Binjai – Sumatera Utara, Jum’at,11 September 2026 – kabarbangsa.my.id
Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby A. Nasution, bersama Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., dan Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, meninjau langsung lokasi jalan longsor yang berada di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Jumat (11/9/2026) sekira pukul 15.50 WIB.
Jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Langkat dengan Kabupaten Karo dan mengalami longsor, sehingga membutuhkan perhatian serta penanganan segera.
Setibanya di lokasi, rombongan Gubernur Sumatera Utara disambut langsung oleh Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti dan Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., bersama para Pejabat Utama Polres Binjai.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis PUPR Kabupaten Langkat Arie Ramadani, Kadis Kominfo Wahyu Hidayat, Kasat Pol PP Dameka Singarimbun, Kalaksa BPBD M. Ansari, Camat Sei Bingai Thomas Sitepu, S.E., Kapolsek Sei Bingai IPTU Welman Harico Sitompul, S.H., M.H., Kepala Desa Telagah Kolen Ginting beserta perangkat desa, serta masyarakat Desa Telagah.
Dalam kunjungannya, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby A. Nasution meninjau secara langsung kondisi jalan yang mengalami longsor. Gubernur juga menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan masyarakat Desa Telagah untuk mendengarkan secara langsung kondisi serta harapan masyarakat terkait akses jalan tersebut.
Gubernur Sumatera Utara menyampaikan rasa prihatin atas kondisi jalan alternatif tersebut dan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan segera melakukan langkah penanganan dengan menurunkan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara untuk melakukan perbaikan,” terang Gubernur.
Kehadiran Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan dan sinergi Polri bersama pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan serta kelancaran selama kegiatan peninjauan berlangsung.
Langkat – Sumatera Utara Jum’at,11 September 2026 – kabarbangsa.my.id
Polsek Besitang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Al Qoyyum Polsek Besitang, Kamis (10/09/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjaga Toleransi Beragama” dan berlangsung dalam suasana khidmat Kapolsek Besitang AKP Abed Nebo, S.Pd., S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah hukum Polsek Besitang.
Menurutnya, menjaga toleransi merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan peran serta seluruh elemen masyarakat. Hal senada disampaikan Ustaz Jamaludin Tambusai dalam tausiyahnya. Ia menyampaikan bahwa upaya menjaga kerukunan antar umat beragama bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh umat beragama.
“Dalam menjaga kerukunan beragama bukan hanya menjadi tugas pihak keamanan, dalam hal ini kepolisian, tetapi seluruh umat beragama,” ujar Ustaz Jamaludin.
Dalam kegiatan tersebut, Polsek Besitang juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain itu, Bhayangkari Polsek Besitang turut memberikan bantuan untuk Mushola Al Qoyyum berupa Al-Qur’an, sarung, serta buku bacaan Iqra.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolsek Besitang IPTU Ibnu, Kanit Reskrim Ipda Arif Irfansyah, S.H., Ketua Bhayangkari Polsek Besitang beserta anggota, serta personel Polsek Besitang.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta semangat menjaga toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat.
Mandailing Natal – Sumatera Utara, Jum’at, 11 September 2026 -kabarbangsa.my.id
Kondisi Jalan Usaha Tani yang menjadi penghubung Desa Hutanamale menuju Anak Desa Hutanamale Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali menjadi sorotan masyarakat.
Jalan yang memiliki panjang kurang lebih 3 kilometer tersebut merupakan salah satu akses vital bagi warga, terutama masyarakat yang bekerja sebagai petani. Sebagian besar warga Hutanamale dan Hutanamale Julu mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian.
Akses tersebut juga melintasi kawasan Villa Bupati Madina sebelum menuju Hutanamale Julu yang saat ini dihuni sekitar 30 kepala keluarga (KK).
Ironisnya, di tengah pentingnya akses tersebut bagi kehidupan masyarakat, kondisi jalan disebut masih jauh dari harapan. Warga terpaksa melakukan berbagai upaya secara mandiri agar jalan tetap dapat dilalui.
Setiap hari Jumat, masyarakat melakukan gotong royong membersihkan badan jalan. Sementara untuk perabatan maupun perbaikan pada bagian jalan yang mengalami kerusakan, warga dan para petani sekitar juga mengandalkan dana swadaya.
Salah seorang warga, Hasbi, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, selama puluhan tahun jalan tersebut belum mendapatkan perhatian berupa perbaikan yang memadai dari pemerintah.
Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat berharap adanya kontribusi dari perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, termasuk PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), dalam mendukung perbaikan akses masyarakat.
“Jalan ini sudah puluhan tahun tidak pernah mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah. Dari perusahaan PT SMGP yang ada di daerah kami juga belum ada bantuan untuk jalan ini. Selama ini kami perbaiki dengan swadaya masyarakat, terutama para petani,” ujar Hasbi, Jumat (11/9/2026).
Hambat Aktivitas Petani dan Anak Sekolah menurut Hasbi, kerusakan jalan bukan hanya berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menyulitkan mobilitas warga sehari-hari.
Para petani, kata dia, mengalami kendala ketika membawa hasil pertanian dari lahan menuju lokasi penjualan. Kondisi jalan yang tidak memadai juga dirasakan anak-anak dari Hutanamale Julu yang menggunakan jalur tersebut untuk pergi ke sekolah.
“Kondisi jalan sangat memprihatinkan. Anak-anak yang bersekolah juga kesulitan melewati jalan ini. Begitu juga kami sebagai petani ketika membawa hasil pertanian, sangat sulit,” ungkapnya.
Hasbi menjelaskan, mayoritas masyarakat di kedua wilayah tersebut menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian. Karena itu, akses transportasi yang baik dinilai menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung aktivitas warga sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.
Sudah Berulang Kali Diusulkan Persoalan jalan tersebut, menurut Hasbi, bukan baru kali ini disampaikan kepada pemerintah daerah.
Ia menyebut, masyarakat telah beberapa kali mengusulkan agar akses tersebut mendapat perhatian dan perbaikan. Bahkan usulan tersebut telah disampaikan pada masa kepemimpinan Bupati Madina sebelumnya.
“Pada masa kepemimpinan Dahlan Hasan Nasution, kemudian pada masa kepemimpinan Sukhairi, jalan ini sudah dua kali kami usulkan untuk diperbaiki. Bahkan pernah dilakukan survei, tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” katanya.
Warga berharap usulan yang selama ini disampaikan tidak kembali berhenti pada tahap survei maupun pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan.
Kerusakan jalan dinilai berpotensi terus membebani masyarakat, khususnya petani yang harus mengeluarkan tenaga dan biaya lebih besar untuk membawa hasil pertanian keluar dari wilayah tersebut.
Harapan kepada Pemkab dan Perusahaan Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalan Usaha Tani Hutanamale–Hutanamale Julu.
Warga juga berharap Bupati Madina dapat melihat langsung kondisi jalan tersebut sehingga persoalan yang selama ini mereka hadapi dapat diketahui secara nyata dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembangunan infrastruktur.
Di sisi lain, masyarakat berharap perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di sekitar wilayah tersebut juga dapat mengambil bagian dalam mendukung pembangunan fasilitas publik melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sepanjang sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku.
“Kami berharap jalan ini bisa diperhatikan dan diperbaiki. Kalau memang perusahaan bisa membantu, tentu kami sangat berterima kasih. Mungkin dengan dukungan atau kebijakan dari Bupati Madina persoalan jalan ini bisa segera ditangani. Yang kami inginkan hanya jalan yang layak karena ini akses penting bagi masyarakat dan petani,” pungkas Hasbi.
Hingga berita ini diterbitkan, keterangan dari pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal maupun PT SMGP terkait keluhan dan harapan masyarakat hingga berita ini di terbitkan belum ada jawaban dari pihak terkait, berita dikutip dari seorang Jurnalis yang dikenal DPR JALANAN SYAHREN HASIBUAN.
Langkat – Sumatera Utara,Um’at, 11 September 2026 – kabarbangsa.my.id
Wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H.Tambunan, S.E., S.I.K. yang turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Dusun V Sari Rejo Desa Jati Sari, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Jumat (11/9/2026).
Didampingi Ketua Bhayangkari cabang langkat Ny Rika Hannry, Pejabat Utama Polres Langkat, Kapolsek Padang Tualang,dan Kepala Desa jati sari, Kapolres menyerahkan bantuan sosial berupa beras, Mie instan dan Sayur sayuran kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan bersama rombongan juga menyambangi warga yang rumahnya terendam banjir, guna memastikan kondisi mereka sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap kuat menghadapi musibah.
Kapolres AKBP Hannry menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang selalu hadir memberikan bantuan dan kepedulian, terutama saat warga menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Polri akan terus hadir bersama masyarakat, memberikan pelayanan, perlindungan, serta kepedulian kemanusiaan,” ujar AKBP Hannry.
Warga Dusun V Sari Rejo Desa Jati Sari menyambut kedatangan Kapolres Langkat beserta rombongan dengan penuh antusias. Mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan Polres Langkat kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Kehadiran jajaran Polres Langkat di lokasi menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk selalu hadir memberikan rasa aman sekaligus menebarkan kepedulian kepada masyarakat
Kegiatan ini merupakan implementasi dari program POLISI LANGKAT GARUDA KSATRIA, yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.
Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus menghadirkan Polri yang humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
Jawa Timur KabarBangsa.my.id – Eko Ponco, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. & M. Arifin, S.H., S.Sos., M.M., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., dikenal sebagai Dragon – Dragon (NAGA) nya FERADI WPI. Para Petarung dan Pejuang Hukum yang berani, tangguh dan tulus dalam membela korban kezoliman. Mereka berdua ber domisili di Area Jawa Timur. Tetapi sepak terjang nya dalam memberi bantuan hukum sampai ke berbagai pelosok negeri.
Menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Advokat Paralegal FERADI WPI Kabupaten Mojokerto sekaligus Sekretaris Jenderal PMBI ( Perkumpulan Masyarakat Bertato Indonesia ), Eko Ponco The Dragon of FERADI WPI from Mojokerto, telah membangun reputasi kuat dalam menangani perkara-perkara hukum yang kompleks dan berat. Sehingga nama Eko Ponco yang masyur dan beken sering menggetarkan lawan lawannya.
Di kalangan pencari keadilan, M. Arifin dijuluki “The Dragon III of FERADI WPI” Beliau menduduki Jabatan Strategis di DPP OA FERADI WPI yaitu Wakil Ketua Umum III di Organisasi Advokat FERADI WPI. Julukan ini melekat berkat keberaniannya yang tak kenal takut, kepiawaian strategi hukum, serta ketulusannya dalam membela klien, bahkan ketika banyak pihak lain telah menyerah menghadapi rumitnya kasus, M. Arifin sanggup menyelesaikannya.
Rekam jejak karier hukum kedua tokoh Senior dan Kawakan yaitu Eko Ponco dan M. Arifin, mencakup berbagai bidang sensitif, mulai dari penanganan kasus narkoba, pembelaan terhadap korban kriminalisasi oleh oknum, sengketa bisnis skala besar, sengketa penguasaan lahan, hingga perkara waris yang pelik serta penyelesaian sengketa kerja. Dedikasi mereka berdua yang tanpa pamrih telah membuat nama Eko Ponco & M. Arifin kian masyhur di masyarakat sebagai Dua sosok penegak hukum yang berintegritas dari FERADI WPI.
Selain sebagai Tokoh Senior dan Disegani. Eko Ponco & M. Arifin selalu menekankan prinsip untuk tunduk pada otoritas dalam kepemimpinan Ketua Umum Bapak Donny Andretti, dan Agar tidak gentar terhadap tekanan manusia manapun dan senantiasa mengandalkan kekuatan PUSAT serta loyal terhadap Organisasi FERADI WPI.
“Bukan apa yang bisa organisasi ku berikan padaku, akan tetapi apa yang bisa aku persembahkan untuk memajukan Organisasiku tercinta FERADI WPI” adalah semboyan yang senantiasa ditekankan oleh Eko Ponco dan M. Arifin ketika mengunjungi DPD dan DPC Feradi Wpi di seluruh Indonesia.
“Sikap tegas namun peduli tercermin dalam setiap tindakan mereka berdua. Beliau – beliau adalah teladan bagi anggota lainnya,” ujar salah satu rekan sejawat Eko dan Arifin.
Baik Eko Ponco maupun Lm Arifin mengakui bahwa ketangguhan dan kecerdasannya dalam membedah kasus-kasus kompleks tidak lepas dari bimbingan intensif Ketua Umum DPP FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom. “Kami berterima kasih karena selama ini digembleng langsung oleh Paketum Adv. Donny Andretti. Keberanian dan strategi yang saya terapkan adalah hasil dari pembelajaran dan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan organisasi,” ungkap Eko dan Arifin.
Komitmen Eko Ponco & M. Arifin terhadap keadilan dan solidaritas organisasi menjadikannya mereka berdua menjadi pilar pilar utama perjuangan hukum di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Dengan semangat ketulusan, kejujuran, integritas dan kebaikan serta keadilan, Eko Ponco dan M. Arifin terus membuktikan bahwa hukum dapat ditegakkan dengan keberanian, kecerdasan, dan integritas yang tinggi.
Catatan Redaksi: Sebagai media yang netral, kami membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
MEDAN ,KabarBangsa.My.id — Klub sepak bola Thamrin Graha Metropolitan (TGM FC) melakukan audiensi strategis ke Rumah Sakit (RS) Regina Maris, Medan, pada Kamis (10/09/2026). Langkah ini diambil sebagai komitmen bersama untuk melindungi para pemain dari bayang-bayang cedera yang kerap menjadi momok bagi pesepakbola profesional.
Dalam kunjungan tersebut, Manager U-17 TGM FC, Benny Andhika, ST, yang berhalangan hadir, diwakili oleh Head Coach Herianto, SE, serta didampingi oleh jajaran manajemen: Iman Wahyudi, SH, dan Dody Permana, SE. Kehadiran mereka memenuhi undangan pihak manajemen RS Regina Maris guna mensosialisasikan pentingnya perlindungan fisik serta penanganan medis yang tepat kepada seluruh pengurus dan pelatih klub.
Pihak RS Regina Maris menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kemajuan dunia olahraga, khususnya di Sumatera Utara, dengan bertindak sebagai mitra medis terpercaya bagi para atlet. Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa tubuh seorang atlet adalah aset utama yang menentukan performa di lapangan.
”Kami memahami bahwa setiap gerakan dan performa atlet sangat bergantung pada kondisi fisik yang optimal. Oleh karena itu, kehadiran RS Regina Maris bertujuan untuk memastikan para atlet dapat bertanding dan berlatih dengan rasa aman serta kepercayaan diri yang tinggi,” ujar perwakilan manajemen RS Regina Maris.
Sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan perlindungan optimal, RS Regina Maris telah melengkapi fasilitas pelayanannya dengan teknologi penunjang medis modern berakurasi tinggi. Fasilitas tersebut mencakup teknologi pemindaian mutakhir untuk diagnosis dini cedera otot, sendi, dan tulang, hingga pusat rehabilitasi medis terpadu.
Seluruh layanan ini didukung penuh oleh tim dokter spesialis serta tenaga medis yang berpengalaman di bidang sports medicine (kedokteran olahraga). Mereka siap mendampingi setiap tahapan pemulihan atlet—mulai dari penanganan darurat di lapangan, tindakan medis presisi, hingga program pemulihan komprehensif—agar para atlet dapat kembali berprestasi di lapangan dalam kondisi puncak.
Melalui kerja sama ini, TGM FC dan RS Regina Maris berharap para atlet muda di Sumatera Utara dapat berlatih dan berkompetisi secara maksimal tanpa rasa khawatir terhadap risiko cedera jangka panjang.