Polsek Medan Barat Gelar Program “Go To School” di SMK Negeri 14 Medan, Edukasi Pelajar Jauhi Narkoba, Judi Online, Tawuran, dan Geng Motor.

Medan. kabarbangsa.my.id -Senin,3 Agustus 2026.

Polsek Medan Barat terus menggencarkan upaya pencegahan kenakalan remaja melalui program “Go To School”. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 14 Medan, Jalan Karya Dalam No. 26, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Senin (3/8/2026), dengan Kapolsek Medan Barat Kompol Dr. Made Wira Suhendra, S.I.K., M.H., bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera.

Program ini bertujuan memberikan edukasi serta meningkatkan kesadaran hukum para pelajar agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, tawuran, dan keterlibatan dalam geng motor.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Waka Polsek Medan Barat AKP Bazaro Bulolo, Kepala SMK Negeri 14 Medan Andriyanti Pasaribu, S.Pd., M.Pd., para dewan guru, personel Unit Binmas, Bhabinkamtibmas Polsek Medan Barat, serta ratusan siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan.

Dalam amanatnya, Kapolsek Medan Barat Kompol Dr. Made Wira Suhendra menyampaikan bahwa para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.

Ia menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian para siswa, yakni bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan fisik maupun mental, dampak buruk judi online yang dapat menimbulkan kecanduan serta kerugian ekonomi, dan ancaman tawuran maupun geng motor yang berpotensi membawa pelajar berhadapan dengan hukum.

“Saya mengharapkan anak-anak sekalian, khususnya siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan, tidak ada yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, bermain judi online, maupun mengikuti kelompok geng motor atau aksi tawuran,” tegas Kompol Made Wira Suhendra.

Kapolsek juga mengajak seluruh siswa untuk lebih fokus belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan, serta menggunakan media sosial secara bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada tindakan melanggar hukum.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 14 Medan, Andriyanti Pasaribu, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kehadiran jajaran Polsek Medan Barat yang telah memberikan pembinaan dan edukasi kepada para siswa. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan kepolisian sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang disiplin, berintegritas, serta memiliki kesadaran hukum sejak dini.

Kegiatan “Go To School” dimulai pada pukul 07.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 09.00 WIB. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, interaktif, aman, dan kondusif.

Melalui program ini, Polsek Medan Barat berharap dapat mempererat kemitraan dengan dunia pendidikan sekaligus menumbuhkan kesadaran para pelajar untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari kenakalan remaja.

Redaksi

Satbinmas Polrestabes Medan Jadi Inspektur Upacara di SMAN 8 Medan, Edukasi Pelajar Bahaya Tawuran, Narkoba, dan Judi Online.

Medan. kabarbangsa.my.id Senin,3 Agustus 2026.

Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Medan terus memperkuat upaya pembinaan karakter dan peningkatan kesadaran hukum di kalangan pelajar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada pelaksanaan upacara bendera di SMAN 8 Medan, Senin (3/8/2026), sekaligus memberikan penyuluhan mengenai bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan judi online.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, IPDA Helmy dari Satbinmas Polrestabes Medan menyampaikan amanat yang menitikberatkan pada pentingnya menjaga disiplin, menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, IPDA Helmy menjelaskan bahwa kepolisian terus meningkatkan upaya pencegahan terhadap berbagai pelanggaran hukum yang melibatkan generasi muda. Selain melalui patroli dan pembinaan secara langsung, Polri juga memanfaatkan teknologi informasi dan pemantauan siber (cyber) untuk mendeteksi aktivitas yang berpotensi melanggar hukum di media sosial.

“Kami mengimbau seluruh pelajar agar tidak terlibat tawuran, penyalahgunaan narkoba maupun judi online. Saat ini kepolisian tidak hanya melakukan pengawasan secara langsung, tetapi juga memanfaatkan teknologi siber untuk memantau aktivitas yang berpotensi melanggar hukum melalui media sosial. Jejak digital sangat mudah ditelusuri, sehingga gunakanlah media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” tegas IPDA Helmy di hadapan ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMAN 8 Medan.

Kepala SMAN 8 Medan, Eka Sri Wahyuni Purba, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Satbinmas Polrestabes Medan atas kepeduliannya dalam memberikan edukasi hukum dan pembinaan karakter kepada para peserta didik.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki kesadaran hukum, menjauhi perilaku menyimpang, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polrestabes Medan, khususnya Satbinmas, yang telah hadir memberikan penyuluhan hukum dan pembinaan karakter kepada peserta didik kami. Kegiatan ini sangat penting untuk membangun kesadaran siswa agar menjauhi tawuran, narkoba, judi online, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan Indonesia. Karena itu, sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat agar lahir generasi yang berintegritas, disiplin, cerdas, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif demi masa depan bangsa,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Satbinmas Polrestabes Medan berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menaati hukum, menjaga nama baik diri, keluarga, dan sekolah, serta mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Seluruh peserta mengikuti upacara hingga sesi penyuluhan dengan baik sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, peningkatan kesadaran hukum, serta upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari pengaruh negatif.

Sinergi antara Polri dan dunia pendidikan diharapkan terus berlanjut sebagai langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, taat hukum, serta siap menjadi penerus bangsa yang berkualitas di era digital.

(Indra Rilyadi HSB)