Respon Cepat Aduan Call Center 110, Polsek Kampung Rakyat Tindaklanjuti Keresahan Warga Terkait Narkoba dan Pencurian Sawit.

Labusel, kabarbangsa.my.id – Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polri Presisi, personel Polsek Kampung Rakyat Polres Labuhanbatu Selatan bergerak cepat mendatangi lokasi yang dilaporkan warga di Dusun Labuhan, Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasubsektor Teluk Panji bersama anggota, yakni IPDA Arnol Lubis, S.H. AIPTU M. Hutagaol, dan AIPTU Sugeng. IS. Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus berkoordinasi dengan warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan awal disampaikan oleh warga melalui Call Center 110 Regu C Polres Labuhanbatu Selatan. Namun saat dihubungi, pelapor belum berada di lokasi. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan setempat, Amin Efendi Rambe, yang menyampaikan adanya keresahan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Keresahan itu berdampak pada meningkatnya kasus pencurian Tandan Buah Segar (TBS) maupun brondolan kelapa sawit milik warga. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa tidak nyaman dan berharap adanya kehadiran polisi untuk memberikan rasa aman.

Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. melalui Kapolsek Kampung Rakyat, AKP Muhammad Ilham Lubis, S.H. menegaskan bahwa pihaknya akan terus merespons cepat setiap aduan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan gangguan kamtibmas.“

Setiap laporan masyarakat, terlebih yang masuk melalui layanan Call Center 110, menjadi prioritas kami. Kami tidak ingin keresahan ini berlarut-larut. Kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman,” ujar Kapolsek.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan peredaran narkoba maupun tindak kriminal lainnya.“

Peran aktif masyarakat sangat kami butuhkan. Dengan sinergi yang baik, kita bisa menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Setelah dilakukan pengecekan, situasi di lokasi terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Kegiatan pun ditutup dengan dialog singkat bersama warga guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.

(Irpan Has)

Peletakan Batu Pertama Jembatan Merah Putih Presisi di Torgamba, Warga Bunut Sambut Haru Akses Penghubung Baru.

Labusel, kabarbangsa.my.id – Kapolres Labuhanbatu Selatan diwakili Kapolsek Torgamba, AKP Sunipan Gurusinga, S.H. melaksanakan kegiatan Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Bunut Pekan, Desa Bunut, Kecamatan Torgamba resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat setempat yang selama ini mendambakan akses penghubung yang layak antara Desa Bunut dan Desa Pangarungan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K. yang diwakili Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga, S.H., Camat Torgamba diwakili Kasi Trantib M Haris Sukamto, manajemen PT. Asam Jawa diwakili Kabag MPU Widodo, Kabag Humas Yusuf Bahari Nasution, S.Pd. Pj Kepala Desa Bunut Agus Pardamaian Panjaitan, Tuan Guru Khalifah Kamal Harun Nasution, tokoh masyarakat, personel Polsek Torgamba, insan pers, serta warga sekitar.

Dalam sambutannya, Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring melalui Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama pihak swasta dalam membantu kebutuhan masyarakat.“

Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi penghubung harapan masyarakat. Kami ingin memastikan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga dapat berjalan lebih lancar dan aman,” ujar AKP Sunipan Gurusinga.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan pihak perusahaan seperti PT. Asam Jawa merupakan bentuk sinergi yang harus terus dijaga demi kesejahteraan masyarakat.

Perwakilan PT. Asam Jawa menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tepat waktu. Berdasarkan perencanaan, pengerjaan akan berlangsung selama 20 hari sejak dimulai pada 22 April 2026. Jembatan tersebut diperkirakan sudah dapat dilalui kendaraan, termasuk truk bermuatan maksimal 7 ton, setelah 41 hari pengerjaan.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Bunut Agus Pardamaian Panjaitan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan semua pihak. Ia menyebut pembangunan jembatan ini akan membawa perubahan besar bagi mobilitas warga.

Suasana haru dan penuh harapan terlihat dari raut wajah masyarakat yang hadir. Tokoh masyarakat Khalifah Kamal Harun Nasution yang memimpin doa berharap pembangunan berjalan lancar dan jembatan dapat segera dimanfaatkan.“

Selama ini kami sangat kesulitan melintas, terutama saat membawa hasil pertanian. Dengan adanya jembatan ini, kami merasa sangat terbantu,” ungkap salah satu warga.

Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan, sambutan para pihak, prosesi peletakan batu pertama oleh seluruh pejabat yang hadir, doa bersama, hingga makan bersama sebagai simbol kebersamaan.

Kegiatan berakhir dalam situasi aman dan kondusif. Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi simbol pengabdian dan sinergi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.

(IrpanHas)