Guna Menjamin Keteraturan Pengobatan ,Tenaga Kesehatan Rutan Tanjung Pura Lkasanakan Pemberian Obat Tuberkulosis.

Tanjung Pura – Sumatera Utara, Kamis, 15 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura kembali menggelar Kegiatan pemantauan pemberian obat tuberkulosis (TBC) ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Rutan Tanjung Pura, yang terdiri atas dokter, perawat, serta peserta magang, dengan pengawalan dari regu pengamanan. Sasaran kegiatan adalah warga binaan yang telah terdiagnosis positif TBC paru. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada strategi DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course), yaitu setiap dosis Obat Anti Tuberkulosis (OAT) diminum langsung di hadapan petugas kesehatan. Kamis (15/10)

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pasien mengonsumsi obat secara teratur sesuai dosis dan jadwal yang telah ditetapkan, meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas, memantau perkembangan kondisi kesehatan pasien, serta mencegah terjadinya putus obat. Pengobatan TBC yang tidak dijalani secara lengkap berisiko menyebabkan penyakit kambuh, memperburuk kondisi pasien, dan memicu terjadinya TBC resisten obat yang lebih sulit diobati.

Selain itu, mengingat kondisi rutan yang dihuni banyak orang dalam ruang terbatas, penyakit ini sangat mudah menular. Oleh karena itu, pengobatan yang tuntas juga berperan penting dalam memutus rantai penularan di lingkungan rutan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui delapan langkah yang saling berkaitan, yaitu persiapan daftar pasien dan stok obat, pemberian obat secara langsung di hadapan petugas, pencatatan setiap dosis pada kartu pengobatan, pemantauan keluhan dan efek samping obat, pemeriksaan lanjutan sesuai pedoman program TBC nasional, pemberian edukasi kepada pasien, tindak lanjut apabila pasien menolak atau terlewat minum obat, serta pelaporan hasil pemantauan secara berkala. Langkah-langkah tersebut bertujuan agar pengobatan berjalan secara terstruktur, terdokumentasi dengan baik, dan dapat dievaluasi.

Dengan demikian, setiap permasalahan seperti efek samping, penolakan minum obat, atau perburukan kondisi dapat segera diketahui dan ditangani secara cepat dan tepat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga binaan penderita TBC paru dapat menyelesaikan pengobatan hingga dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap, tanpa ada yang terputus di tengah jalan. Kondisi kesehatan pasien diharapkan terus membaik, risiko penularan kepada warga binaan lain maupun petugas dapat ditekan, dan terjadinya TBC resisten obat dapat dicegah.

Kerja sama yang baik antara dokter, perawat, peserta magang, dan regu pengamanan juga diharapkan menjadi contoh sinergi yang berkelanjutan dalam menjaga kesehatan warga binaan serta mewujudkan lingkungan rutan yang sehat dan aman.

Sumber : Humas, Rutan Tanjung Pura

Redaksi

Bersama Kementerian Agama Kabupaten Langkat Rutan Tanjung Pura Laksanakan Pembinaan Rohani Warga Binaan di Gereja Oikumene.

Tanjung Pura – Sumatera Utara, Kamis, 15 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan kegiatan ibadah bersama warga binaan beragama Kristen di Gereja Oikumene yang berada di lingkungan rutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian yang diselenggarakan secara rutin bagi warga binaan. Ibadah dipimpin oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Langkat yang bekerja sama dengan pihak rutan dalam memberikan layanan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Kamis (15/10)

Dalam pelaksanaannya, ibadah berlangsung dengan khidmat dan tertib. Rangkaian kegiatan umumnya meliputi pembukaan, pujian dan penyembahan, pembacaan firman Tuhan, khotbah, doa bersama, serta penutup. Melalui khotbah dan bimbingan rohani yang disampaikan, warga binaan diajak untuk memperdalam iman, merenungkan kehidupan, dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Kehadiran pembimbing dari Kementerian Agama juga memberikan dukungan moral dan semangat bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.

Demi menjamin keamanan dan ketertiban, seluruh rangkaian ibadah tetap dikawal oleh regu pengamanan rutan. Petugas bertugas mengatur perpindahan warga binaan dari blok hunian menuju gereja, mengawasi jalannya kegiatan, serta memastikan ibadah berjalan lancar tanpa gangguan. Pengawalan ini tidak mengurangi kekhidmatan ibadah, tetapi justru menjadi bentuk dukungan agar warga binaan dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Melalui ibadah rutin ini, diharapkan warga binaan memperoleh kekuatan rohani, ketenangan batin, serta kesadaran untuk mengubah perilaku ke arah yang lebih positif. Pembinaan kerohanian merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembinaan kepribadian agar warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang beriman, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. Sinergi antara pihak rutan, Kementerian Agama Kabupaten Langkat, dan regu pengamanan diharapkan terus terjalin demi terwujudnya pembinaan yang berkesinambungan.

HSumber ; Humas Rutan Tanjumg Pura

Redaksi

18 Advokat FERADI WPI Resmi Disumpah di Pengadilan Tinggi Bandung, Kamis 15 Oktober 2026.

Bandumg – Jawa Barat, Kamis, 15 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Pengadilan Tinggi Bandung pada Kamis (15/10/2026) melaksanakan prosesi penyumpahan advokat terhadap delapan belas ( 18 ) anggota Organisasi Advokat FERADI WPI. Prosesi tersebut menjadi tahapan resmi bagi para advokat untuk menjalankan profesinya secara sah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

18 advokat yang secara resmi diambil sumpahnya di Pengadilan Tinggi Bandung yakni:

  • ADE RIYANTO, S.Kep., Ners., S.Pd., S.H., M.H., MBA.
  • ASEP SURYANA, S.Kep., Ners., S.H., M.H.Kes.
  • BRIGITTA IRA LINGGA, S.H.
  • DAVID YUWONO, S.E., S.H., M.M., M.H., LLM., MBA.
  • DEDY FERDIYANTO, S.H.
  • FIRMAN HAREFA, S.H.
  • HAPIT SUGANDI, S.T., S.H., M.H., M.T.
  • HARRIANI BIANCA DARYANA, S.H.
  • IR. HESTY C SIMAPUTANG, S.H., S.Si., M.M.
  • JERMIA EKA LEKSANA, S.KOM., S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX.
  • MUHAMMAD ADJI SETIAJI, S.H.
  • MUHAMMAD NASIR, S.H.
  • NATANAEL YOSUA HUTASOIT, S.H.
  • RAYA GOMAL MANALU, S.H.
  • SOLIKHIN, S.H., S.E., M.Ak.
  • SJ LF, S.H. M.H.
  • TUMPAL HAOJAHAN SIHOMBING, S.E., S.H.
    -YONNY, S.H.

Prosesi penyumpahan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, sebagai simbol komitmen para advokat untuk menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, serta kode etik advokat dalam menjalankan profesinya sebagai bagian dari penegak hukum.

Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ, C.FTAX. dalam pernyataannya menyampaikan bahwa organisasi advokat harus hadir tidak hanya sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai lembaga yang mendorong pengembangan kualitas dan kesejahteraan anggotanya.

“FERADI WPI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada para advokat muda. Setelah penyumpahan tetap kita dukung dalam menangani perkara perjara hukum.”, Ujar Donny

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam membangun generasi advokat yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi penegakan hukum di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Revan Pratama Wijaya SH, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., selaku Waketum DPP FERADI WPI, menyampaikan bahwa penyumpahan advokat bukan sekadar seremoni administratif, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam memberikan bantuan hukum dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat.

“Profesi advokat merupakan profesi yang terhormat (officium nobile). Oleh karena itu, para advokat yang telah disumpah diharapkan dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan,” ujar Revan.

Sementara itu, Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., menegaskan bahwa organisasi advokat memiliki komitmen untuk terus melahirkan advokat yang kompeten dan berintegritas di wilayah Jawa Barat

“Para advokat yang hari ini disumpah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat serta menjaga marwah profesi advokat,” ungkap Adang

Hal senada juga disampaikan oleh Adv. Gaya M. Taufan, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., selaku Sekretaris Jenderal FERADI WPI, yang menekankan pentingnya profesionalitas dan dedikasi dalam menjalankan profesi advokat.

“Advokat tidak hanya dituntut memahami hukum, tetapi juga memiliki integritas, keberanian moral, dan komitmen terhadap penegakan hukum yang berkeadilan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Adv. Prija Maxy Theozipa, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., Bendahara Umum FERADI WPI, menyampaikan bahwa organisasi terus berupaya memberikan dukungan nyata kepada para calon advokat, termasuk melalui berbagai program keringanan biaya pendidikan profesi.

Dengan dilaksanakannya prosesi penyumpahan ini, ke delapan belas ( 18 ) advokat tersebut kini secara resmi memiliki kewenangan untuk menjalankan praktik advokat di seluruh wilayah hukum Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Prosesi ini juga menjadi momentum penting bagi FERADI WPI untuk terus berkontribusi dalam mencetak advokat yang berkualitas serta menjunjung tinggi supremasi hukum dan keadilan di tengah masyarakat.

Catatan Redaksi: Redaksi media ini menyatakan bahwa pemberitaan disusun secara berimbang dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Redaksi

Tanggap Kualitas Udara Buruk, Bhabinkamtibmas Polsek Medan Barat Bagikan Masker Gratis ke Warga.

Medan – Sumatera Utara, Kamis,15 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

​​Menanggapi kondisi kualitas udara yang kurang baik di Kota Medan, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Barat bergerak cepat melakukan aksi kepedulian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Melalui personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Karang Berombak, Aiptu R. Ompusunggu, Polsek Medan Barat menggelar aksi pembagian masker gratis kepada warga sekitar pada Kamis (15/10/2026).


​Kegiatan pembagian masker yang dimulai sejak pukul 11.10 WIB tersebut berfokus di kawasan pemukiman dan titik aktivitas warga di Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat.


​Kapolsek Medan Barat, Kompol Dr. Made Wira Suhendra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk pelayanan langsung dan wujud kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat di tengah cuaca dan kondisi udara yang diselimuti asap/kabut.


​”Kualitas udara di Kota Medan saat ini sedang kurang sehat. Pembagian masker ini bertujuan untuk meminimalisir risiko gangguan pernapasan, serta menjaga kesehatan warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Kompol Made Wira.


​Ia menambahkan, kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah-tengah masyarakat bukan hanya sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga hadir secara aktif memberikan perlindungan kesehatan.


​Selama kegiatan berlangsung, warga mengapresiasi dan menyambut baik aksi simpatik dari personel Polsek Medan Barat tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.


​Polsek Medan Barat juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta menjaga pola hidup sehat hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.

Redaksi

Rutan Tanjung Pura Kembali Gelar Tausiah Untuk Perkuat Keimanan Warga Binaan Bersama Kemenag Langkat.

Tanjing Pura, Kamis,15 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura kembali menggelar kegiatan tausiah bagi warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Langkat sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian, khususnya di bidang keagamaan. Tausiah ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai religius kepada warga binaan. Rabu (14/10)

Pelaksanaan tausiah dibagi menjadi dua tempat sesuai jenis kelamin peserta. Bagi warga binaan wanita, kegiatan dilaksanakan di blok wanita dan dibimbing oleh penceramah perempuan dari Kementerian Agama Kabupaten Langkat. Sementara itu, warga binaan laki-laki mengikuti tausiah di Masjid At-Taubah Rutan Tanjung Pura bersama penceramah laki-laki. Pemisahan ini dilakukan agar kegiatan berlangsung tertib, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh peserta.

Dalam tausiah tersebut, para penceramah memberikan materi keagamaan yang mengajak warga binaan memperdalam keimanan, memperbaiki akhlak, dan terus berbenah menjadi pribadi yang lebih baik. Warga binaan tampak antusias dan menyimak setiap penyampaian materi dengan penuh perhatian. Kegiatan keagamaan semacam ini diharapkan menjadi bekal rohani agar warga binaan semakin dekat dengan nilai-nilai kebaikan selama menjalani masa pembinaan.

Melalui kegiatan ini, Rutan Tanjung Pura berharap warga binaan dapat memperoleh ketenangan batin, kesadaran untuk bertobat, dan semangat untuk berubah, sehingga siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang taat beragama dan bertanggung jawab.

Pihak rutan juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Langkat atas kerja sama yang terjalin dan berharap kegiatan pembinaan keagamaan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan.

Sumber : Humas, Rutan, Tanjung Pura

Redaksi

Rutan Tanjung Pura Kembali Gelar Tausiah Untuk Perkuat Keimanan Warga Binaan Bersama Kemenag Langkat.

Tanjung Pura, Kamis, 15 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura kembali menggelar kegiatan tausiah bagi warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Langkat sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian, khususnya di bidang keagamaan. Tausiah ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai religius kepada warga binaan. Rabu (14/10)

Pelaksanaan tausiah dibagi menjadi dua tempat sesuai jenis kelamin peserta. Bagi warga binaan wanita, kegiatan dilaksanakan di blok wanita dan dibimbing oleh penceramah perempuan dari Kementerian Agama Kabupaten Langkat. Sementara itu, warga binaan laki-laki mengikuti tausiah di Masjid At-Taubah Rutan Tanjung Pura bersama penceramah laki-laki. Pemisahan ini dilakukan agar kegiatan berlangsung tertib, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh peserta.

Dalam tausiah tersebut, para penceramah memberikan materi keagamaan yang mengajak warga binaan memperdalam keimanan, memperbaiki akhlak, dan terus berbenah menjadi pribadi yang lebih baik. Warga binaan tampak antusias dan menyimak setiap penyampaian materi dengan penuh perhatian. Kegiatan keagamaan semacam ini diharapkan menjadi bekal rohani agar warga binaan semakin dekat dengan nilai-nilai kebaikan selama menjalani masa pembinaan.

Melalui kegiatan ini, Rutan Tanjung Pura berharap warga binaan dapat memperoleh ketenangan batin, kesadaran untuk bertobat, dan semangat untuk berubah, sehingga siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang taat beragama dan bertanggung jawab.

Pihak rutan juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Langkat atas kerja sama yang terjalin dan berharap kegiatan pembinaan keagamaan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan.

Sumber : Humas, Rutan Tanjung Pura

Redaksi

Cegah Bakteri yang Mengendap di Tubuh Rutan Tanjung Pura Bagikan Obat Terapi Pencegahan TBC kepada Warga Binaan Berisiko.

Tanjung Pura, Kamis,15 Oktober 2026 – kabarbangsa.my id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan kegiatan pembagian obat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada warga binaan pemasyarakatan yang berisiko terkena tuberkulosis (TBC). Obat dibagikan secara langsung oleh dokter Rutan Tanjung Pura bersama perawat dan peserta magang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan warga binaan sekaligus mencegah penularan TBC di lingkungan rutan.Rabu (14/10)

TPT diberikan kepada orang yang di dalam tubuhnya terdapat bakteri penyebab TBC, tetapi belum menunjukkan gejala dan belum menjadi penyakit TBC aktif. Kondisi ini dikenal sebagai infeksi laten TBC. Pada tahap tersebut, bakteri berada dalam keadaan “tertidur” dan belum menimbulkan keluhan. Namun, apabila dibiarkan tanpa penanganan, bakteri dapat berkembang dan menginfeksi paru-paru hingga menyebabkan TBC aktif yang dapat menular kepada orang lain.

Warga binaan yang menerima obat ini adalah mereka yang dinilai memiliki risiko tinggi tertular atau mengalami TBC. Pemberian TPT bertujuan menghentikan bakteri sebelum berkembang, sehingga warga binaan tidak jatuh sakit dan tidak menularkan penyakit kepada warga binaan lainnya. Mengingat rutan merupakan lingkungan hunian bersama, pencegahan sejak dini dinilai sangat penting untuk menekan risiko penyebaran TBC.

Melalui kegiatan ini, Rutan Tanjung Pura berharap seluruh warga binaan yang berisiko dapat patuh mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan hingga tuntas, karena kedisiplinan minum obat menentukan keberhasilan pencegahan.

Pihak rutan juga berkomitmen terus meningkatkan layanan kesehatan yang humanis dan berkesinambungan, sehingga warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dalam kondisi sehat dan terhindar dari penyakit menular.

Sumber : Humas, Rutan Tanjung Pura

Redaksi

Rutan Tanjung Pura Kembali Gelar Tes Urine Berkala bagi Warga Binaan Seluruh Peserta Dinyatakan Negatif Narkotika.

Tankung Pura,Selasa,13 Oktober 2026 – kabrbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan kegiatan tes urine terhadap warga binaan pemasyarakatan bertempat di Klinik Rutan Tanjung Pura. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan tes urine berkala minggu kedua bulan Oktober dan menjadi bagian dari langkah pencegahan peredaran gelap serta penyalahgunaan narkotika di lingkungan rutan.Selasa (13/10)

Pelaksanaan tes urine ini didasari arahan pimpinan pusat Pemasyarakatan agar seluruh lapas dan rutan melakukan pemeriksaan secara rutin setiap pekan. Langkah tersebut dinilai penting karena perkembangan teknologi komunikasi, seperti telepon genggam, dapat disalahgunakan sebagai sarana peredaran narkoba. Karena itu, pengawasan berkelanjutan diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak enam warga binaan mengikuti pemeriksaan sampel urine dengan pendampingan dokter, perawat serta jajaran pengamanan Rutan Tanjung Pura dan juga Peserta Magang . Pemeriksaan dilakukan oleh dokter rutan. Dari pemeriksaan itu, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika, tanpa satu pun yang terkonfirmasi positif.

Sebagai tindak lanjut, Rutan Tanjung Pura akan terus memperketat pemeriksaan barang titipan pengunjung dan petugas di area penerimaan, melakukan razia insidentil, serta memberikan edukasi tentang bahaya narkotika kepada warga binaan.

Pihak rutan juga berkomitmen meningkatkan kemampuan petugas dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban, serta menjatuhkan hukuman disiplin bagi warga binaan yang terbukti menyalahgunakan narkotika. Dengan langkah tersebut, diharapkan Rutan Tanjung Pura tetap menjadi lingkungan yang aman, bersih dari narkoba, dan kondusif bagi proses pembinaan.

KEGIATAN PAGI WARGA BINAAN LANSIA RUTAN TANJUNG PURA BAGIKAN SUSU DAN VITAMIN SEKALIGUS GELAR SENAM PAGI DAN PENGECEKAN KESEHATAN.

Tanjung Pura, Selasa,13 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan kegiatan senam pagi bersama bagi warga binaan lanjut usia (lansia). Kegiatan ini digelar sebagai upaya menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh para lansia di tengah musim penghujan yang kerap membuat kondisi tubuh menurun. Selasa (13/10)

Pergantian cuaca dan curah hujan yang tinggi pada musim ini dinilai dapat membuat kelompok lansia lebih rentan terserang berbagai penyakit, seperti batuk, pilek, dan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, pihak Rutan memandang perlu adanya kegiatan rutin yang dapat menjaga kebugaran jasmani warga binaan lansia secara berkelanjutan.

Selain bertujuan menjaga kebugaran, senam yang dilaksanakan pada pagi hari ini juga memberi kesempatan bagi para lansia untuk berjemur di bawah sinar matahari. Paparan sinar matahari pagi bermanfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya membantu pembentukan vitamin D yang berperan penting dalam memperkuat daya tahan tubuh serta kesehatan tulang.

Kegiatan senam dipandu langsung oleh para peserta magang dengan didampingi oleh perawat dan dokter Rutan Tanjung Pura. Para lansia tampak antusias dan mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh semangat. Gerakan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia sehingga aman dan nyaman diikuti.

Usai pelaksanaan senam, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian susu kepada seluruh warga binaan lansia sebagai asupan tambahan untuk menjaga kecukupan gizi. Selanjutnya, tim kesehatan Rutan melakukan pemeriksaan kesehatan, antara lain pengukuran tekanan darah (tensi) dan pemeriksaan kondisi kesehatan lainnya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kondisi para lansia secara berkala agar apabila ditemukan keluhan dapat segera ditangani. Kegiatan ditutup dengan pemberian vitamin kepada para lansia guna mendukung kebugaran dan daya tahan tubuh mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan lansia dapat tetap sehat, bugar, dan terhindar dari berbagai penyakit selama musim penghujan. Rutan Tanjung Pura juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan sebagai wujud komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis bagi seluruh warga binaan, sehingga mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan kondisi fisik dan mental yang prima.

Aliansi Gibran Minta Pemutihan Tunggakkan BPJS Kesehatan Maximal Tunggakkan Rp.5 Juta Per Kepala Keluarga.

Jakarta, Selasa,13 Oktober 2026 – kabarbangsa.ny.id

Aliansi Gibran minta pemerintah mengevaluasi sistem pembayaran Cicil BPJS Kesehatan yang dikeluhkan masyarakat. Perkumpulan tersebut juga mendorong kebijakan pemutihan total atau penghapusan tunggakan iuran maksimal tunggakan Rp5 juta per kepala keluarga, khususnya bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.

Permintaan itu disampaikan Ketua Umum DPP Aliansi Gibran, Reyhan Restuansyah, menanggapi aspirasi masyarakat yang diterima Sekretariat DPP Aliansi Gibran di Bogor, Jawa Barat, Senin (12/10/2026).

Reyhan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkoordinasi untuk melakukan pemutihan total terhadap peserta BPJS kesehatan yang memiliki maximal tunggakan 5jt per kepala keluarga, agar kepesertaan dapat melakukan nya dari awal.

Reyhan Restuansyah pun Meminta Evaluasi Sistem Pembayaran Cicil yang tersedia pada Aplikasi BPJS Kesehatan.

“Peserta Sudah Mencicil, Aplikasi Masih Dibekukan. Dapat Digunakan, Jika Sudah Lunas”.

Reyhan mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat yang kesulitan menggunakan BPJS Kesehatan meskipun telah mencicil tunggakan.

“Saya meminta kementerian terkait untuk mempermudah kepesertaan BPJS Kesehatan, dikarenakan banyak masyarakat dalam proses mencicil pembayaran tapi tetap tidak bisa menggunakan BPJS kesehatan tersebut,” ujar Reyhan dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

Ia menilai mekanisme pembayaran dan akses layanan perlu dievaluasi agar peserta, terutama dari kelompok ekonomi kurang mampu, tidak semakin kesulitan memenuhi kebutuhan administrasi kepesertaan.

#aliansigibran
#dppgibran
#bpjskesehatan
#kementeriankesehatan
#kemenkes
#kemensosri
#kemendagri