Lestarikan Warisan Budaya Nusantara, Sanggar Satrio Singo Lodaya Gelar Pentas Seni pada HUT ke-7
Sumatera Utara – Medan Polonia, Senin, 19 Oktober 2026

Paguyuban Sanggar Satrio Singo Lodaya (SSL) menggelar perayaan HUT ke-7 pada Minggu,18 Oktober 2025, dengan menghadirkan pertunjukan seni budaya sebagai bentuk kecintaan terhadap warisan kebudayaan Indonesia.
Mengusung tema “Satu Rasa, Satu Jiwa, Satu Saudara”, kegiatan ini berlangsung di Posko Kampung Tangguh Bersih Narkoba, Jalan Po’onia/Starban, Gang Wahyu Ujung, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara.
Ketua Panitia, SEKAR ARUM, menyiapkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada perayaan ulang tahun, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional.
Pertunjukan seni budaya direncanakan dimulai pukul 14.00 WIB hingga malam hari. Sejumlah penampilan yang akan dihadirkan meliputi tarian tradisional, Reog, Barong, dan berbagai kesenian lainnya.
Melalui pertunjukan tersebut, Sanggar Kesenian Budaya Satrio Singo Lodaya diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pelaku seni, keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas.
Dengan memberikan ruang bagi kesenian tradisional, generasi muda diharapkan semakin mengenal, menghargai, dan memiliki kebanggaan terhadap kebudayaan bangsa.
Selain pentas seni, rangkaian peringatan HUT ke-7 ini juga dengan kegiatan FOGGING pencegahan nyamuk malaria demam berdarah (DBD) di lingkungan posko kampung tangguh betsih narkoba,pada pukul 09.00–11.00 WIB sebagai bagian dari agenda kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan ini turut melibatkan kolaborasi Sumut Brantas Group yang dipimpin ARI AGGARA PASARIBU, Nusantara Expos Group yang dipimpin MUKHLIS, dan Trans Nusantara yang dipimpin PINO SIMBOLON.
Undangan juga mencakup Ketua PD KBPPPolri Sumatera Utara :HELENA LUMBAN GAOUL. Resort Siaga Bhayangkara (SIBHARA) Kakorda: LIMBONG, tokoh pemuda:RAISHA OLIVIA,Tokoh masyarakat : NUR HASANA dan para insan JURNALIS, serta masyarakat.
Dalam sambutannya , SEKAR ARUM akan menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan kesenian nasional agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi penerus.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bukti bahwa seni budaya dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial, membangun semangat persaudaraan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan positif.
Dengan semangat “Satu Rasa, Satu Jiwa, Satu Saudara”, peringatan HUT ke-7 Sanggar Satrio Singo Lodaya diharapkan membawa pesan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga kekayaan identitas bangsa Indonesia.
Musal Fikri Tanjung

