Alaram 1.370 ANAK PUTUS SEKOLAH DI MADINA, DISEBUT TERTINGGI DI SUMUT.
Mandailing Natal – Sumatera Utara, Selasa,1 September 2026 – kabarbangsa.my.id
Angka anak putus sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi perhatian serius. Dinas Pendidikan Madina mencatat 1.370 anak jenjang SD dan SMP mengalami putus sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Madina, dr. MHD Faisal S, menyebut jumlah tersebut tergolong sangat tinggi dan menurut penilaiannya termasuk yang tertinggi di Sumatera Utara.
Pernyataan itu disampaikan saat Dinas Pendidikan menindaklanjuti kasus empat bersaudara yang sebelumnya diberitakan tidak mendapatkan pendidikan secara layak.
Faisal bersama jajarannya turun langsung ke lapangan. Salah seorang anak telah diberikan bantuan perlengkapan sekolah dan akan kembali bersekolah di SD Negeri 111 Pidoli Dolok, sementara tiga saudaranya yang telah putus sekolah akan diupayakan mengikuti program sekolah paket.
“Kedatangan kami hari ini untuk menindaklanjuti dan menjawab kebutuhan anak bangsa,” ujar Faisal, Selasa (1/9/2026).
Menanggapi angka 1.370 tersebut, Dinas Pendidikan Madina telah menginstruksikan pengawas dan Koordinator Wilayah (Korwil) untuk turun melakukan pendataan sekaligus mencari penyebab anak-anak tersebut putus sekolah.
Faktor ekonomi, administrasi, keluarga maupun persoalan lainnya akan ditelusuri agar penanganannya tepat sasaran.
Faisal menargetkan hasil pendataan tersebut sudah diterima dalam waktu dua minggu.
“Angka 1.370 bukan sekadar data. Di baliknya ada ribuan anak Madina yang membutuhkan perhatian dan kepastian masa depan.”
Kini masyarakat menunggu langkah konkret pemerintah daerah. Apakah pendataan tersebut mampu menjadi awal untuk menekan angka putus sekolah dan memastikan setiap anak di Madina kembali mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan?
Berita di kutip dari DPR JALANAN SYAHREN HASIBUAN
(MO)

