14 Medan Andriyanti Pasaribu, S.Pd., M.Pd., para dewan guru, personel Unit Binmas, Bhabinkamtibmas Polsek Medan Barat, serta ratusan siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan.

Dalam amanatnya, Kapolsek Medan Barat Kompol Dr. Made Wira Suhendra menyampaikan bahwa para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.

Ia menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian para siswa, yakni bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan fisik maupun mental, dampak buruk judi online yang dapat menimbulkan kecanduan serta kerugian ekonomi, dan ancaman tawuran maupun geng motor yang berpotensi membawa pelajar berhadapan dengan hukum.

“Saya mengharapkan anak-anak sekalian, khususnya siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan, tidak ada yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, bermain judi online, maupun mengikuti kelompok geng motor atau aksi tawuran,” tegas Kompol Made Wira Suhendra.

Kapolsek juga mengajak seluruh siswa untuk lebih fokus belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan, serta menggunakan media sosial secara bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada tindakan melanggar hukum.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 14 Medan, Andriyanti Pasaribu, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kehadiran jajaran Polsek Medan Barat yang telah memberikan pembinaan dan edukasi kepada para siswa. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan kepolisian sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang disiplin, berintegritas, serta memiliki kesadaran hukum sejak dini.

Kegiatan “Go To School” dimulai pada pukul 07.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 09.00 WIB. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, interaktif, aman, dan kondusif.

Melalui program ini, Polsek Medan Barat berharap dapat mempererat kemitraan dengan dunia pendidikan sekaligus menumbuhkan kesadaran para pelajar untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari kenakalan remaja.

Redaksi

Satbinmas Polrestabes Medan Jadi Inspektur Upacara di SMAN 8 Medan, Edukasi Pelajar Bahaya Tawuran, Narkoba, dan Judi Online.

Medan. kabarbangsa.my.id Senin,3 Agustus 2026.

Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Medan terus memperkuat upaya pembinaan karakter dan peningkatan kesadaran hukum di kalangan pelajar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada pelaksanaan upacara bendera di SMAN 8 Medan, Senin (3/8/2026), sekaligus memberikan penyuluhan mengenai bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan judi online.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, IPDA Helmy dari Satbinmas Polrestabes Medan menyampaikan amanat yang menitikberatkan pada pentingnya menjaga disiplin, menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, IPDA Helmy menjelaskan bahwa kepolisian terus meningkatkan upaya pencegahan terhadap berbagai pelanggaran hukum yang melibatkan generasi muda. Selain melalui patroli dan pembinaan secara langsung, Polri juga memanfaatkan teknologi informasi dan pemantauan siber (cyber) untuk mendeteksi aktivitas yang berpotensi melanggar hukum di media sosial.

“Kami mengimbau seluruh pelajar agar tidak terlibat tawuran, penyalahgunaan narkoba maupun judi online. Saat ini kepolisian tidak hanya melakukan pengawasan secara langsung, tetapi juga memanfaatkan teknologi siber untuk memantau aktivitas yang berpotensi melanggar hukum melalui media sosial. Jejak digital sangat mudah ditelusuri, sehingga gunakanlah media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” tegas IPDA Helmy di hadapan ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMAN 8 Medan.

Kepala SMAN 8 Medan, Eka Sri Wahyuni Purba, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Satbinmas Polrestabes Medan atas kepeduliannya dalam memberikan edukasi hukum dan pembinaan karakter kepada para peserta didik.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki kesadaran hukum, menjauhi perilaku menyimpang, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polrestabes Medan, khususnya Satbinmas, yang telah hadir memberikan penyuluhan hukum dan pembinaan karakter kepada peserta didik kami. Kegiatan ini sangat penting untuk membangun kesadaran siswa agar menjauhi tawuran, narkoba, judi online, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan Indonesia. Karena itu, sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat agar lahir generasi yang berintegritas, disiplin, cerdas, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif demi masa depan bangsa,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Satbinmas Polrestabes Medan berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menaati hukum, menjaga nama baik diri, keluarga, dan sekolah, serta mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Seluruh peserta mengikuti upacara hingga sesi penyuluhan dengan baik sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, peningkatan kesadaran hukum, serta upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari pengaruh negatif.

Sinergi antara Polri dan dunia pendidikan diharapkan terus berlanjut sebagai langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, taat hukum, serta siap menjadi penerus bangsa yang berkualitas di era digital.

(Indra Rilyadi HSB)

Kapolsek Salapian Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Salapian, Tekankan Disiplin dan Bahaya Narkoba.

Langkat, kabarbangsa.my.id – Senin,3 Agustus 2026.


Dalam rangka pembinaan dan edukasi kepada generasi muda, Kapolsek Salapian, AKP Master SMT. Purba Tanjung, S.H, M.H, menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Salapian, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Senin (03/08/2026) pagi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polres Langkat dalam mendukung pembinaan karakter pelajar serta upaya pencegahan kenakalan remaja dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini.

Kapolsek Salapian, AKP Master, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para siswa agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, aksi perundungan (bullying), serta tidak terlibat tawuran maupun geng motor yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Selain itu, AKP Master Rahman mengimbau agar para siswa setelah selesai jam pelajaran langsung kembali ke rumah masing-masing dan tidak berkeliaran atau nongkrong di luar tanpa tujuan yang jelas, guna menghindari hal-hal negatif yang dapat berujung pada pelanggaran hukum.

“Generasi muda adalah aset bangsa. Oleh karena itu, sejak dini harus dibekali disiplin, moral, serta keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kelak menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” tegas AKP Master dalam amanatnya.

AKP Master juga mengingatkan para siswa bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat, termasuk pelajar. Apabila melihat atau mengalami tindak pidana, tawuran antarpelajar, maupun aktivitas geng motor, siswa diminta tidak ragu menghubungi Call Center Polres Langkat 110 untuk mendapatkan bantuan kepolisian.

Kapolres Langkat AKBP Hannry PH. Tambunan, S.E., S.I.K., Melalui PS. Kasi Humas IPTU M Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan pembina upacara di sekolah-sekolah akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Kapolsek jajaran Polres Langkat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan serta komitmen Polres Langkat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di kalangan pelajar,” ujar PS. Kasi Humas IPTU M Siregar.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, guru, serta para siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program POLISI LANGKAT GARUDA KSATRIA, yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, serta berlandaskan nilai Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman dalam setiap pelaksanaan tugas.

Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat menegaskan bahwa perang melawan narkoba akan terus dilakukan secara konsisten. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi utama untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkotika demi masa depan generasi penerus bangsa.


(B.Panjaitan)

Dumas Presisi Berbuah Hasil, Polsek Kampung Rakyat Bongkar Peredaran Sabu di Tanjung Medan, Pengedar Ditangkap dengan Barang Bukti 6,9 Gram.

Labusel, kabarbangsa.my.id – Senin,3 Agustus 2026.

Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Kampung Rakyat, Polres Labuhanbatu Selatan. Seorang pria berinisial SRN alias Kancil (35), warga Dusun Padang Bulan, Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampung Rakyat, diamankan setelah kedapatan menyimpan dan diduga mengedarkan narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 6,9 gram.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, di areal perkebunan kelapa sawit Dusun Padang Bulan, Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Selain mengamankan tersangka, polisi turut menyita barang bukti berupa 1 (satu) plastik klip sedang diduga berisi narkotika jenis sabu seberat 4,67 Gram/Bruto, 8 (delapan) plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu seberat 1,21 Gram/Bruto, 1 (satu) plastik sedang diduga berisi narkotika jenis sabu seberat 1,02 Gram/Bruto, uang tunai Rp 250.000,-, 1 (satu) unit handphone Merk Samsung, 1 (satu) buah pipet berbentuk skop, 2 (dua) bungkus kotak rokok.

Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Rosef Efendi S.I.K. M.H. CPHR. melalui Kapolsek Kampung Rakyat AKP Muhammad Ilham Lubis, Senin (3/8/2026) di Polres Labuhanbatu Selatan, menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat melalui Dumas Presisi mengenai maraknya aktivitas peredaran narkotika di wilayah Dusun Padang Bulan.

“Setiap informasi dari masyarakat menjadi perhatian serius kami. Berbekal laporan Dumas Presisi, personel langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan seorang terduga pengedar beserta barang bukti narkotika jenis sabu,” ujar AKP Muhammad Ilham Lubis.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Kampung Rakyat memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Apma Aldon Pulungan S.H. M.H. bersama Tim Opsnal Unit Reskrim melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi yang dilaporkan.
Saat berada di areal perkebunan sawit, petugas melihat seorang pria yang gerak-geriknya mencurigakan. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan dua bungkus kotak rokok yang berisi 10 paket sabu dengan total berat bruto 6,9 gram.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui seluruh barang haram tersebut adalah miliknya.

Kapolsek menegaskan, keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polres Labuhanbatu Selatan dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke tingkat desa. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak masa depan pelaku, tetapi juga mengancam ketenteraman keluarga dan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing. Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci dalam menciptakan Labuhanbatu Selatan yang aman dan bersih dari narkoba,” tegasnya.

Saat ini tersangka telah diamankan di Polsek Kampung Rakyat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, berkas perkara akan dilengkapi dan diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan guna proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

(Irpan Has

Dukung Penuh Usulan FKAE Bangun Kawasan Terpadu Satu Atap. Sekjen LMP”.Gagasan Brilian.

Batubara, kabarbangsa.my.id – Srnin,3 Agustus 2026.

Gagasan pembangunan kawasan terpadu yang dicetuskan oleh Forum Komunikasi Antar Etnis ( FKAE ) Kabupaten Batu Bara,adalah wujud nyata dari sebuah ide dan gagasan yang sangat Brilian sehingga mendapat simpati dari para tokoh masyarakat,tokoh pemuda,tokoh agama,bahkan mendapat perhatian khusus dari anggota DPRD Batu Bara dari dapil 7 Kecamatan Air Putih.

Tak terkecuali kali ini dukungan datang dari Sekjen Marcab LMP, Kabupaten Batu Bara, Irawansyah.,S.H.,C.Neg.yang menilai bahwa landasan pemikiran tersebut merupakan langkah yang sangat tepat guna mendorong kemajuan yang signifikan diberbagai sektor di Kabupaten Batu Bara.

Dalam pandangannya,Irawan menyatakan bahwa usulan FKAE tentang pembangunan kawasan terpadu satu atap,dapat mengakomodasi berbagai fasilitas kebudayaan,khususnya seni,olahraga,ruang terbuka hijau,serta sarana dan prasarana yang merupakan wujud dari gagasan visioner,sangat layak untuk mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara.Minggu ( 2/8/2026 )

Lebih lanjut Irawan mengatakan bahwa pembangunan kawasan terpadu satu atap dapat menjadi wadah untuk memperkuat persatuan antar lintas etnis,serta berguna untuk melestarikan kearifan budaya lokal yang ada di Kabupaten Batu Bara,dapat meningkatkan prestasi olahraga,sekaligus menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat khususnya bagi pengelola UMKM dan Pariwisata.Ini benar-benar merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah,ujarnya.

Irawan menambahkan,dengan adanya kawasan terpadu satu atap nantinya dapat menjadi ikon baru Kabupaten Batu Bara yang bisa menarik minat wisatawan lokal maupun nasional,sekaligus menjadikan ruang interaksi seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang,suku,agama maupun budaya adat istiadat.

Terpisah Muhammad rafik selaku ketua FKAE berharap dengan adanya dukungan yang terus mengalir dari seluruh elemen masyarakat,kiranya dapat menjadi dorongan kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara untuk menjadikan skala prioritas dan segera merealisasikan pembangunan kawasan terpadu satu atap yang diusulkan sebagai pusat kegiatan budaya,olahraga,pelayanan publik dan ekonomi kreatif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Adapun tujuan utamanya adalah mewujudkan Batu Bara yang lebih maju,sejahtera dan berbudaya.

Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua partisipasi dan dukungan dari seluruh pihak, baik tokoh masyarakat,pemuda dan tokoh agama,serta anggota DPRD Batu Bara, semoga apa yang menjadi keinginan dan cita-cita kita bersama dapat segera terwujud…pungkasnya..

( IR4ONE )

INVESTIGASI Minggu awal Agustus 2026″Dua Jembatan Tua di Ujung Napas: Negara Hadir Setelah Korban Berjatuhan?”.

Mandailing Natal. kabarbangsa.my.id – Senin,3 Agustus 2026.


Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, dua jembatan tua yang menjadi urat nadi ribuan masyarakat di Kecamatan Sinunukan dan Kecamatan Batahan justru seperti terlupakan.

Puluhan tahun berdiri, kini jembatan sudah dimakan usia, digerus karat, dilintasi kendaraan bertonase berat setiap hari, namun belum juga diganti. Yang tersisa kini hanyalah kekhawatiran masyarakat bahwa suatu saat kedua jembatan itu akan runtuh dan memakan korban.

Jembatan Sungai Batang Bangko di Desa Airapa dibangun sekitar tahun 1997. Hampir tiga dekade berlalu, jembatan sepanjang kurang lebih 50 meter itu belum pernah mendapat pembangunan baru, perawatan yang dilakukan selama ini hanya bersifat tambal sulam.

Ironisnya, masyarakat menyebut perawatan rutin justru lebih sering dilakukan oleh PT Palmaris Raya dengan mengganti besi H yang patah dan bantalan kayu yang lapuk. Padahal jembatan tersebut merupakan fasilitas umum yang dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, termasuk kendaraan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Sinunukan dan Batahan.

Menurut Bapak Lubis, yang mengaku menjadi saksi pembangunan jembatan tersebut pada 1997, kondisi sekarang sudah jauh berbeda.

“Dulu masih ada kayu damar yang kuat. Sekarang tinggal kayu rasak yang masih muda. Diganti hari ini, seminggu kemudian sudah rusak lagi,” tuturnya.

Hasil peninjauan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara maupun Kabupaten Mandailing Natal, para anggota dewan, menurut keterangan masyarakat, juga mengarah pada kesimpulan bahwa jembatan tersebut tidak lagi layak diperbaiki. Besi silang (X), besi H, hingga struktur utama telah mengalami korosi akibat usia sehingga solusi yang dinilai paling memungkinkan adalah pembangunan jembatan baru.

Namun hingga hari ini, solusi itu belum juga terwujud.

Yang lebih mengkhawatirkan, kendaraan pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dengan muatan berat masih terus melintasi jembatan yang sudah renta tersebut, selain mengangkut hasil perkebunan, jalur ini menjadi akses utama distribusi sembako, material bangunan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat dua kecamatan.

Di sisi lain, kondisi serupa juga terjadi pada Jembatan Muara Batang Bangko (Jembatan Panjang Bintungan) di Desa Bintungan Kampung, dengan panjang ± 100 m Kecamatan Batahan, kedua jembatan ini memiliki fungsi strategis sebagai penghubung utama kawasan Pantai Barat Mandailing Natal.

Pertanyaan yang terus bergema di tengah masyarakat sederhana namun menyakitkan!:
Berapa kali lagi jembatan harus diukur sebelum benar-benar dibangun?

Warga mengaku sudah berkali-kali melihat petugas datang melakukan survei, pengukuran, hingga pendataan. Proposal pembangunan juga disebut telah diajukan berulang kali. Namun hasilnya masih sebatas dokumen yang menumpuk di meja birokrasi.

Keluhan tersebut menjadi perbincangan sehari-hari di warung kopi, dari Warkop Bang Jok yang di isi para pengusaha muda hingga Warkop Meja Panas Sinunukan. Harapan masyarakat perlahan berubah menjadi rasa pesimistis.

Tokoh masyarakat Desa Bintungan Bejangkar Baru, Abdi Wibowo juga Hotner Pasaribu menawarkan solusi yang dinilai realistis.

Menurut mereka, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dapat segera mengundang seluruh perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang memanfaatkan akses tersebut untuk duduk bersama dan mengoptimalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Perusahaan yang disebut antara lain PT PN IV Kebun Timur/Balap, PT Sago Nauli, dan PT Palmaris Raya.

“Jangan hanya satu perusahaan (PT PALMARIS RAYA) saja yang selama ini membantu perawatan, kendaraan perusahaan lain juga menikmati akses yang sama, Sudah sepatutnya tanggung jawab sosial dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Usulan itu dinilai layak dipertimbangkan mengingat keberadaan kedua jembatan tersebut tidak hanya menunjang aktivitas masyarakat, tetapi juga memperlancar distribusi hasil perkebunan dan kegiatan

( MO )